Bursa saham negara berkembang Asia bergerak beragam pada Selasa siang, sementara sebagian besar mata uang tetap stabil, karena investor menantikan pertemuan penting Federal Reserve dan perkembangan dari pertemuan puncak Gedung Putih dengan para pemimpin Eropa yang dapat menentukan arah perang Ukraina.
Saham di Filipina (PSEI) dan Korea Selatan (KOSPI) masing-masing turun 0,8% dan 0,4%, sementara saham di Taiwan (TAIEX) turun 0,3%. Di sisi lain, ekuitas di Singapura dan Malaysia sama-sama menguat 0,6%.
Simposium tahunan Federal Reserve yang berlangsung hingga 21-23 Agustus menjadi fokus utama, dengan Ketua Jerome Powell dijadwalkan berbicara tentang prospek ekonomi dan kerangka kebijakan bank sentral.
Suasana hati-hati menjelang acara tersebut membuat indeks dolar tetap stabil, sementara pasar juga menunggu perkembangan setelah pertemuan puncak Gedung Putih dengan negara-negara Eropa yang dapat menentukan fase selanjutnya dari perang di Ukraina.
Mata uang Asia sebagian besar melemah terhadap dolar yang stabil. Peso Filipina melemah 0,2% sementara dolar Taiwan melemah 0,1%. Mata uang lain di kawasan ini sebagian besar stagnan.
Sementara itu di Indonesia, rupiah melemah 0,5% seiring dibukanya kembali pasar setelah libur panjang akhir pekan, dengan investor menunggu keputusan kebijakan Bank Indonesia pada 20 Agustus. Indeks saham acuan melemah 0,1%.
Bank sentral diperkirakan akan menghentikan siklus pelonggaran moneternya pada hari Rabu untuk mengukur dampak penurunan suku bunga sebelumnya, karena inflasi telah meningkat dan momentum ekonomi tetap solid pada kuartal terakhir, menurut jajak pendapat Reuters.