Euro stabil didekat level terendah dalam sebulan pada Rabu pagi, mengalami penurunan tajam minggu ini karena investor memperhitungkan dampak pakta perdagangan AS-UE dan menantikan pertemuan kebijakan dari Federal Reserve dan Bank of Japan.
Para pejabat AS dan Tiongkok sepakat untuk mengupayakan perpanjangan gencatan senjata tarif 90 hari mereka pada hari Selasa, setelah dua hari perundingan yang digambarkan kedua belah pihak sebagai perundingan konstruktif di Stockholm.
Tidak ada terobosan besar yang diumumkan, dan para pejabat AS mengatakan bahwa keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata yang berakhir pada 12 Agustus berada di tangan Presiden Donald Trump.
Perundingan Tiongkok-AS ini muncul setelah kesepakatan kerangka kerja antara AS dan UE diumumkan pada hari Minggu. Kesepakatan ini telah menimbulkan beragam rasa lega dan kekhawatiran dari Eropa, karena perjanjian tersebut tidak seimbang dan berpihak pada Amerika Serikat.
Euro menguat 0,12% ke level $1,1558 pada awal perdagangan setelah melemah selama dua hari pertama pekan ini dan mencapai level terendah dalam satu bulan di $1,15185 pada hari Selasa. Euro telah menguat 11,7% sejak awal tahun, tetapi berada di jalur penurunan bulanan pertamanya tahun ini.
Mata uang tunggal ini diuntungkan tahun ini karena dolar kehilangan daya tariknya akibat kebijakan perdagangan Trump yang tidak menentu, yang mendorong investor untuk mencari alternatif.
Poundsterling berada di level $1,3358 dan dolar Australia terakhir dibeli di $0,6517. Yuan lepas pantai sedikit berubah di level 7,178 per dolar AS. Yen Jepang sedikit menguat ke level 148,20 per dolar.
Hal ini membuat indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya, berada di level 98,815, mendekati level tertinggi dalam satu bulan. Indeks ini diperkirakan akan mencatat kenaikan bulan pertamanya tahun ini.
Fokus investor kini beralih ke rapat bank sentral, dengan The Fed yang akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis dini hari. The Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakannya, sehingga komentar dari Ketua Jerome Powell krusial untuk mengukur arah kebijakan.
Keputusan kebijakan ini muncul menyusul tuntutan Trump yang terus-menerus untuk penurunan suku bunga, yang bertepatan dengan kampanye serangan gencar terhadap Powell oleh presiden dan pejabat pemerintahan.
Ada spekulasi bahwa Gubernur Christopher Waller dan Wakil Ketua Pengawas Michelle Bowman dapat menyampaikan perbedaan pendapat jika The Fed mempertahankan suku bunga acuan untuk kelima kalinya sejak Desember.
BOJ juga diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakannya dan sorotan akan tertuju pada komentar dari Gubernur Kazuo Ueda karena investor berharap kesepakatan perdagangan baru-baru ini antara Jepang dan AS membuka jalan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga lagi tahun ini.