Analisis Harian Dolar AS Bergerak Lebih Rendah...

Dolar AS Bergerak Lebih Rendah Atas Kecemasan Fiskal

22-05-2025Penulis: Adminno1

Kekhawatiran fiskal AS dan lelang obligasi Treasury yang lesu membuat dolar tertahan di dekat level terendah dalam dua minggu pada hari Kamis, sementara Kongres AS semakin dekat untuk meloloskan RUU Presiden Donald Trump untuk pemotongan besar-besaran dalam pajak dan pengeluaran.

Penjualan obligasi 20 tahun yang lesu memperkuat narasi “Jual Amerika”, yang tidak hanya membebani dolar tetapi juga Wall Street, dengan para pedagang yang sudah gelisah setelah Moody’s memangkas peringkat kredit AS triple-A minggu lalu.

RUU pajak Trump yang menyeluruh melewati rintangan penting pada hari Kamis saat DPR memberikan suara hampir sesuai dengan garis partai untuk memulai debat yang akan mengarah pada pemungutan suara untuk pengesahannya nanti pagi.

Pengesahan DPR akan menjadi panggung untuk debat berminggu-minggu di Senat yang dipimpin Partai Republik.

Kantor Anggaran Kongres yang nonpartisan memperkirakan RUU tersebut akan menambah $3,8 triliun ke utang AS sebesar $36,2 triliun selama dekade berikutnya.

Dolar merosot 0,5% menjadi 142,94 yen, level terlemahnya sejak 7 Mei.

Dolar sempat naik hingga 0,5% saat Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato mengatakan bahwa ia tidak membicarakan level nilai tukar mata uang asing dalam diskusinya dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di sela-sela pertemuan Kelompok Tujuh di Kanada.

Namun, respons yang tidak bertahan lama tersebut menunjukkan kecurigaan investor semakin kuat bahwa Gedung Putih menginginkan dolar yang lebih lemah terhadap banyak mata uang Asia.

Mata uang Korea Selatan melonjak pada hari Rabu menjadi 1.368,90 per dolar, level terkuatnya sejak 4 November, setelah Korea Economic Daily melaporkan bahwa Washington telah menuntut Seoul untuk mengambil langkah-langkah guna meningkatkan won. Won turun menjadi 1.379,6 per dolar pada hari Kamis.

Euro turun kurang dari 0,1% menjadi $1,1326, setelah naik 0,4% pada hari Rabu untuk sesi ketiga berturut-turut.

Aktivitas bisnis zona euro secara tak terduga mengalami kontraksi bulan ini, Indeks Manajer Pembelian gabungan awal HCOB menunjukkan pada hari Kamis.

Nilai tukar pound sterling naik 0,1% menjadi $1,3436.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya, terakhir turun sekitar 0,1% menjadi 99,51, tepat di atas level terendah dua minggu kemarin di angka 99,333.