Dolar AS Anjlok, Emas Meroket

Analisis Fundamental:

Menurut situs ‘Paper Gold of China’, jumlah perdagangan pada bursa pertukaran emas terbesar di dunia, Exchange Traded Fund (ETF), terhitung tanggal 8 Juni adalah 1037.33-ton, berkurang 5.83-ton dibandingkan dengan hari sebelumnya, dan tercatat pengurangan bersih sebesar 5,88-ton dalam bulan ini.

Jumat lalu, harga emas naik hingga lebih dari 1%. Laporan Ketenagakerjaan Upah Non-Pertanian (NFP) yang dirilis oleh Amerika Serikat lebih lemah dari yang diharapkan, meredakan kekhawatiran terhadap Federal Reserve akan memperketat kebijakan stimulus moneter dalam waktu dekat. Menurut Bloomberg News, Yellen mengatakan pada hari Minggu bahwa rencana pengeluaran sebesar $ 4 triliun milik Presiden AS Biden akan menguntungkan bagi Amerika Serikat, meskipun jika itu akan menyebabkan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi. Dolar AS jatuh pada hari Senin dan indeks dolar AS turun sebesar 0,2%, meningkatkan daya tarik emas bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Meski harga emas cukup bullish, pernyataan Menteri Keuangan AS Yellen menekan harga emas. Emas spot naik sebesar $ 7.92 atau 0,42% pada sesi pagi, sempat mencapai level terendah di posisi $ 1,881.36/ons selama sesi berlangsung, tetapi kemudian naik pesat dan mencapai kembali ke level tertinggi harian di posisi $ 1,899.98/ons, dan akhirnya ditutup pada $ 1,898.83/ons. Investor saat ini menunggu data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mengklarifikasi kapan the Fed mungkin mulai mengurangi langkah-langkah dukungan ekonominya.

Strategi Investasi Hari Ini:

Pada grafik harian emas, Bollinger Bands harga emas menyempit, Stochastic membentuk Golden Cross. Pada grafik 4 jam, Bollinger Band harga emas menyempit, Stochastic berada di posisi tinggi; Pada grafik 1 jam, Bollinger Bands harga emas melebar, Stochastic membentuk Death Cross. Terdapat konsolidasi koreksi untuk jangka pendek.

Strategi hari ini adalah Beli di harga rendah, disarankan Beli (Buy) di 1883.2-1894.2, terapkan stop loss di 1881.2, target di 1899.2-1907.2, level resistensi: 1920.8, level support: 1872.6.

Pada grafik harian perak, Bollinger Band harga perak menyempit, Stochastic membentuk Golden Cross; Pada grafik 4 jam, Bollinger Band harga perak menyempit, Stochastic berada di posisi tinggi; Pada grafik 1 jam, Bollinger Band harga perak mengarah ke atas, Stochastic membentuk Death Cross. Terdapat konsolidasi koreksi untuk jangka pendek.

Strategi hari ini adalah Beli di harga rendah, disarankan Beli (Buy) di 27.38-27.79, terapkan stop loss di 27.28, target di 27.88-28.28, level resistensi: 28.54, level support: 27.23.

Informasi Dan Acara Penting Hari Ini:   

14:00 Produksi Industri Musiman Jerman bulan April

14:45 Neraca Perdagangan Perancis bulan April

17:00 PDB Tingkat Tahunan Kuartal Pertama, Perubahan Ketenagakerjaan Musiman Kuartal Pertama Zona Euro, Survei ZEW – Sentimen Ekonomi Jerman dan Zona Euro bulan Juni

18:00 Indeks Optimisme Bisnis NFIB AS bulan Mei

20:30 Neraca Perdagangan AS bulan April

24:00 EIA mengumumkan Laporan Prospek Energi (Energy Outlook) jangka pendek

04:30 (dini hari) Persediaan Minyak Mentah API AS hingga 4 April

Dolar Masih Melemah di tengah Minimnya Set Data Ekonomi Pendukung

Dolar AS masih terus melemah pada perdagangan hari Selasa seiring dengan tidak adanya sentimen positif bagi mata uang. Laporan tenaga kerja Non-Farm Payroll (NFP) yang dirilis di penghujung pekan lalu yang dibawah perkiraan cukup membuat daya tarik dolar menjadi berkurang.

Dengan angka NFP tersebut tidak cukup meyakinkan bagi Fed untuk mengubah kebijakan moneter dalam waktu dekat ini. Selain itu hal ini juga mempertegas perkiraan dari pejabat Fed yang mengatakan bahwa lonjakan inflasi hanya bersifat transisi yang terbukti masih belum diimbangi oleh sektor tenaga kerja.

Menurunnya harapan akan perubahan kebijakan moneter dari Fed menjadi sentimen negatif bagi dolar dan juga yield obligasi pemerintah AS juga menurun yang menandakan suku bunga di AS akan tetap rendah untuk beberapa waktu mendatang.

Federal Reserve dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter FOMC pada pekan depan dengan tidak diharapkan akan terjadinya perubahan kebijakan moneter, meski demikian pasar akan mencermati komentar dari sejumlah pejabat Fed perihal waktu yang tepat untuk mengubah kebijakan moneter seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berjalan pasca pandemik yang sudah semakin terkendali.

Sebelum ini pejabat Fed dari Philadelphia – Patrick Harker yang mengatakan sudah saatnya harus mulai memikirkan tapering sementara pejabat lainnya termasuk Ketua Fed – Jerome Powell masih memerlukan sejumlah data penting lainnya sebelum memulai pembahasan tersebut.

Guo Ji Ri Bao Edisi 8 Juni 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 8 Juni 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Rio Lee, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Lebih Lemah Pada Hari Senin Pasca Rilis Data Tenaga Kerja AS

Dolar diperdagangkan lebih rendah terhadap mata uang perdagangan lainnya pada hari Senin pasca rilis data sektor tenaga kerja Non-Farm Payroll yang mengecewakan. Diluar ekspektasi angka penambahan lapangan kerja Non-Farm Payroll di AS hanya sejumlah 559K atau dibawah perkiraan yang diharapkan mencapai angka 645K.

Meskipun penambahan ini bisa dikatakan meningkat dari periode sebelumnya 278K oleh optimisme akan pemulihan ekonomi seiring dengan semakin terkendalinya covid-19 dengan program vaksinasi. Namun tidak serta merta membuat penduduk AS untuk segera mencari lapangan kerja sehingga sektor ini tidak terlalu melonjak. Data lainnya berupa upah rata-rata juga mengalami penurunan dari 0.7% menjadi 0.5% yang masih lebih baik dari perkiraan turun tajam 0.2%.

Meskipun tingkat pengangguran berlanjut berkurang dari 6.1% menjadi 5.8% yang sedikit lebih baik dari perkiraan 5.9%. Namun data sektor tenaga kerja ini masih belum cukup meyakinkan bagi Fed untuk melakukan perubahan kebijakan moneter Fed dalam waktu tidak lama seperti yang selama ini menjadi spekulasi pasar.

Federal Reserve dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter FOMC pada pekan mendatang, sebelumnya para pejabat Fed juga menegaskan 2 faktor yang dapat mengubah kebijakan moneter adalah inflasi dan terserapnya sektor tenaga kerja secara penuh. Inflasi yang tinggi saat ini pun oleh para pejabat senior Fed diperkirakan hanya bersifat transisi sehingga masih diperlukan data lebih banyak lagi dari kedua variabel tersebut untuk betul-betul searah dengan yang diinginkan Fed.

Guo Ji Ri Bao Edisi 7 Juni 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 7 Juni 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Ling JianQi, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Bergerak Menguat Menjelang Data Payroll AS Malam Nanti

Dolar AS diperdagangkan lebih kuat terhadap mata uang lainnya menjelang rilis data sektor tenaga kerja Non-Farm Payroll nanti malam.

Sebagai antisipasi data sektor tenaga kerja yang menjadi patokan bagi Fed untuk menentukan perubahan kebijakan moneter selain dari data inflasi. Dengan perkiraan terjadinya peningkatan penambahan lapangan kerja sebanyak lebh dari 2x dari data periode sebelumnya.

Data ADP hampir mencapai angka 1 juta penambahan lapangan kerja atau tepatnya 978K jauh melampaui perkiraan 645K dari periode sebelumnya 654K. Data mingguan berupa klaim pengangguran hanya sedikit menurun 358K dari periode sebelumnya 405K, ini merupakan penurunan dibawah angka 400K yang terjadi sejak pandemik melanda. Persentase PHK dari Challenger juga relatif tetap rendah yaitu -93.8% dari periode sebelumnya -96.6%.

Indeks PMI dari ISM di sektor jasa juga membaik ke 64, lebih baik dari perkiraan 63 dan periode sebelumnya 62.7. Walaupun jika di telisik komponen tenaga kerja dari data PMI tersebut sedikit mengecewakan dengan terjadinya penurunan dari 58.8 menjadi hanya 55.3 hal serupa juga terjadi pada data PMI di sektor manufaktur yang sudah dirilis sebelumnya.

Meskipun demikian angka ISM di sektor jasa diatas merupakan rekor tertinggi yang menandakan peluang tinggi sektor jasa terus meningkat. Sektor jasa ini merupakan penyerap tenaga kerja yang paling banyak sehingga diharapkan sektor tenaga kerja akan terus meningkat.

Dengan hampir separuh negara bagian di AS berencana menghentikan dana bantuan langsung mulai pekan depan, diperkirakan akan kembali meningkatkan minat mencari pekerjaan bagi penerima dana bantuan yang dihentikan tersebut. Sejumlah pejabat Fed juga sudah memberikan tanggapan akan peluang kebijakan moneter dapat berubah lebih cepat dari perkiraan.

Sementara Euro terus melemah terhadap Dolar seiring dengan fundamental ekonomi di kawasan ini yang relatif masih stagnan. Data PMI di sektor jasa di Uni Eropa secara keseluruhan hanya naik sedikit 55.2 sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 55.1. PMI di Jerman dan Prancis masih stagnan dan hanya di Italy dan Spanyol terjadi peningkatan yang melampaui perkiraan. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dan pidato dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde.

Guo Ji Ri Bao Edisi 4 Juni 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 4 Juni 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Zhen QuanXi, untuk berbagi pandangannya.

Guo Ji Ri Bao Edisi 3 Juni 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 3 Juni 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Ling JianQi, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Lebih Kuat Dibantu Penguatan Data Manufaktur AS

Dolar AS sedikit lebih kuat terhadap mata uang lainnya pada Rabu pagi seiring dengan rilis data sektor manufaktur yang solid meskipun belum menyerap banyak tenaga kerja dan keterbatasan ketersediaan bahan baku.

Data indeks PMI dari ISM meningkat 61.2 melampaui perkiraan yang hanya naik sedikit 60.8 dari periode sebelumnya 60.7. Sedangkan data yang sama dari Markit juga menunjukkan hal serupa dengan kenaikan lebih baik 62.1 lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 61.5.

Hal ini pula yang diperkirakan membuat sejumlah pejabat Fed tidak terlalu terbur-buru dalam memutuskan perubahan kebijakan moneternya. Gubernur Fed – Lael Brainard kembali mengatakan AS sudah semakin mendekati target inflasi 2% dan sektor tenaga kerja yang terpenuhi maksimum namun masih banyak persoalan yang membutuhkan kebijakan moneter super longgar dari Fed saat ini.

Begitu pula dengan kebijakan program QE yang masih dijalankan akan memberikan dukungan pada fundamental ekonomi yang dibutuhkan saat ini. Sementara itu pemulihan global diluar AS yang pada kwartal pertama tidak sebaik di AS juga mulai berjalan seiring dengan program vaksinasi yang terus berjalan di Uni Eropa dan Inggris memperlihatkan peningkatan aktifitas ekonomi yang positif. Sejumlah bank sentral anggota G10 juga sudah memberikan sinyal akan perubahan kebijakan moneternya dalam waktu yang tidak lama lagi.

Guo Ji Ri Bao Edisi 2 Juni 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 2 Juni 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Rio Lee, untuk berbagi pandangannya.