Harga emas naik ke level tertinggi baru diatas $3.500 per ons pada awal sesi Asia, didukung oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve bulan ini dan melemahnya dolar AS.
Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi $3.508,50 setelah mencatat kenaikan hari keenam pada Selasa siang. Harga terakhir naik 0,35% di $3.484 per ons pada pukul 13.56 WIB.
Laporan inflasi AS pekan lalu memperkuat harapan pelonggaran moneter, dengan pasar kini memperkirakan sekitar 90% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25bps pada pertemuan Fed mendatang.
Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, juga menegaskan kembali dukungannya terhadap penurunan suku bunga.
Serangan Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve, termasuk keputusannya untuk mencopot Gubernur Lisa Cook, menimbulkan kekhawatiran bahwa Gedung Putih sedang melemahkan independensi bank sentral di saat alasan untuk mulai memangkas suku bunga masih belum jelas.
Investor kini menantikan laporan data penggajian non-pertanian AS, yang akan dirilis akhir pekan ini, yang dapat memengaruhi besaran penurunan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan oleh Fed.
Data ekonomi AS untuk bulan Agustus akan menjadi fokus akhir pekan ini karena para pengamat pasar mencoba memastikan sejauh mana kebijakan Trump memengaruhi aktivitas industri dan pasar tenaga kerja. Data yang akan dirilis antara lain indeks manajer pembelian manufaktur dan jasa ISM serta laporan penggajian non-pertanian.
Selain itu, ketidakpastian atas tarif Presiden Donald Trump mendorong permintaan aset safe haven.
Pengadilan banding AS memutuskan pada hari Jumat bahwa sebagian besar tarif Trump ilegal, meskipun tetap mengizinkan tarif tersebut berlaku hingga 14 Oktober untuk memungkinkan banding lebih lanjut.