fbpx

Analisis Harian EURUSD: Euro Telah Pulih, Namun...

EURUSD: Euro Telah Pulih, Namun Prospeknya Masih Tetap Bearish

15-10-2021Penulis: Thibault Moirez

Pasangan EUR/USD telah naik sejak Kamis, oleh karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menurun, terutama pada imbal hasil obligasi riil.

Komentar yang terlontar dari Wakil Ketua The Fed, Richard Clarida, pada hari Kamis yang menyatakan bahwa bank sentral masih berada dalam proces untuk memulai pengurangan skala pembelian aset (tapering), serta turut mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang turun, sedangkan ekspektasi inflasi jangka panjang tetap berada pada level tertinggi sepanjang tahun, dengan berbagai permasalahan inflasi yang intens.

Hasilnya, imbal hasil riil pada obligasi 30 tahun pun turun dari titik tinggi di -0.06% pada hari Senin hingga ke -0.20% pada hari Rabu, menunjukkan adanya penurunan 14 basis poin dalam 2 sesi. Penurunan tajam pada imbal hasil riil adalah argumen utama terhadap Dolar pada jangka pendek, sehingga dapat menjelaskan adanya rebound pada mata uang utama dan emas pada beberapa hari belakangan.

Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat (The U.S. Consumer Price Index/CPI) dan notulensi dari pertemuan The Fed bukan merupakan agenda utama yang dilihat oleh pasar kemarin. Reaksi dari pasar terhadap angka inflasi pun terbilang kecil, dan begitu pula dengan notulensi The Fed, dan tidak menyatakan apapun yang terbaru. EUR/USD sempat turun setelah rilis CPI, namun berhasil terjadi koreksi dalam satu jam setelahnya.

Perihal analisis teknikal, EUR/USD pun membentuk pattern kenaikan pada hari Rabu, yang merupakan sebuah pola pembalikan bullish dalam terminology candlestick Jepang, yang menandakan adanya prospek bullish dalam jangka pendek.

Dalam time frame 4 jam, kita dapat melihat bahwa terjadi break out pada nilai tukar di wedge yang menurun, dan Bollinger Bands-nya juga berada di bagian atas, sehingga kembali menegaskan prospek yang bullish.

Dalam jangka pendek, Euro dapat kembali naik dan kembali ke zona support sebelumnya di $1.1660-1.1700, namun prospek fundamentalnya tetap bearish sampai nilai tukar mengalami break out pada titik resistance utama, yang harus kita lihat pertama adalah titik teratas pada bulan Juli hingga September di $1.1908.