fbpx

Edukasi Ubah Keserakahan dan Ketakutan Trading...

Ubah Keserakahan dan Ketakutan Trading Jadi Kekuatan!

14-01-2022Penulis: Adi Kurniawan

Pasar keuangan didorong oleh dua emosi yang kuat – keserakahan dan ketakutan. Tanpa disadari, keserakahan dan ketakutan adalah dua pendorong yang berdampak besar pada kehidupan kita. 

Jika emosi ini tidak dikendalikan dalam trading, maka dapat berdampak buruk pada akun Anda. Yuk ubah keserakahan dan ketakutan trading jadi kekuatan dengan baca artikel berikut!

Apa Itu Keserakahan?

Istilah ‘serakah’ memiliki nada negatif yang kuat. Keserakahan didefinisikan sebagai keinginan berlebihan untuk memperoleh atau memiliki lebih dari apa yang dibutuhkan, terutama yang berkaitan dengan materi.

Contoh nyata dari kasus keserakahan global adalah krisis subprime mortgage AS, yang akhirnya menyebabkan krisis keuangan. Sebagian besar kesalahan berada di tangan pemberi pinjaman hipotek. Pemberi pinjaman inilah yang akhirnya menyetujui perjanjian hipotek untuk klien dengan riwayat kredit yang buruk dan risiko gagal bayar yang tinggi.

Jadi, apakah keserakahan pernah dianggap sebagai hal yang baik? Dari sudut pandang lain, bisa saja. Karena tanpa keserakahan, manusia mungkin tidak memiliki motivasi yang dibutuhkan untuk membangun dan mencapai hal-hal baru.

Contoh yang baik dari hal ini adalah ketika sebuah perusahaan menyusun program kompensasi insentif untuk tim mereka, yang memungkinkan tim mereka bersemangat untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin. Ketika perusahaan menghasilkan uang, insentif tim mereka pun juga menghasilkan uang lebih banyak.

Apa Itu Ketakutan?

Ketakutan didefinisikan sebagai emosi khawatir yang dibangkitkan oleh bahaya yang akan datang, kejahatan, rasa sakit, dll. Ketakutan adalah karakteristik yang sangat evolusioner pada manusia, yang memicu kita untuk menghindari bahaya.

Seperti kebanyakan hal yang berhubungan dengan emosi dan naluri, ketakutan itu baik dan buruk menurut situasinya. Itu semua tergantung pada bagaimana Anda menanggapi rasa takut itu. Ketakutan itu sendiri hanyalah sebuah pikiran. Anda memiliki kekuatan penentu utama tentang bagaimana Anda membiarkannya memengaruhi tindakan Anda.

Jadi, kapan rasa takut itu baik dan kapan itu buruk?

Jika rasa takut akan kegagalan dalam diri Anda itu menahan Anda untuk melakukan sesuatu yang dapat menguntungkan Anda, maka ini dianggap sebagai ‘ketakutan yang buruk’. Dalam hal ini, Anda akan membiarkan rasa takut menciptakan apa yang Anda takuti.

Namun, jika rasa takut akan kegagalan mendorong Anda untuk bekerja lebih keras untuk menghindari kegagalan, maka ini adalah ‘ketakutan yang baik’. Ketakutan ada di mana-mana, dan sangat sedikit yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

Tentu saja, kami memahami bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda tentang topik yang dibahas secara luas ini, jadi anggaplah hal di atas hanya sebagai satu pandangan.

Apakah Keserakahan dan Ketakutan Memiliki Tempat dalam Trading?

Berurusan dengan keserakahan dan ketakutan tidak dapat dihindari dalam trading, seperti halnya dalam kehidupan. Tanpa disadari, keserakahan sering kali sebenarnya menjadi salah satu motivasi untuk terlibat dalam trading. Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan ini, karena seperti yang kami jelaskan di atas, tanpa keserakahan, sedikit yang akan dicapai dalam hidup.

Sebagai contoh kasus, mari kita lihat kisah seorang bernama Baski. Baski adalah seorang trader. Dia memiliki pengalaman dua tahun di trading dan relatif puas dengan metodologi tradingnya. Namun, dia mengakui bahwa dia masih perlu berjuang keras mengalahkan sisi emosionalnya.

Pada suatu hari, Baski masuk posisi sesuai dengan pengaturan dari sistem dan rencana trading yang dibuatnya.  Sistem ini jarang gagal menurut Baski, sehingga dia secara alami yakin itu akan berhasil.

Sepuluh menit kemudian, harga terlihat dalam jarak yang sangat dekat dari stop loss-nya dan tidak ada berita ekonomi yang dijadwalkan pada saat itu. Seperti yang disarankan oleh buku psikologi tradingnya, dia mencoba untuk tetap tenang, tetapi rasa takut terus menyerangnya.

Dia bisa merasakan jantungnya berdegup kencang, saat dia berpikir memindahkan stop loss untuk menghindari kerugian. Dia berpikir bahwa jika di memperlebar jarak stop loss-nya, kemungkinan besar itu akan berhasil. Namun, sisi lain dari otaknya menyuruhnya untuk tetap pada rencana tradingnya.

Jika kita menghentikan skenario di sini, sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami dilema untuk takut kehilangan dan salah seperti skenario di atas.

Sekarang mari kita lihat contoh kasus berikutnya, tetapi asumsikan bahwa trading Baski kali ini mendukung.

Baski sedang floating profit, harga terlihat dalam jarak yang sangat dekat dari target take-profit. Baski sangat senang, dia mulai berpikir bagaimana jika momentum ini sangat kuat dan makin mendukungnya. Jadi, dia mulai memindahkan take profit-nya agar keuntungan semakin besar.

Sementara itu, harga terus bergerak menguntungkannya. Lima pip di depan take profit (sesuai dengan rencana trading), dia tidak bisa menahan dorongan lagi untuk memindahkan take profit tiga puluh pip di atas resistensi berikutnya.

Apakah ini dalam rencana? Tidak! Rencananya dibentuk menggunakan emosi dari otaknya. Apakah ada rencana jika harga tidak mencapai target baru? Tidak! Jadi, apa yang dilakukan Baski saat harga mulai melawannya? Tentu saja, dia panik. Dengan tidak mengikuti rencananya, dia lupa untuk memindahkan stop loss order nya ke titik impas.

Nah, itulah mengapa sebenarnya diri kitalah yang memicu ketakutan dan keserakahan itu sendiri. Jika kita telah berkomitmen pada rencana trading, seharusnya tidak akan ada lagi keserakahan dan ketakutan. 

Rugi atau untung rencana trading kita pada hari itu, itu adalah harga yang harus dibayar. Yuk atasi masalah trading Anda dengan diskusi bersama mentor profesional Mentari Mulia! Silakan klik di sini.