PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 18 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kam, Rio Lee, untuk berbagi pandangannya.

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 18 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kam, Rio Lee, untuk berbagi pandangannya.

Senin (16/08) sore, harga dolar AS sedikit melambung setelah melemah di Senin pagi. Akan tetapi, harga tetap mendekati level terendah karena kasus Covid-19 meningkat sebabkan kepercayaan konsumen AS turun. Hal ini dapat meyakinkan Fed agar pengurangan program pembelian obligasi ditunda.
Pada pukul 15.55 WIB, indeks dolar AS mengalami kenaikan tipis sebesar 0,06% menjadi 92,565.
USD/JPY melemah 0,20% pada 109,36, EUR/USD turun 0,03% menjadi 1,1787. GBP/USD juga turun tipis 0,01% di 1,3861.
Kemudian, NZD/USD melemah 0,04% di 0,7035 pada pukul 16.00 WIB. Pertemuan kebijakan Reserve Bank of New Zealand akan diadakan pada hari Rabu. Pertemuan ini dapat memicu kenaikan pertama suku bunga acuan negara itu sejak tahun 2014 lantaran angka ketenagakerjaan menguat minggu lalu. Sama halnya dengan AUD/USD, harga turun 0,39% di 0,7340. Ini disebabkan oleh kebijakan di Australia yang memperpanjang lockdown Covid-19 selama akhir pekan.
Berbeda dengan Indonesia, rupiah terhadap dolar AS naik tipis 0,09% dan ditutup di 14.372,0 hingga pukul 15.00 WIB.
Survei yang dirilis akhir pekan lalu oleh University of Michigan menunjukkan bahwa sentimen konsumen AS jatuh ke level terendah sejak 2011 karena kasus Covid-19 varian delta yang menyebar dengan cepat. Investor menjadi berhenti sejenak untuk berpikir setelah angka inflasi dan pekerjaan menambah ekspektasi yang berkembang dari pengumuman pengurangan aset Federal Reserve di tahun ini.
Dolar AS yang diperdagangkan dalam kisaran sempit seiring runtuhnya pemerintah Afghanistan mengarahkan investor untuk menghindar ke tempat yang aman karena aset risiko.
Senin (16/08) pagi di Asia, dolar kembali melemah. Dolar AS merosot paling dalam selama hampir tujuh minggu pada hari Jumat.
Indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya mengalami penurunan sebesar 0,02% menjadi 92,498.
Pasangan USD/JPY juga turun tipis 0,19% menjadi 109,36. Begitu pula pada pasangan AUD/USD, terjadi penurunan sebesar 0,22% menjadi 0,7352. Reserve Bank of Australia akan merilis risalah dari pertemuan terbaru pada hari Selasa. NZD/USD melemah 0,02% menjadi 0,7036. Reserve Bank of New Zealand juga akan menyampaikan kebijakannya pada hari Rabu.
Namun, terjadi kenaikan pada USD/CNY sebanyak 0,01% sampai ke 6,4773. Pasangan GBP/USD pun melambung tipis 0,02% menjadi 1,3866.
Investor mencerna data ekonomi AS dari minggu sebelumnya yang mengatakan sentimen konsumen turun ke level terendah sejak 2011. Data AS lebih lanjut akan dirilis pada hari Selasa.
Investor juga sedang menanti arahan Fed selanjutnya tentang pengurangan aset dan kenaikan suku bunga. Ketua Fed Jerome Powell akan berbicara pada pertemuan balai kota virtual dengan para pendidik dan siswa pada hari Selasa. Kebijakan terakhirnya akan dirilis sehari setelahnya. Kemudian bulan ini, bank sentral juga akan mengadakan konferensi tahunan di Jackson Hole, Wyoming.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 16 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Zhen QuanXi, untuk berbagi pandangannya.

Jumat (13/08), dolar AS melemah ke level terendah dalam satu minggu, tetapi masih mendekati level tertinggi selama empat bulan. Para investor masih menanti arahan lanjut dari Federal Reserve AS tentang jadwal penurunan aset serta kenaikan suku bunga.
Indeks dolar AS menurun 0,08% pada 92,960 pukul 11.15 WIB.
Terjadi kenaikan pada pasangan USD/JPY 0,03% di 110,42. Kenaikan terjadi juga pada AUD/USD sebesar 0,12% di 0,7343 dan NZD/USD sebesar 0,13% ke 0,7008. GBP/USD pun menguat 0,08% ke 1,3815.
Namun, di Indonesia, rupiah melemah 0,03% di 14.385,0 terhadap dolar AS. Pasangan USD/CNY tetap stabil di 6,4779.
Dirilis pada hari Kamis, data ekonomi AS terbaru menampilkan bahwa IHP naik 1% di bulan Juli. Walaupun, IHK yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan bahwa tekanan inflasi memuncak. Angka ini dapat mendorong Fed untuk memulai pengurangan aset.
Beberapa pejabat Fed mengutarakan bahwa pengurangan aset akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang. Kebijakannya berbeda dengan kebijakan yang lebih dovish dari bank sentral lain. Contohnya, European Central Bank dan Bank of Japan.
Harapan untuk pengurangan aset pada akhir tahun 2020 semakin meningkat, meskipun komentar dovish dari Ketua Fed Jerome Powell membuatnya berbeda dengan pandangan beberapa presiden Fed regional.
375.000 klaim pengangguran awal diajukan sepanjang minggu, lebih rendah dari klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya, yaitu 387.000, menurut data AS.
Ekonom senior Sumitomo Mitsui Trust Asset Management, Naoya Oshikubo mengutarakan bahwa fokusnya beralih ke ketenagakerjaan dari inflasi. Sementara itu, masih perlu ada pemantauan terhadap dampak varian Delta COVID-19. Ekonom tersebut juga mengungkapkan bahwa jika terjadi pertumbuhan gaji yang kuat untuk beberapa bulan ke depan, seharusnya ada pengumuman tapering dari The Fed.
Perdagangan emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada hari Jumat. Hal ini terjadi setelah ada laporan bahwa indeks sentimen konsumen turun.
Dirilis oleh University of Michigan, perkiraan awal indeks sentimen konsumen berada di 70,2 pada Agustus, turun sebanyak 11 pada Juli.
Kenaikan harga terjadi pada kontrak emas paling aktif di pengiriman Desember naik sebesar 1,51 persen atau setara 26,4 dolar, menjadi ditutup pada 1.778,2 dolar AS per ons. Emas naik 0,8 persen di minggu ini.
Para investor was-was dengan ketidakpastian kekuatan rebound ekonomi global karena penyebaran COVID-19 varian delta.
Namun, terjadi sebaliknya pada perak untuk pengiriman September, harga naik 2,87 persen ekuivalen dengan 66,3 sen. Lalu, ditutup pada 23,779 dolar AS per ons. Terjadi pula kenaikan pada platinum untuk pengiriman Oktober sebanyak 8,3 dolar atau 0,82 persen dan menjadi ditutup di 1.026 dolar per ons.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 13 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Indra Gozali, untuk berbagi pandangannya.

Rabu (11/08), perdagangan emas berjangka pada divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik sesuai harapan pasar lantaran indeks harga konsumen (IHK) AS yang merupakan indikator utama inflasi naik di bulan Juli.
Departemen Tenaga Kerja AS mengutarakan bahwa di bulan Juli, IHK naik 0.5 persen. Pada Juni, IHK turun sebesar 0,9 persen. Imbal hasil dolar AS serta surat berharga AS turun mendukung emas sesudah laporan tersebut diluncurkan,
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 1,25 persen atau sebesar 21,6 dolar AS, kemudian ditutup pada 1.753,3 dolar AS per ons.
Harga perak untuk pengiriman September mengalami kenaikan 0,41 persen ekuivalen dengan 9,6 sen, menjadi ditutup pada 23.488 dolar AS per ons.
Kenaikan terjadi pula pada platina untuk pengiriman Oktober sebesar 2,9 persen yang sebanding dengan 28,6 dolar dan ditutup pada 1.015,6 dolar AS per ons.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 12 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Adi K, untuk berbagi pandangannya.

Nilai tukar dolar AS hari ini terhadap beberapa mata uang dunia lainnya masih mengalami penguatan pada akhir perdagangan Selasa kemarin.
Pada hari ini, indeks dolar mengalami lanjutan sambil menunggu pengumuman data ekonomi utama yang akan segera rilis. Diprediksi, pemulihan ekonomi akan cenderung positif dan hal ini membuat dolar AS terus menguat terhadap mata uang lainnya.
Rata-rata kenaikan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia pada hari ini mencapai 0,12% pada 93,0566
Market Euro mengalami penurunan menjadi USD 1,1721 DARI USD 1,1739 pada sesi sebelumnya, dan Poundsterling mengalami penurunan menjadi USD1,3839 dari USD1,3852 pada sesi sebelumnya, sedangkan dolar Australia naik menjadi USD0,7351 dari USD0,7334.
Dolar AS terhadap Yen Jepang naik menjadi 110,57 Yen Jepang, lebih tinggi daripada sesi sebelumnya yang mencapai 110,27. Dolar AS terhadap Swiss Franc naik menjadi 0,9229 dari sebelumnya 0,9201, dan dolar Kanada mengalami penurunan menjadi 1,2526 dari sebelumnya 1,2571.
Pengumuman terhadap rilisnya data indeks harga konsumen AS dan indeks harga produsen, dua ukuran utama inflasi, masing-masing akan terjadi pada hari Rabu dan Kamis minggu ini.