Mengapa Memilih Kami?

Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi para klien

Trading aman dan nyaman bersama kami sekarang!
platform

MetaTrader5:
Platform trading terpercaya siap melayani Anda

Berita

Analisis Harian
Berbagai Faktor Penting Mendorong Emas Meneruskan Kenaikan Tajam

Penulis: Guru Liu19 April 2021

Analisis Fundamental Menurut situs Paper Gold of China, jumlah perdagangan pada bursa pertukaran emas terbesar di dunia Exchange Traded Fund (ETF) terhitung tanggal 17 April adalah 1019,66 ton, dengan pengurangan 3,20 ton dibandingkan dengan hari sebelumnya, dan tercatat pengurangan bersih sebesar 17,84 ton dalam bulan ini. Imbal hasil obligasi jangka AS 10 tahun tercatat di angka 1,56% pada hari Jumat, lebih rendah dari kisaran konsolidasi kenaikan baru-baru ini 1,60% hingga 1,75%. Dengan pelemahan imbal hasil obligasi AS biasanya akan meningkatkan permintaan logam mulia di pasar. Didorong oleh faktor-faktor seperti penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, pelemahan dolar AS, dan pandemi virus korona yang semakin memburuk di Eropa, serta ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia. Semua faktor tersebut mengakibatkan harga emas terus melonjak pada hari Jumat. Emas spot sempat naik hingga hampir $20, mencapai level tinggi baru sejak 25 Februari menjadi $1.783,65 per ons. Emas spot akhirnya ditutup pada $1.775,64/ons. Strategi Investasi Hari Ini Pada grafik harian emas, Bollinger Bands harga emas melebar, Stochastic membentuk Golden Cross. Pada grafik 4 jam, Bollinger Band harga emas melebar, Stochastic membentuk Death Cross; Pada grafik 1 jam, Bollinger Band harga emas menyempit, Stochastic membentuk Death Cross. Terdapat konsolidasi koreksi untuk jangka pendek. Strategi hari ini adalah Beli di harga rendah, disarankan Beli (Buy) di 1766.6-1777.6, terapkan stop loss di 1764.6, target di 1782.6-1790.6, level resistensi: 1807.9, level support: 1760.6. Pada grafik harian perak, harga perak tertekan di upper band pada Bollinger Band, Stochastic membentuk Golden Cross; Pada grafik 4 jam, Bollinger Band harga perak melebar, Stochastic membentuk Death Cross; Pada grafik 1 jam, Bollinger Band harga perak menyempit, Stochastic membentuk Death Cross. Terdapat konsolidasi koreksi untuk jangka pendek. Strategi hari ini adalah Beli di harga rendah, disarankan Beli (Buy) di 25.54-25.94, terapkan stop loss di 25.44, target di 26.04-26.44, level resistensi: 26.75, level support: 25.28. Informasi dan Acara Penting Hari Ini 16:00 Transaksi Berjalan (Setelah Tersesuaikan Musim) Zona Euro Bulan Februari                                            17:00 Output Konstruksi (Mom) Zona Euro Bulan Februari                                                                       10:00 Komisi Reformasi Dan Pembangunan Nasional Republik Rakyat Tiongkok Mengadakan Konferensi Pers Pada Bulan April. 04:00 Menteri Keuangan Kanada Freeland (Akan Menyerahkan Anggaran Federal Pertama Dalam Dua Tahun Untuk Memberikan Dukungan Yang Diperlukan Bagi Masyarakat Yang Dilanda Dampak Epidemi Dan Mengusulkan Rencana Untuk Membantu Pertumbuhan Ekonomi Ketika Epidemi Mereda. Catatan Informasi rekomendasi operasi hari ini berlaku untuk waktu sistem GMT 02:00-11:00 (HKT10:00-19:00). Untuk rekomendasi operasi pasar malam, pelanggan dapat merujuk pada analisis pasar malam.
Analisis Harian
EURUSD Stabil di Bawah Titik 1,20

Penulis: Thibault Moirez19 April 2021

Euro terhadap Dollar tetap stabil di hari Jumat meski pasar valuta asing tidak ada kepastian. Dollar AS tetap mendekati level terendah dalam sebulan terhadap mata uang Eropa. Pada penutupan pasar pada hari Jumat, Euro kembali naik 0,14 persen terhadap Dollar menjadi 1,19817 Dollar terhadap Euro, sehingga untuk basis mingguan EUR/USD genap 0,71 persen. Pasangan mata uang ini dengan kuat memantul dari titik rendah bulanannya di sekitar 1,17 dan menempatkan kinerja tren naik selama 2 minggu berturut-turut. Trader mata uang asing tetap ragu pada nilai Dollar AS, yang memulai tahun ini (masih naik 2% terhadap Euro hingga saat ini), telah melemah sejak awal bulan. Namun, sinyal terakumulasi pada pemulihan yang cepat di Amerika Serikat: semangat konsumen naik, inflasi tinggi, tingkat pengangguran turun ... Tetapi, "data AS yang kuat tidak lagi cukup untuk membawa Dollar", komentar Esther Reichelt, analis di Commerzbank, yang percaya bahwa "efek positif dari rencana stimulus Joe Biden dan kecepatan kampanye vaksinasi sudah diperhitungkan dalam harga Dollar". Adapun rencana investasi kedua presiden AS yang berfokus pada infrastruktur, "kami harus menunggu hingga musim panas ini untuk mengetahui sejauh mana hal tersebut akan diterapkan, terlalu kabur untuk saat ini untuk menguntungkan Dollar" kata Esther Reichelt. "Pesan yang jelas dari Fed (Bank Sentral AS) berperan" dalam kurangnya tanggapan Dollar terhadap berita baik AS, menurut Derek Halpenny seorang analis di MUFG. Trader mata uang asing akan menilai Dollar lebih menarik jika suku bunga lebih tinggi, tetapi Fed telah berjanji di setiap kesempatan untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung pemulihan, bahkan jika inflasi naik sesaat. Kedepannya dalam hal fundamental, evolusi EUR/USD akan sangat bergantung pada evolusi long rate AS. Pasangan mata uang ini telah rebound sejak long rate AS mulai terhenti. Titik tinggi lebih lanjut dalam imbal hasil 10 tahun AS kemungkinan akan menghidupkan kembali permintaan obligasi dari investor internasional, yang akan memberi tekanan pada Euro. Selain perkembangan obligasi, EUR/USD juga akan dipengaruhi oleh perkembangan situasi kesehatan Eropa. Jika pemerintah Eropa memperpanjang pembatasan kesehatan lagi, Euro akan kembali berada di bawah tekanan. Sebaliknya, jika pembatasan tidak diperpanjang dan kampanye vaksinasi terus dipercepat sesuai jadwal, Euro kemungkinan akan terus meningkat. Dalam jangka pendek, katalis berikutnya yang harus diperhatikan adalah perilisan produksi industri AS dan penjualan ritel serta indeks manufaktur Federal di New York dan Philadelphia sore ini. Rilis PDB Tiongkok malam ini juga akan menjadi faktor penting untuk EUR/USD. Hal ini karena rilis yang lebih baik dari perkiraan akan mendukung permintaan untuk Yuan, yang akan memberikan tekanan pada Dollar karena Dollar AS adalah mata uang utama Yuan (dan sebagian besar mata uang lainnya). Dari sudut pandang teknikal, resistensi langsung terlihat jelas di angka 1,20. Trader akan memperhatikan dengan seksama aksi harga menjelang tes potensial keempat dari level itu di minggu mendatang. Jika tren naik Euro gagal lagi untuk menutup di atasnya, penjual mungkin melihat ini sebagai tanda ketidakpastian dan mendorong harga kembali ke target batas bawahnya di 1,19. Pedagang dapat memanfaatkan pergerakan terikat kisaran antara 1,20 dan 1,19 untuk menentukan level entri jangka pendek untuk pesanan beli / jual. Titik Support dan Resistance R3 1.21000R2 1.20657R1 1.12000S1 1.19431S2 1.18883S3 1.18000 Sumber Grafik: Tradingview 18.04.2021
Analisis Harian
Ulasan Pasar Tanggal 19 April 2021

Penulis: Peter Cruz19 April 2021

Emas kembali meroket pada pembukaan perdagangan pasar dan pergerakan harga naik menuju pengujian resistensi. Sejauh ini, level support utama tetap tidak berubah, dan kenaikan diperkirakan akan mencapai target $ 1.795. Setelah membuat retracement Fibonacci 6-11,8% dari koreksi perdagangan harian sebelumnya, harga membentuk pola W yang diperpanjang pada grafik harian. Pada data ada Transaksi Berjalan Zona Euro; Output Konstruksi Zona Euro; Laporan Bulanan Buba Jerman dan Lelang Surat Utang 3 & 6 Bulan AS.
Berita Ekonomi
Dolar Melanjutkan Pelemahan Pada Pembukaan Pasar Asia Hari Senin

Penulis: Admin19 April 2021

Dolar melanjutkan rally pelemahan yang terjadi dari minggu lalu pada pembukaan pasar Asia hari Senin, mengabaikan kenaikan dari set data makro ekonomi AS. Indeks dolar AS pada perdagangan hari ini tercatat turun 0,01% menjadi 91,55. Dengan sebagian besar data yang kuat dan berita vaksin positif yang sekarang diperkirakan, greenback akan berjuang untuk mendapatkan keuntungan dalam perdagangan jangka pendek. Pasangan AUD / USD naik tipis 0,16% menjadi 0,7738 dan pasangan NZD / USD juga naik 0,10% menjadi 0,7162. Pasangan USD / CNY turun sekitar 0,12% menjadi 6,5296. Data ekonomi China yang dirilis pada hari sebelumnya mengatakan bahwa PDB untuk kuartal pertama tumbuh masing-masing 18,3% dan 0,6% tahun-ke-tahun dan kuartal-ke-kuartal di bulan Maret. Meskipun kedua angka tersebut lebih rendah dari perkiraan, pertumbuhan ekonomi meningkat secara tahunan dan melambat secara triwulanan. Imbal hasil Treasury 10-tahun jatuh ke level terendah satu bulan di 1,528% selama sesi sebelumnya, dari tertinggi 1,776% pada akhir Maret 2020, bahkan setelah penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan dan klaim pengangguran minggu lalu. Sementara dari jadwal rilis data ekonomi, tidak ada yang menawarkan banyak alasan untuk optimisme untuk kenaikan Dolar. Bantuan dari Federal Reserve masih belum pulih karena Ketua Jerome Powell mengatakan bank sentral sangat tidak mungkin untuk menaikkan suku bunga sebelum 2022. Rencana infrastruktur baru Biden, yang ditujukan untuk momentum ekonomi jangka panjang, dapat memberikan sentimen yang dibutuhkan dolar untuk mendapatkan kembali momentum kenaikan, tetapi kemajuan pada langkah legislatif tidak mungkin terjadi sampai musim panas.
Berita Ekonomi
Euro Lebih Rendah Jumat Pagi Terkait Peningkatan Kasus Covid di Eropa

Penulis: Admin16 April 2021

Euro lebih rendah Jumat pagi di tengah berita meningkatnya kasus baru Covid-19 di Jerman yang kembali naik melebihi kejadian di bulan Januari. Hal ini semakin menekan pemerintah Jerman untuk terus meningkatkan pengetatan dan pembatasan dan semakin tertundanya proses pemulihan ekonomi. Walaupun program vaksinasi mulai meningkat dengan hampir 20% populasi penduduk. Data ekonomi yang dirilis kemarin yaitu inflasi CPI di Jerman dan Prancis juga relatif flat sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI untuk kawasan Uni Eropa secara keseluruhan dan neraca perdagangan. Poundsterling relatif masih menguat terhadap Dolar dengan optimisme pemulihan ekonomi di negara ini seiring dengan program vaksinasi yang mengungguli wilayah lainnya di benua Eropa. Dengan kembali dibukanya pusat perbelanjaan, restoran dan bisnis lainnya sejak awal minggu, disambut antusias oleh penduduk Inggris yang sudah 2x mengalami lockdown. Iklan online dibutuhkannya tenaga kerja juga kembali meningkat seperti sebelum terjadinya pandemik. Skotlandia, Irlandia Utara dan Wales baru akan menyusul dibuka kembali pekan depan. Diharapkan peningkatan aktifitas ekonomi ini akan dapat mendorong fundamental ekononi lebih baik lagi. Data ekonomi berupa Leading indeks juga semakin membaik -0.4% dari periode sebelumnya -0.5%. Set data fundamental ekonomi AS terus meningkat bahkan melampaui perkiraan. Data ekonomi Retail Sales di AS di bulan Maret dan awal April ini meningkat tajam 9.8% dari periode sebelumnya -2.7% dan cukup jauh melampaui perkiraan 5.8%. Begitu pula dengan data Core yang tidak menyertakan komponen belanja otomotif juga naik cukup signifikan 8.4% dari periode sebelumnya -2.5% dan juga melampaui perkiraan 5.1%. Data lainnya berupa indeks manufaktur negara bagian Philadelphia juga masih positif 50.2 lebih baik dari perkiraan 41 walaupun sedikit menurun dari periode sebelumnya 51.8. Sedangkan di negara bagian New York indeks manufaktur juga meningkat secara signifikan 26.3 dari periode sebelumnya 17.4 dan lebih baik dari perkiraan 19.3. Laporan mingguan klaim pengangguran juga berkurang tajam menjadi 576K dari periode sebelumnya 769K dan jauh lebih baik dari perkiraan 703K. Angka ini merupakan angka terendah sejak terjadinya pandemik di AS dengan kembali beroperasinya restoran, peritel dan bisnis lainnya yang mulai melakukan rekrutmen tenaga kerja. Yield obligasi pemerintah AS juga kembali turun setelah sempat naik sesaat setelah rilis data tersebut. Hari ini akan dirilis data sektor perumahan dan hasil survey preliminary dari University of Michigan.
Berita Ekonomi
Dolar Lebih Rendah Kamis Pagi Seiring dengan Lonjakan Inflasi AS Minggu Ini

Penulis: Admin15 April 2021

Dolar lebih rendah Kamis pagi, seiring dengan lonjakan inflasi AS pada minggu ini setelah komentar dari sejumlah pejabat Fed yang berulang lagi menegaskan bahwa tingkat inflasi pasti terjadi namun tetap tidak akan mengubah kebijakan moneter dari Fed karena sifatnya yang temporer. Meski sejumlah data inflasi naik melampaui perkiraan, namun dolar justru terus melemah begitu juga yield obligasi pemerintah AS yang meskipun naik namun tidak cukup berarti. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato kemarin mengatakan Fed akan mengurangi pembelian surat berharga pada program QE-nya sebelum mengubah kebijakan suku bunga acuan. Hal ini menegaskan urutan prioritas kebijakan moneter yang kemungkinan akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa jangka waktu bulan bahkan hingga tahun ke depan. Sedangkan, Wakil Ketua Fed – Richard Clarida mengatakan kebijakan moneter yang benar adalah tidak menghilangkan volatilitas inflasi namun yang perlu di perhitungkan adalah inflasi dalam jangka panjang yang dipastikan tidak akan jauh dari target Fed 2%. Jika dalam jangka panjang terus meningkat, baru diperlukan campur tangan Fed. Sementara laporan aktifitas ekonomi dari 12 negara bagian dalam Beige Book menunjukkan pemulihan ekonomi antara akhir Februari hingga awal April berjalan dengan kecepatan sedang. Sedangkan skeptisme akan program vaksinasi di AS meningkat setelah adanya 6 kasus vaksin produksi Johnson & Johnson memberikan dampak negatif berupa penggumpalan darah sama seperti vaksin dari AstraZeneca di Eropa. Dua badan kesehatan AS, yaitu FDA dan CDC sempat menganjurkan untuk penundaan penggunaan vaksin ini, namun setelah melalui investigasi keduanya kembali memperbolehkan penggunaan vaksin ini.

Testimonial

Mungkin kata-kata kami belum dapat menggugah, biarlah nasabah kami yang berbicara

Mitra Kami