Berita Ekonomi Dollar US Tetap Perkasa saat...

Dollar US Tetap Perkasa saat Inflasi Semakin Tinggi

25-07-2022Penulis: Berita Ekonomi

Dollar mengalami pelemahan yang cukup dalam pada akhir minggu kemarin, namun kembali menguat hari ini karena pelaku pasar mengantisipasi penguatan 75 bps terhadap suku bunga minggu ini dan sifatnya sebagai asset safe haven di tengah pelemahan ekonomi global. Penguatan USD juga akan ditopang jika pada hari kamis dini hari, Jerome Powell, ketua The FED, memberikan pernyataan yang hawkish mengingat betapa tingginya inflasi di AS sekarang.

Dengan adanya pernyataan dari Janet Yellen, Menteri Keuangan AS, kemarin ia berkata bahwa ekonomi AS sedang melambat dan perlambatan ini memang tidak bisa dihindari, namun dengan angka ketenagakerjaan yang masih kuat, dan tingkat pengangguran di 3,61%, dan tingkat pengeluaran konsumen yang kuat, menunjukkan ekonomi AS sedang tidak dalam resesi. 

Di sisi lain, ECB, Bank Sentral Eropa, menguatkan suku bunganya sebesar 50 basis poin minggu lalu, mengangkat suku bunganya ke angka 0%, kemenguatan suku bunga pertama dalam 11 tahun terakhir. Setelah penguatan ini, EUR menguat di perdagangan namun kembali melemah menjelang hari Jumat kemarin. 

Pelemahan EUR di perdagangan walau setelah kemenguatan suku bunga yang historic ini terjadi karena beberapa alasan yaitu mundurnya Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, yang menyebabkan ketidakpastian politik di Italia, kemenguatan suku bunga ini menyebabkan nilai hutang dan biaya pinjaman negara-negara di kawasan Eropa semakin meningkat. 

Adanya gelombang panas yang menyelimuti kawasan Eropa dan menyebabkan banyak kerusakan serta kebakaran, dan adanya penyebaran virus cacar monyet, terutama di kawasan Eropa yang sedang menjadi pusat penyebaran, dapat menyebabkan gangguan terhadap ekonomi jika penyebaran terus terjadi walaupun menurut kepalah WHO, untuk saat ini diprediksi tidak akan mengganggu perdagangan atau perjalanan internasional.

Ke depannya, mata uang EUR diprediksi dapat melemah karena faktor-faktor diatas.

Kesimpulan:

Mata uang USD sedang mengalami pemulihan hari ini, dan akan memasuki fase sideways sembari menunggu hasil FOMC kamis nanti. Adanya kemungkinan besar kemenguatan suku bunga sebanyak 75 basis poin kamis ini mendorong sentimen positif terhadap mata uang USD dan akan berlanjut menguat jika Jerome Powell memberikan nada hawkish.