Berita Ekonomi Harga Emas Menguat di Tengah...

Harga Emas Menguat di Tengah Penguatan Dolar dan Imbal Hasil AS

25-03-2021Penulis: Adi Kurniawan

Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Penguatan ini menghentikan penurunan pada dua hari beruntun sebelumnya. Para investor mengabaikan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar karena emas menarik dukungan dari pernyataan berulang Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell untuk menjaga suku bunga rendah mendekati nol.

Ketua Fed Powell mengatakan kepada anggota parlemen pada Selasa (23/3) bahwa ia memperkirakan peningkatan inflasi akan terjadi, akan tetapi tidak terlalu besar atau persisten. Bank sentral AS berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol dalam pertemuan kebijakannya minggu lalu.

Dilansir dari CNBC, pada Kamis (25/3) harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.734,36 dolar AS per ounce. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,5 persen menjadi 1.733,20 dolar AS per ounce.

Penguatan emas terjadi meskipun patokan imbal hasil US Treasury 10-tahun dan dolar terus naik. Imbal hasil yang lebih tinggi juga menantang status emas sebagai lindung nilai inflasi karena potensi kerugian lebih tinggi apabila memegang komoditas yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas tidak mungkin bergerak keluar dari kisaran 1.700-1.750 dolar AS sampai akhir tahun ketika pertumbuhan dan inflasi kemungkinan terhenti. Hal ini dikarenakan investor cenderung menyukai aset dan komoditas yang mengikuti inflasi lebih tinggi sampai saat itu, kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, di Chicago.

Dilansir dari cnbc.com