Wall Street ditutup melemah, meskipun menjauh dari level terendah sesi yang tercipta sebelumnya, karena investor mempertimbangkan ketidakpastian baru seputar perdagangan global setelah pengadilan banding federal memutuskan bahwa sebagian besar tarif besar-besaran Presiden Donald Trump adalah ilegal.
Pengadilan banding pada hari Jumat mengizinkan tarif Trump tetap berlaku hingga 14 Oktober, dan Trump pada hari Selasa mengatakan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.
Perkembangan terbaru ini semakin mempersulit investor dan pelaku bisnis untuk memprediksi masa depan kebijakan perdagangan AS dan bagaimana kebijakan tersebut akan memengaruhi perusahaan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Nvidia, Apple, dan Amazon semuanya berada dalam situasi perang dagang Trump dengan Tiongkok, dan masing-masing saham mereka turun lebih dari 1%, memberikan beban terberat pada S&P.
Setelah tutup pada hari Senin untuk libur Hari Buruh, S&P 500 ditutup turun 0,7%. Diawal sesi, indeks ini turun hingga 1,5%.
Penurunan S&P 500 membuatnya turun sekitar 1,3% dari rekor penutupan tertingginya Kamis lalu.
Sedangkan indeks Nasdaq turun 0,8% dan Dow Jones melemah 0,55%