fbpx

Edukasi Tips Menjadi News Trader, Pemula...

Tips Menjadi News Trader, Pemula Harus Baca!

28-04-2022Penulis: Adi Kurniawan

Rilis berita ekonomi dapat dimanfaatkan oleh trader untuk acuan arah trading. Hal tersebut dikarenakan umumnya berita-berita ekonomi yang keluar dapat mempengaruhi harga mata uang negara bersangkutan. Jika Anda merupakan seorang news trader, mungkin artikel tentang tips menjadi news trader di bawah ini dapat membantu Anda! Yuk simak!

Menjadi News Trader

Ketika rilis berita atau data muncul, harga cenderung melonjak ke satu arah atau juga bisa memiliki reaksi yang tidak jelas terhadap data. Hal tersebut dikarenakan para trader mencerna hasilnya terhadap ekspektasi pasar. Untuk mengetahui hal ini, ada dua pendekatan utama untuk trading dengan memanfaatkan berita, yaitu:

  • Memiliki bias arah (Directional Bias)
  • Memiliki bias non-arah (Non-Directional Bias)

Directional Bias

Memiliki bias arah berarti Anda mengharapkan pasar bergerak ke arah tertentu setelah laporan berita dirilis. Saat mencari peluang trading ke arah tertentu, ada baiknya untuk mengetahui apa laporan berita yang akan menyebabkan pasar bergerak. Untuk mengetahui ini, Anda harus memahami tentang apa itu ekspektasi dan Angka/data sebenarnya.

Beberapa hari atau bahkan beberapa minggu sebelum laporan berita keluar, ada analis yang akan membuat semacam perkiraan tentang angka apa yang akan dirilis.

Angka ini akan berbeda di antara berbagai analis, tetapi secara umum, akan ada angka umum yang disetujui oleh mayoritas dari mereka. Angka ini disebut konsensus atau ekspektasi. Sedangkan, ketika sebuah laporan berita dirilis, angka yang keluar disebut angka atau data sebenarnya.

Buy The Rumor, Sell on the News

“Buy the rumor, sell on the news” adalah ungkapan umum yang digunakan di pasar, karena sering kali tampaknya ketika sebuah laporan berita dirilis, pergerakannya tidak sesuai dengan apa yang akan dipercaya oleh laporan tersebut.

Sebagai contoh, katakanlah tingkat pengangguran AS diperkirakan akan meningkat. Misalnya, bulan lalu tingkat pengangguran berada di 6,0% dan konsensus untuk laporan mendatang ini adalah 7,0%.

Dengan konsensus di 7,0%, itu berarti bahwa semua pelaku pasar besar mengantisipasi ekonomi AS yang lebih lemah, dan akibatnya dolar akan lebih lemah (secara teori dasar).

Maka dengan antisipasi ini, para pelaku pasar besar tidak akan menunggu sampai laporan tersebut benar-benar dirilis untuk mulai mengambil posisi. Mereka akan mulai menjual dolar mereka untuk mata uang lain sebelum jumlah sebenarnya dirilis.

Sekarang katakanlah tingkat pengangguran aktual dirilis dan seperti yang diharapkan, dilaporkan 7,0%. Sebagai trader ritel, Anda melihat ini dan berpikir, “Oke, ini berita buruk bagi AS. Saatnya menjual dolar!”

Namun, ketika Anda pergi ke platform trading Anda untuk mulai menjual dolar, Anda melihat bahwa pasar tidak benar-benar bergerak ke arah yang Anda pikirkan. Ini benar-benar bergerak ke atas! Dan Anda mulai berpikir “Apa apaan! Kenapa???”

Itu karena para pemain besar telah menyesuaikan posisi mereka jauh sebelum laporan berita keluar dan mereka mulai mengambil keuntungan setelah berita dirilis.

Sekarang mari kita lihat kembali contoh ini, tetapi kali ini, bayangkan bahwa laporan aktual merilis tingkat pengangguran 5,5%.

Para pelaku pasar mengira tingkat pengangguran akan naik menjadi 7,0%, tetapi sebaliknya, laporan tersebut menunjukkan bahwa angka tersebut benar-benar menurun, menunjukkan kekuatan untuk dolar.

Dalam situasi ini, apa yang akan Anda lihat di grafik adalah reli dolar besar, karena pemain besar tidak mengharapkan ini terjadi. Setelah laporan itu dirilis dan mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang telah mereka antisipasi, mereka semua mencoba untuk menyesuaikan posisi mereka secepat mungkin.

Ini juga akan terjadi jika laporan aktual merilis tingkat pengangguran 8,0%, yaitu lebih tinggi dari perkiraan sebesar 7,0 %. Dalam situasi ini, dolar akan jatuh (secara teori dasar).

Karena konsensus pasar adalah 7,0% tetapi laporan aktual menunjukkan tingkat pengangguran 8,0% yang lebih besar, para trader akan menjual lebih banyak dolar mereka, karena AS terlihat jauh lebih lemah sekarang daripada ketika perkiraan pertama kali dirilis. Oleh karena itu, sangat penting untuk melacak konsensus pasar dan angka aktual.

Informasi diatas adalah contoh secara teori di “atas kertas”. Namun, di tengah situasi tapering dan polemik suku bunga sekarang ini, perilaku pasar cenderung berbeda, karena ekspektasi pasar ditekan dengan prospek ekonomi dan kenaikkan suku bunga lebih cepat.

Non-Directional Bias

Strategi news trading yang lebih umum adalah pendekatan bias non-arah atau Non-Directional Bias. Metode ini mengabaikan bias arah (directional bias), dan hanya memainkan fakta bahwa rilis laporan berita besar akan membuat langkah besar.

Tidak masalah ke arah mana pasar bergerak, mereka hanya ingin berada di sana ketika itu terjadi dan mengikutinya. Artinya, begitu pasar bergerak ke kedua arah, mereka memiliki rencana untuk memasuki trading itu, apa pun arahnya. Trader ini tidak memiliki bias apakah harga akan naik atau turun.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai news trader. Jika Anda masih kesulitan menemukan gaya trading yang sesuai dengan Anda, jangan ragu untuk menghubungi mentor profesional Mentari Mulia. Silakan bergabung bersama Mentari dengan klik di sini.