Dolar AS berada dalam posisi defensif pada Rabu pagi setelah komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperkuat spekulasi penurunan suku bunga bulan ini.
Dolar AS melemah terhadap yen dan franc Swiss sebagai aset safe haven pada Selasa karena Washington dan Beijing saling serang dalam pertikaian tarif yang memanas. Euro juga menguat terhadap dolar setelah pemerintah Prancis mengusulkan penangguhan reformasi pensiun yang penting.
Indeks dolar turun 0.15% di 98,88 pada pukul 10.26 WIB, setelah turun 0,2% pada sesi sebelumnya.
Dolar AS menguat di 151,08 yen, setelah melemah 0,3% pada Selasa, dan sedikit berubah di 0,8013 franc, setelah turun 0,3% semalam.
Euro bertahan kuat di $1,1620 setelah menguat 0,3% pada sesi sebelumnya.
Powell membuka peluang untuk memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pada 28-29 Oktober dengan mengatakan bahwa pasar tenaga kerja masih terpuruk dalam kelesuannya, baik dalam hal perekrutan maupun pemecatan, dan bahwa tidak adanya data ekonomi resmi akibat penutupan pemerintah tidak menghalangi para pembuat kebijakan untuk menilai prospek ekonomi, setidaknya untuk saat ini.
Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga seperempat poin bulan ini dan satu lagi pada bulan Desember, diikuti oleh tiga kali pemangkasan lagi tahun depan, menurut data LSEG.
Di sisi global, AS dan Tiongkok meningkatkan ketegangan pada hari Selasa dengan saling balas tarif terhadap perusahaan pelayaran yang mengangkut berbagai barang, mulai dari mainan liburan hingga minyak mentah. Presiden Donald Trump mengatakan Washington sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri beberapa hubungan dagang dengan Beijing, termasuk untuk minyak goreng.
Aussie naik tipis 0,1% menjadi $0,6491, setelah turun 0,5% sehari sebelumnya, ketika menyentuh level terendah sejak 22 Agustus di $0,64405.
Dolar Selandia Baru melemah 0,1% menjadi $0,5706, melanjutkan penurunan 0,2% dari hari Selasa, saat merosot ke level terendah enam bulan di $0,56839.