Analisis Harian Wall Street Ditutup Mixed, Perbankan...

Wall Street Ditutup Mixed, Perbankan Menguat

15-10-2025Penulis: Adminno1

Wall Street ditutup bervariasi pada hari Selasa karena investor mencerna hasil kuartalan yang sebagian besar positif dari bank-bank besar AS, komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dan perang dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung.

S&P 500 berbalik melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri beberapa hubungan dagang dengan Tiongkok, termasuk yang berkaitan dengan minyak goreng.

Sejumlah bank besar melaporkan hasil yang solid berkat kinerja yang kuat di segmen perbankan investasi, yang mendorong reli indeks perbankan S&P 500.

Wells Fargo ditutup 7,15% lebih tinggi, kenaikan persentase satu hari terbesar sejak November 2024, dan Citigroup melonjak hampir 4% setelah kedua bank tersebut mengalahkan estimasi laba kuartal ketiga.

JPMorgan Chase menaikkan proyeksi pendapatan bunga bersih setahun penuh dan Goldman Sachs mengalahkan ekspektasi Wall Street untuk laba kuartalan. Namun, saham kedua bank tersebut turun sekitar 2%.

Aset kelolaan BlackRock mencapai rekor $13,46 triliun, mengangkat sahamnya lebih dari 3%.

Menambah kekhawatiran tentang perang dagang Tiongkok-AS, kedua negara mulai mengenakan biaya pelabuhan tambahan kepada perusahaan pelayaran laut yang mengangkut segala sesuatu mulai dari mainan liburan hingga minyak mentah.

Ekuitas global terguncang pada hari Jumat setelah Trump mengancam tarif 100% atas barang-barang Tiongkok setelah Beijing memberlakukan kontrol atas ekspor mineral tanah jarang, meskipun ia melunakkan nadanya selama akhir pekan.

Pasar tenaga kerja AS masih terpuruk dalam kelesuannya yang rendah dalam hal perekrutan dan pemecatan hingga September, meskipun perekonomian secara keseluruhan “mungkin berada pada lintasan yang sedikit lebih kuat dari yang diperkirakan,” kata Powell dalam pidato yang disiapkan untuk disampaikan pada konferensi National Association for Business Economics.

S&P 500 turun 0,16% dan mengakhiri sesi di level 6.644,31 poin.

Nasdaq melemah 0,76% menjadi 22.521,70 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,44% menjadi 46.270,46 poin.

Sepuluh dari 11 indeks sektor S&P 500 menguat, dipimpin oleh saham-saham konsumen pokok, yang naik 1,72%, diikuti oleh kenaikan saham-saham industri sebesar 1,17%.

Walmart menguat 5% setelah perusahaan ritel tersebut menyatakan bermitra dengan OpenAI untuk memungkinkan pelanggan dan anggota Sam’s Club berbelanja langsung di ChatGPT.

Kenaikan saham-saham industri mendukung Dow Jones. Caterpillar melonjak 4,5% setelah JP Morgan menaikkan target harga sahamnya.

Dana Moneter Internasional (IMF) sedikit menaikkan proyeksi pertumbuhan global 2025, karena guncangan tarif dan kondisi keuangan terbukti lebih ringan dari perkiraan, sekaligus memperingatkan bahwa perang dagang AS-Tiongkok yang kembali terjadi dapat memperlambat output secara signifikan.