Mengapa Memilih Kami?

Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi para klien

Trading aman dan nyaman bersama kami sekarang!
platform

MetaTrader5:
Platform trading terpercaya siap melayani Anda

Berita

Analisis Harian
Kinerja Dolar AS Melemah, Harga Emas Berfluktuasi Naik Tipis

Penulis: Guru Liu12 May 2021

Analisis Fundamental Menurut situs Paper Gold of China, jumlah perdagangan pada bursa pertukaran emas terbesar di dunia Exchange Traded Fund (ETF) terhitung tanggal 12 Mei adalah 1025,15 ton, setara dibandingkan dengan hari sebelumnya, dan tercatat pengurangan bersih sebesar 8,11 ton bulan ini. Dengan adanya kekhawatiran para investor mengenai inflasi, imbal hasil obligasi AS telah meningkat. Imbal hasil obligasi AS jangka 10-tahun sempat naik menjadi 1,628%, level tertinggi sejak tanggal 3 Mei. Karena kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar AS turun tipis, serta indeks dolar AS mencapai titik terendah dalam lebih dari dua bulan selama sesi perdagangan harian, hal ini mendukung harga emas naik tipis dari performa sebelumnya. Pada hari Selasa, emas spot naik sedikit dan ditutup pada $1.837,18 per ons, meskipun pada perdagangan harian sempat turun menembus level psikologis $1.818. Kinerja indeks dolar AS yang lemah menguntungkan pasar logam. Jika para investor menganggap koreksi kali ini sebagai peluang untuk masuk posisi Beli bagi pedagang berjangka jangka pendek, tentu wajar saja. Para investor masih menunggu data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan April yang akan diumumkan pada hari Rabu untuk menentukan apakah Fed akan ada perubahan mengenai inflasi. Strategi Investasi Hari Ini Pada grafik harian emas, Bollinger Bands harga emas menyempit, Stochastic berada di level tinggi. Pada grafik 4 jam, Bollinger Band harga emas menyempit, Stochastic membentuk Golden Cross; Pada grafik 1 jam, Bollinger Band harga bergerak sideways, Stochastic membentuk Death Cross. Terdapat konsolidasi koreksi untuk jangka pendek. Strategi hari ini adalah beli di harga rendah. Disarankan Beli (Buy) di 1.817,0-1.828,1, terapkan stop loss di 1.815,0, target di 1.833,0-1.841,0, level resistensi: 1.857,1, level support: 1.808,1. Pada grafik harian perak, Bollinger Band harga mengarah ke atas, Stochastic membentuk Death Cross; Pada grafik 4 jam, Bollinger Band harga perak menyempit, Stochastic berada di level atas. Pada grafik 1 jam, Bollinger Band harga perak melebar, Stochastic membentuk Death Cross. Terdapat konsolidasi kenaikan untuk jangka pendek. Strategi hari ini adalah beli di harga rendah. Disarankan Beli (Buy) di 26,90-27,31, terapkan stop loss di 26,80, target di 27,40-27,80, level resistensi: 28,34, level support: 26,74. Informasi dan Acara Penting Hari Ini 14:00 Tingkat Bulanan Output Industri Inggris Bulan Maret (%) 14:00 Neraca Perdagangan Pascapenyesuaian Secara Musiman Inggris Bulan Maret (Ratusan Juta Pound) 14:00 Nilai Akhir Indeks Harga Konsumen (CPI) (YoY) Bulan April (%) 14:00 Nilai Awal PDB Kuartal Pertama Inggris Raya (%) 16:00 IEA Merilis Laporan Pasar Minyak Mentah Bulanan 17:00 Pidato Gubernur Boe Bailey Di Pertemuan Tahunan International Swap And Derivatives Association (ISDA) 20:30 Indeks Harga Konsumen (CPI) AS Tanpa Penyesuaian Musiman (YoY) Bulan April (%) 20:30 Indeks Harga Konsumen (CPI) Inti AS Tanpa Penyesuaian Musiman (YoY) Bulan April (%) 22:30 Perubahan Inventori Minyak Mentah EIA Mingguan AS Hingga Tanggal 7 Mei (Puluhan Ribu Barel) Catatan Informasi rekomendasi operasi hari ini berlaku untuk waktu sistem GMT 02:00-11:00 (HKT10:00-19:00). Untuk rekomendasi operasi pasar malam, nasabah dapat merujuk pada analisis pasar malam.
Analisis Harian
Apakah Emas Tidak Menarik Lagi?

Penulis: Thibault Moirez12 May 2021

Setelah menyentuh titik tertinggi selama ini di atas 2.000 di Agustus 2020, performa emas kini kurang berkilau dalam beberapa bulan terakhir dengan tren turun tahun fiskal ini. Dengan kampanye Covid-19 yang sedang berjalan dan suku bunga gulir yang bervariasi di seluruh negara, bursa kini beralih perhatiannya pada imbal hasil obligasi riil yang meningkat dan potensi merebaknya inflasi karena pemulihan ekonomi pegang kendali. Hal ini juga diiringi dengan nada yang cenderung ke arah reflasi di bursa ekuitas, sedangkan komoditas industry, seperti tembaga, melampaui ekspektasi dengan pemulihan total. Namun, sebaliknya, emas tetap anjlok yang mungkin tidak mengherankan karena karakteristiknya yang berkebalikan. Periode ini membingungkan menimbang hasil pandangan harga emas. Masih tidak jelas seberapa jauh dan cepat suku bunga riil dapat meningkat – utang yang berada pada tingkat tinggi mungkin dapat membatasi kenaikan imbal hasil – dan ketika inflasi jangka pendek tidak dapat dihindari akibat efek suku bunga dasar, sehingga seberapa lama tekanan inflasi berlanjut itu masih abu-abu. Skenario yang lebih optimis bagi emas adalah munculnya tekanan inflasi yang lebih tinggi akibat kombinasi apresiasi harga masuk, kendala kapasitas yang terus menumpuk dalam industri dan pertumbuhan gaji riil. Jika skenario 2002-2007 terulang lagi, inflasi yang meningkat stabil dapat menahan keuntungan dan membuat performa emas tampil prima. Di sisi lain, jika imbal hasil yang meningkat terus mendominasi, seiring dengan dolar AS yang menguat, kondisi akan semakin menantang bagi emas. Dari pandangan teknis, emas menetap di bawah 1.840 per ons dan membuat lonjakan harga terakhir dipertanyakan kelanjutannya. Jika harga emas gagal bertahan di atas support langsung di 1.830 dalam jangka pendek, maka kecil kemungkinan yang dapat dilakukan untuk menahan penurunannya ke titik harga signifikan di 1.800. Sebaliknya, jika para pembeli mampu mempertahankan momentum, target jangka panjang emas adalah untuk menyentuh titik 1.875 pekan depan. Simpulannya, kita sedang berada di persimpangan. Sinyal lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan trayek emas dan apakah emas akan tetap menjadi kesayangan para investor. Jangan sampai ketinggalan juga untuk menyebutkan kedatangan aset baru: bitcoin (dan lebih umumnya mata uang kripto). Hal-hal tersebut dapat memperburuk efek penurunan harga emas akibat daya tariknya di mata kaum milenial. Kaum milenial mungkin melihat aset digital dapat ditukar dengan emas karena statusnya yang di luar sistem moneter tradisional. Sumber Grafik: Tradingview 11.05.2021
Analisis Harian
Harga Emas Masih Menguntungkan dengan Mempertahankan Konsolidasi Tajam!

Penulis: Guru Ling11 May 2021

Pada hari sebelumnya, harga emas berkonsolidasi tajam mengoreksi pergerakan. Pada sesi awal, terjadi retest pergerakan hingga stabil di sekitar 1829 lalu mempertahankannya. Pada sesi tengah, harga emas berkonsolidasi naik hingga mencapai batas resistensi di sekitar 1839 lalu retest. Pada sesi akhir, harga emas melanjutkan pengujian naik hingga mencapai level tinggi baru di sekitar 1845 kemudian tidak dapat naik lagi. Pasar akhirnya ditutup pada 1835.5. Analisis Fundamental Dari sisi berita, laporan stabilitas keuangan tengah tahun yang diumumkan The Fed menegaskan sikap kebijakan pelonggaran moneter saat ini, sementara data upah Non-Pertanian berbeda jauh dengan ekspektasi. Pasar berpikir bahwa paling tidak dalam tahun ini pelonggaran akan menguntungkan dengan suku bunga yang mendekati 0. Selain itu, harga emas masih akan menguntungkan karena telah berhasil menembus posisi 1800. Analisis Teknikal Pada grafik mingguan, meskipun harga emas secara keseluruhan berada dalam gelombang koreksi, namun rebound menuju ke level lebih tinggi dalam grafik mingguan saat ini menarik perhatian pasar. Ditambah dengan support dari fluktuasi naik yang pesat, memiliki harapan untuk memandu harga emas menantang ke level yang lebih tinggi lagi. Pada grafik harian, sebelumnya harga emas menguji turun lagi pada struktur bentuk N di sekitar 1677 dan membentuk struktur double bottom. Setelah itu, terjadi rebound hingga menembus middle band yang sangat menguntungkan bagi harga emas. Ditambah dalam beberapa hari ini terjadi fluktuasi di sekitar area middle band bahkan dapat mempertahankan kestabilan. Saat ini, dengan penembusan posisi 1800 dan perkembangan yang pesat, membentuk ruang untuk mengambil tindak lanjut ke posisi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, harga emas dapat menantang ke level yang lebih tinggi lagi di sekitar 1875. Pada grafik 4 jam, dengan menembusnya harga emas pada 1800 bahkan menembus batas resistensi di sekitar 1802 pada minggu lalu, perkembangan struktur menjadi lebih jelas dan telah berubah menjadi gelombang rebound. Harga emas di sekitar 1677 ditetapkan sebagai titik awal. Karena disini pernah membentuk struktur head and shoulder, maka level tertinggi dari rebound sebelumnya di sekitar 1798 ditetapkan sebagai gelombang A, dan level tertinggi setelah mengalami koreksi ditetapkan sebagai gelombang C. Ekspektasi untuk menantang di sekitar 1875 jatuh di posisi yang sama dengan batas tertinggi dari grafik saat ini (koreksi turun pada grafik juga mempengaruhi batas tertinggi dari grafik ikut turun, dengan demikian, harga emas harus dengan cepat mengonfirmasi persiapan pengujian harga saat ini). Ditambahkan dengan target rebound pada Fibonacci retracement 50% pada kisaran harga 2075-1676 juga berada di sekitar 1875. Hal ini menunjukkan 3 alasan kuat pada posisi yang sama, sehingga memiliki harapan agar dengan cepat mengonfirmasi tantangan di sekitar harga ini tetapi juga harus memerhatikan batas resistensi. Namun, yang perlu diperhatikan yaitu ketidakcukupan kapasitas dana membuat konsolidasi saat ini menjadi pasif. Selain itu, hingga saat ini masih belum ada konfirmasi lebih lanjut setelah terjadinya penembusan di posisi 1800. Oleh karena itu, disarankan kepada para investor agar tetap sabar menunggu konfirmasi pengoreksian dari harga emas sebelum mengambil tindakan. Strategi Investasi Malam Berhati-hatilah ketika berinvestasi di malam hari dan ambil posisi Beli (Buy) di harga rendah. Ambil posisi Beli (Buy) di 1821.0-1827.0, terapkan stop loss di 1816.0, target di 1835.0-1845.0, level resistensi: 1845.0, level support: 1823.0. Data Penting Malam Ini 18:00  Indeks Optimisme Bisnis NFIB AS Bulan April 20:55  Indeks Redbook (Tahunan) AS Bulan Mei 22:00  Lowongan Pekerjaan JOLTS AS Bulan Maret 22:30  Penyampaian Pidato Oleh The Fed, John C. Williams 00:00 [dini hari]  Penyampaian Pidato Oleh The Fed, Lael Brainard 01:00 [dini hari]  Penyampaian Pidato Oleh The Fed, Mary C. Daly Catatan Ulasan malam hari ini berlaku selama waktu sistem GMT 09:30-20:00 (HKT17:30-04:00).
Berita Ekonomi
Dolar Diperdagangkan Stabil Pada Hari Selasa Jelang Data Inflasi AS

Penulis: Admin11 May 2021

Dolar diperdagangkan stabil terhadap mata uang utama lainnya jelang rilis data inflasi AS yang baru akan dirilis besok. Sebelumnya dolar melemah setelah laporan tenaga kerja Non-Farm Payroll di penghujung pekan lalu sangat jauh dari perkiraan. Pasar ingin mengetahui dampak dari data tenaga kerja pekan lalu itu dapat memicu inflasi tinggi seperti spekulasi sebelumnya. Pergerakan mata uang akhir-akhir ini diwarnai oleh naik-turunnya yield obligasi pemerintah AS yang merefleksikan peluang Fed untuk mulai melakukan perubahan kebijakan moneternya seiring dengan pemulihan ekonomi di AS. Meskipun sejumlah pejabat Fed terus menegaskan tidak akan mengubah kebijakan tersebut dalam waktu dekat dan jika terjadi lonjakan inflasi maka hal tersebut hanya bersifat transisi. Dengan permintaan yang diperkirakan terus naik dengan pelonggaran semakin meluas dan meningkatnya aktifitas ekonomi mulai berjalan normal seiring dengan program vaksinasi yang sukses. Sedangkan penawaran masih belum normal masih terkendala dengan terbatasnya bahan baku selama masa pandemik sebelumnya akan menyebabkan inflasi naik. Dalam survey yang dilakukan oleh Fed cabang New York tercatat ekspektasi kenaikan inflasi mencapai level tertinggi sejak September 2013 lalu. Survei ini mengukur seberapa anggaran belanja rumah tangga pada bayar kredit rumah, sewa, bbm dan biaya kuliah. Meskipun demikian masih diperlukan data lebih komprehensif sebelum Fed mulai membahas tapering. Presiden biden dalam konferensi pers semalam mengatakan dalam beberapa bulan mendatang AS akan mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis, namun sejumlah pejabat Fed akan memberikan testimoni. Di lain tempat, Poundsterling terus menguat mencapai level tertinggi bulanan terakhir namun juga terhadap Euro seiring dengan semakin meluasnya pelonggaran di negara ini. Sementara pemilu di Skotlandia sudah berakhir seperti yang diperkirakan dengan kemenangan partai Skolandia National Party yang memiliki agenda untuk megajukan referendum kemerdekaan dari Inggris. Namun pasar tidak melihat hal tersebut sebagai ancaman karena masih diperlukan proses dalam jangka panjang. Ketua partai tersebut – Nicola Sturgeon menyampaikan prioritas utamanya adalah masih pada mengendalian pandemik covid-19. Selain itu usulan referendum tersebut untuk dapat diterima oleh pemerintah Inggris.
Berita Ekonomi
Dolar Lebih Lemah Pada Senin Pagi Setelah Rilis Payrolls AS Minggu Lalu

Penulis: Admin10 May 2021

Dolar lebih lemah pada Senin pagi setelah rilis laporan tenaga kerja Non-Farm Payroll AS pekan lalu yang dirilis sangat jauh dari perkiraan. Diluar perkiraan penambahan lapangan kerja diluar sektor pertanian atau Non-Farm Payroll hanya menambahkan sebanyak 266K yang sangat jauh dari perkiraan mendekati 1 juta lapangan kerja. Begitu juga data periode sebelumnya di revisi turun dari 916K menjadi hanya 770K. Sementara tingkat pengangguran juga meningkat 6.1% dari periode sebelumnya 6.0% dan juga lebih jelek dari perkiraan turun 5.8%. Satu-satunya data positif adalah terjadinya kenaikan upah rata-rata 0.7% jauh lebih baik dari perkiraan 0.0% dan periode sebelumnya yang -0.1%. Menurunnya penambahan lapangan kerja ini diperkirakan karena sebagian rakyat AS masih segan untuk mengambil peluang kerja karena adanya dana bantuan dari paket stimulus fiskal bulan Maret lalu, yang masih berlaku hingga bulan September mendatang. Terutama di sektor manufaktur dan tenaga kerja paruh waktu, meskipun di sektor pariwisata terjadi peningkatan sebanyak 330K lapangan kerja namun tidak diimbangi dengan sektor manufaktur. Dengan data ini menegaskan mengapa ketua Fed – Jerome Powell dan pejabat Fed lainnya belum membahas perihal tapering dalam pertemuan moneter beberapa pekan lalu. Hal ini sekaligus menghapus spekulasi akan terjadinya lonjakan inflasi seperti yang selama ini beredar di pasar. Sementara itu Euro menguat hingga 1.2172 mendekati level tertinggi yang terjadi pada 26 Februari lalu di 1.2177 seiring dengan pelemahan mata uang dolar. Fundamental ekonomi Uni Eropa sendiri tidak ada yang dirilis namun dengan laju program vaksinasi yang semakin meningkat diharapkan dapat segera menyusul pemulihan ekonomi di AS dan Inggris tidak lama lagi. Hari ini akan dirilis data sentimen investor dan sepanjang pekan ini akan dirilis data sentimen ekonomi dari ZEW dan juga data inflasi di Jerman dan Prancis serta proyeksi ekonomi dari Komisi Eropa.
Berita Ekonomi
Dolar Lebih Lemah Jumat Pagi Menjelang Laporan Non-farm Payrolls AS

Penulis: Admin07 May 2021

Dolar melemah terhadap mata uang lainnya menjelang laporan tenaga kerja Non-Farm Payroll malam ini. Dengan perkiraan akan terjadi penambahan lapangan kerja mendekati 1juta atau tepatnya sebanyak 990K dari periode sebelumnya 916K. Ini merupakan kenaikan terbanyak sejak Agustus tahun lalu seiring dengan pemulihan ekonomi dengan pelonggaran sejumlah pembatasan sebelumnya. Sejumlah besar perusahaan kembali berbisnis sehingga melakukan perekrutan sumber daya manusia untuk mengisi kekosongan yang terjadi sebelumnya.   Meskipun demikian tidak sepenuhnya laju penambahan tenaga kerja ini secepat yang diperkirakan dimana komponen tenaga kerja dari sektor manufaktur justru terus menurun dalam 5 bulan terakhir dan tidak terjadi pengurangan yang cukup signifikan dari laporan mingguan klaim pengangguran. Data ISM sektor jasa dan data ADP meskipun naik namun tidak sebanyak yang diperkirakan. Ini menandakan meski terjadi lonjakan penambahan lapangan kerja di sektor jasa namun secara umum aktifitas ekonomi di sektor jasa masih belum terlalu banyak permintaannya. Sedangkan argumen yang positif adalah terjadinya penurunan jumlah PHK seperti yang dilaporkan Challlenger -96.6% dari periode sebelumnya -86.2%. Kepercayaan konsumen yang meningkat hingga level tertinggi sejak Maret tahun lalu dan indeks sentimen konsumen dari University of Michigan yang naik tajam. Selain data Non-Farm Payroll, pasar juga akan mencermati data upah rata-rata dan tingkat pengangguran yang dirilis bersamaan. Di lain tempat, Poundsterling melemah terhadap Dolar paska pertemuan moneter MPC dari Bank Sentral Inggris (BOE). Seperti yang sudah diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan moneter dan juga tidak ada tapeirng atau pengurangan program QE-nya. BOE optimis akan pemulihan ekonomi seiring dengan pelonggaran bertahap yang dilakukan namun optimisme ini tidak diikuti dengan proyeksi kebijakan moneter yang lebih cepat. BOE menyatakan kebijakan moneter tidak akan berubah sampai inflasi 2% dan utilitas kapasitas mencapai maksimum.

Testimonial

Mungkin kata-kata kami belum dapat menggugah, biarlah nasabah kami yang berbicara

Mitra Kami