PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 25 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Eldo J, untuk berbagi pandangannya.

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 25 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Eldo J, untuk berbagi pandangannya.

Emas melesat cukup tinggi di hari Senin kemarin, dengan lonjakan hingga level 1.800, dolar AS pun yang melemah.
Harga emas di pasar spot melambung 1,3 persen menjadi 1.803,29 dolar AS per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 5 Agustus.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat naik 1,3 persen menjadi ditutup pada 1.806,3 dolar AS per ons.
Peningkatan kasus COVID-19 varian delta mendorong Federal Reserve untuk menjadwalkan simposium tahunannya di Jackson Hole, Wyoming, secara daring. Poin utamanya adalah pidato Chairman Jerome Powell untuk arahan mengenai waktu tapering.
Kenaikan harga emas mendorong lonjakan logam lain. Harga perak naik 2,5 persen menjadi 23,59 dolar AS per ons. Platinum pun naik 2,4 persen menjadi 1.019,44 dolar AS per ons. Kenaikan juga terjadi pada paladium, sekitar 6 persen menjadi 2.408,69 dolar AS per ons.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 24 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Rio Lee, untuk berbagi pandangannya.

Senin (23/08) pagi di Asia, dolar AS menurun. Namun, hingga sekarang, dolar AS masih tetap mendekati level tertinggi sembilan bulan.
Indeks Dolar AS terus menurun 0,18% di 93,343 pada Senin di siang hari.
Harga USD/JPY meningkat 0,07% menjadi 109,88. Rupiah menguat 0,24% ke 14.415,5 pukul 11.47 WIB. Harga AUD/USD juga menguat 0,34% ke 0,7158 dan NZD/USD naik 0,215 di 0,6840 pukul 11.44 WIB.
GBP/USD menguat 0,19% hingga ke 1,3647, sedangkan USD/CNY turun 0,15% menjadi 6,4914.
Simposium tahunan Jackson Hole akan digelar mulai 26 Agustus secara daring akibat lonjakan kasus COVID-19 yang terus berlanjut.
Ketua Fed Jerome Powell tetap teguh dengan sikap dovishnya sampai sekarang. Akan tetapi, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan memberikan petunjuk potensial sebelum simposium tahunan dimulai, dengan mengatakan bahwa pandangannya mengenai pengurangan aset awal dapat segera disesuaikan jika pandemi COVID-19 ini semakin berdampak pada pemulihan ekonomi.
Penundaan jangka waktu pengurangan aset Fed kemungkinan tidak menimbulkan kerugian pada dolar, bahkan ketika spekulasi yang terjadi lebih awal daripada yang diharapkan telah mendorong greenback sejauh ini.
Dolar Australia pun masih terletak di daerah terendah selama 9,5 bulan, yaitu di $0,71065 di tengah kekhawatiran terhadap penyebaran COVID-19 secara global dapat berdampak pada pemulihan ekonomi. Di samping itu, kerugian yang dialami dolar Australia dan Selandia Baru mulai pulih secara perlahan.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 23 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Zhen QuanXi, untuk berbagi pandangannya.

Kamis (19/08), dolar menguat pada saat awal perdagangan di Eropa. Harga dolar melonjak ke level tertinggi selama sembilan bulan. Hal ini terjadi setelah Federal Reserve memberi pertanda bahwa stimulus moneter di era pandemi Covid-19 pada tahun ini akan mulai dikurangi.
Pada pukul 15.30 WIB, Indeks Dolar yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya diperdagangkan 0,21% lebih tinggi pada 93,338.
Pasangan EUR/USD mengalami penurunan sedikit, 0,12% di 1,1696, mencapai posisi terendah sejak November 2020, GBP/USD jatuh 0,43% ke 1,3696, sampai level terendah sepanjang empat minggu. Harga AUD/USD turun 0,93% menjadi 0,7164, level yang belum terlihat sejak 5 November.
Risalah kebijakan Fed pada bulan Juli telah dirilis pada hari Rabu (18/08). Risalah tersebut mengungkapkan bahwa pejabat Fed melihat potensi untuk mengurangi stimulus pembelian obligasi tahun ini jika ekonomi terus membaik seperti ekspetasi sebelumnya, walaupun kondisi untuk kemajuan substansial yang lebih lanjut terkait lapangan kerja maksimum belum terpenuhi.
Pertemuan Fed ini diadakan sebelum laporan nonfarm payrolls bulan Juli yang kuat. Kemungkinan besar, ini memperkuat pandangan bank sentral untuk mengungkap lebih detail persiapan pengurangannya pada konferensi Jackson Hole di akhir minggu depan.
Sebelum itu, pasar tenaga kerja AS yang membaik secara bertahap setelah data mingguan klaim pengangguran awal akan dirilis nanti. Indeks manufaktur Fed Philadelphia untuk Agustus juga dijadwalkan untuk dirilis di hari Kamis dan diprediksi akan menciptakan sebuah peningkatan.
Terjadi penurunan terhadap 2 pasangan ini, USD/JPY diperdagangkan 0,15% lebih rendah menjadi 109,56 dan USD/CHF melemah sebesar 0,19% menjadi 0,9151. Kedua mata uang ini mempunyai peran yang kuat di tempat lain padaminggu ini, mempertahankan permintaan yang stabil untuk haven di tengah gejolak politik di Afghanistan.
EUR/CHF juga turun sekitar 1% minggu ini, sementara EUR/JPY turun 0,8%.
Sedangkan, USD/CNY diperdagangkan naik 0,15% pada 6,4937, menjelang pertemuan kebijakan terbaru dari bank sentral China yang direncanakan untuk diadakan pada hari Jumat. Bank Rakyat China diprediksi akan mempertahankan suku bunga pinjamannya selama 16 bulan.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 20 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Indra Gozali, untuk berbagi pandangannya.

Rabu (18/08) sore, dolar di Eropa melemah. Hal ini terjadi karena wabah Covid-19. Ini juga mendorong para trader untuk mengurangi transaksi di mata uang yang lebih berisiko.
Pada 15.15 WIB di hari Rabu, indeks dolar yang melacak greenback terhadap enam mata uang lain diperdagangkan 0,08% lebih rendah pada 93,073.
EUR/USD 0,12% lebih tinggi di 1,1722, setelah jatuh ke 1,1702 dan menjadi yang terendah sejak November 2020. USD/JPY naik tipis ke 109,64, sedangkan pasangan GBP/USD sebagian besar tidak berubah di 1,3753, meskipun inflasi Inggris melambat lebih tajam dari yang diharapkan menjadi 2,0%, target dari Bank of England pada bulan Juli.
Penurunan inflasi Inggris kemungkinan bersifat sementara. Ekonom ING, James Smith mengatakan bahwa ada sedikit keraguan IHK utama akan melampaui 3% akhir tahun ini atau tidak.
Pada bulan Juli, penjualan ritel AS turun 1,1%, jauh lebih banyak dari perkiraan penurunan, yaitu 0,3%. Ini menambah angka pertumbuhan mengecewakan dari China di awal minggu. Akibatnya, para trader bimbang akan profil pertumbuhan global karena banyak negara yang masih terus menerus berperang dengan wabah Covid-19 terbaru. AS mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19 pada hari Selasa. Namun, pasar juga masih fokus pada peningkatan harga baru-baru ini.
Risalah yang akan dirilis oleh Federal Reserve AS mengenai petunjuk waktu bank sentral terkait pengurangan aset dan kenaikan suku bunga tentu masih sedang dinantikan oleh investor. The Fed juga berencana untuk mengadakan simposium Jackson Hole di pekan berikutnya karena banyak investor yang mengharapkan bank sentral mengumumkan perencanaan untuk mengurangi pembelian obligasi baik pada pertemuan kebijakan September maupun November.
Sementara itu, NZD/USD diperdagangkan di 0,6922 karena keputusan Reserve Bank of New Zealand untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, alih-alih menaikkannya selama pertama kalinya sejak 2014. Ini membuat perdagangan menjadi bergejolak. Tadinya, NZR/USD ini anjlok ke level terendah selama sembilan bulan di 0,6868, namun segera pulih. Pulihnya pasangan ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang ditahan oleh bank sentral karena lockdown akibat Covid-19 di negara itu. Naiknya harga pun masih diharapkan dalam waktu dekat.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 19 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Ardhita W, untuk berbagi pandangannya.

Selasa (17/08), harga emas di divisi Comex New York Mercantile Exchange melemah. Hal ini diakibatkan oleh investor yang bereaksi terhadap menguatnya harga dolar AS.
Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember melemah sebesar 0,11 persen ekuivalen dengan 2 dolar AS, kemudian menjadi ditutup pada 1.787,8 dolar AS per ons.
Dilaporkan oleh Federal Reserve, produksi industri AS mengalami kenaikan sebesar 0,9 persen. Sementara itu, Departemen Perdagangan AS menyebutkan bahwa penjualan ritel AS turun 1,1 persen pada Juli, lebih buruk dari ekspetasi sebelumnya. Indeks pasar perumahan National Association of Home Builders/Wells Fargo melemah 5 dari 80 pada Juli. Ini merupakan level terendah sejak Juli 2020.
Perak untuk pengiriman September turun 13,2 sen atau setara 0,55 persen dan menjadi ditutup pada 23,659 dolar AS per ons. Penurunan terjadi juga pada platinum untuk pehgiriman Oktober sebanyak 27,3 dolar AS atau 2,67 persen, lalu ditutup pada 993,8 dolar AS per ons.