Euro merangkak menuju level tertingginya dalam hampir empat tahun pada Kamis pagi, sementara yen mempertahankan penguatannya menyusul kemajuan lebih lanjut dalam kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang terbesarnya, yang pada gilirannya mengangkat sentimen pasar secara lebih luas.
Uni Eropa dan AS sedang bergerak menuju perjanjian perdagangan yang dapat mencakup tarif dasar AS sebesar 15% untuk barang-barang Uni Eropa dan kemungkinan pengecualian, ungkap dua diplomat Eropa pada hari Rabu.
Hal itu terjadi menyusul kesepakatan perdagangan Washington dengan Tokyo yang menurunkan tarif impor otomotif dan membebaskan Tokyo dari pengenaan tarif baru atas barang-barang lain dengan imbalan paket investasi dan pinjaman senilai $550 miliar yang akan diberikan kepada AS.
Pasar global merespons perkembangan terbaru secara positif, karena aset berisiko menguat dan investor menjual dolar AS.
Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko menguat ke level tertinggi delapan bulan di $0,6604 pada Kamis pagi.
Euro stabil di $1,1768, mendekati level tertinggi $1,1830 yang dicapai awal bulan ini, yang menandai level terkuatnya dalam lebih dari tiga tahun.
Terhadap yen, dolar melemah 0,03% menjadi 146,38, memperpanjang pelemahannya terhadap mata uang Jepang untuk sesi keempat berturut-turut.
Meskipun berita kesepakatan perdagangan Jepang telah memicu gejolak di pasar saham domestik, penguatan yen tertahan oleh ketidakpastian politik yang masih ada di dalam negeri.
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pada hari Rabu membantah telah memutuskan untuk mengundurkan diri setelah sebuah sumber dan laporan media mengatakan ia berencana mengumumkan pengunduran dirinya untuk bertanggung jawab atas kekalahan telak dalam pemilihan majelis tinggi.
Di tempat lain, pound sterling menguat di $1,3582, setelah menguat 0,36% di sesi sebelumnya.
Indeks dolar terakhir sedikit berubah di 97,21, sementara dolar Selandia Baru melemah 0,01% menjadi $0,6046.
Selain negosiasi perdagangan, pasar juga akan berfokus pada keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa (ECB) nanti.
Ekspektasi para pembuat kebijakan adalah mempertahankan suku bunga acuan, meskipun pasar akan mencermati pernyataan mereka mengenai prospek kebijakan moneter. Investor umumnya memperkirakan satu lagi penurunan suku bunga ECB pada akhir tahun, kemungkinan besar pada bulan Desember.