Dividen Mingguan 18 – 22 Juli 2022

Untuk Para Nasabah,

Menurut data bursa, terdapat 2 saham yang melakukan pembayaran dividen, berikut rincian pembayarannya:

SahamKode Saham CFDTanggal KadaluarsaDividen Per SahamMata Uang
Caterpillar Inc.#CAT19 – Juli– 20221.20USD
Procter & Gamble Co.#PG21 – Juli – 20220.91USD

* Dividen akan disetorkan ke akun trading saat klien memegang posisi long (beli) dan akan dipotong dari akun trading jika klien memegang posisi short (jual).

* Dividen akan dihitung pada akhir tanggal perdagangan sebelum Tanggal Kadaluwarsa

* Produk saham CFD Jerman akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar EURUSD pasar saat ini.

* Produk saham CFD Hong Kong akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar USDHKD pasar saat ini.

Harap diperhatikan: Informasi yang dipublikasikan di atas adalah benar pada saat dipublikasikan dan dapat mengalami pembaruan dan perubahan tanpa pemberitahuan.

Dividen Mingguan 11 – 15 Juli 2022

Untuk Para Nasabah,

Untuk minggu 11 juli 2022, menurut data bursa, tidak ada acara pembayaran dividen untuk produk ekuitas CFD yang ada.

Terima kasih

Salam Hangat
PT Mentari Mulia Berjangka

Dividen Mingguan 20 Juni – 24 Juni 2022

Untuk Para Nasabah,

Untuk minggu 20 Juni hingga 24 Juni, menurut data bursa, tidak ada acara pembayaran dividen untuk produk ekuitas CFD yang ada.

Terima kasih.
Salam Hangat.

Nilai Tukar Rupiah Juaranya; Nilai Dollar AS Anjlok!

Nilai tukar rupiah hari ini menguat dan membuat dolar AS babak belur di kisaran Rp14.400 pada akhir pekan, 3 Juni 2022. Rupiah is the king, sang Garuda perkasa signifikan tidak hanya terhadap dolar AS, tetapi juga mata uang dunia. 

Mata uang Asia pagi ini disapu bersih oleh rupiah. Menjadi mata uang nomor satu Asia, rupiah perkasa melawan dolar Singapura (1,36%), dolar Hong Kong (1,34%), ringgit (1,32%), yen (1,27%), baht (1,22%), dolar Taiwan (1,14%), yuan (0,68%), dan won (0,66%).

Melansir RTI, rupiah terapresiasi 1,29% ke level Rp14.425 per dolar AS pada Jumat pagi. Rupiah hari ini juga unggul terhadap dolar Australia (1,38%), euro (1,21%), dan poundsterling (1,32%).

Pada saat yang sama, dolar AS tertekan di hadapan mata uang Asia. Selain rupiah, mata uang Asia yang unggul terhadap dolar AS meliputi dolar Taiwan, baht, won, yen, dan yuan.

Indeks Dolar AS Yang Mengukur Greenback Terhadap Sejumlah Mata Uang Lainnya Naik Tipis 0,04% ke 102,34

Dolar AS naik tipis pada Kamis di Asia, mencapai level tertinggi tiga minggu terhadap yen di awal perdagangan Asia. Mata uang AS masih menguat dan didukung oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS, yang mencapai level tertinggi dua minggu semalam.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya naik tipis 0,04% ke 102,34.

Pasangan USD/JPY  turun tipis 0,06% di 130,04. Rupiah terus menguat 0,63% ke 14.487,5 per dolar AS.

Dolar AS sempat naik ke 130,23 per yen, level tertinggi 11 Mei dan melanjutkan kenaikan 1,1% pada Rabu. Dolar AS juga kembali menuju ke level tertinggi 20 tahun di 131,34 yang dicapai pada Mei.

Pasangan AUD/USD  juga turun tipis 0,15% di 0,7164 dan NZD/USD  turun tipis 0,04% di 0,6480.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,19% ke 6,6989 dan GBP/USD naik tipis 0,04% di 1,2487.

Euro diperdagangkan di $1,0654 setelah jatuh 0,81% ke level terendah 10 hari semalam.

Imbal hasil benchmark AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dua minggu 2,951% pada hari Rabu, usai data menunjukkan aktivitas manufaktur AS meningkat pada Mei 2022 karena permintaan barang tetap kuat. indkes manajer pembelian (PMI) di 57 dan PMI manufaktur ISM tercatat 56,1.

Imbal hasil telah ada dalam tren naik saat Federal Reserve AS telah menaikkan suku bunga dengan cepat dalam upaya untuk mengendalikan inflasi dan menghindari resesi ekonomi.

Lowongan pekerjaan AS juga tetap pada tingkat yang tinggi, di mana indeks pekerjaan manufaktur Institute of Supply Management (ISM) mencapai 49,6 dan indeks lowongan pekerjaan JOLT sebanyak 11,4 juta.

Imbal hasil 10 tahun bergerak turun pada awal sesi Asia di kisaran 2,9145%.

Investor juga menunggu laporan pekerjaan AS hari Jumat, termasuk ketenagakerjaan nonpertanian. European Central Bank (ECB) akan mengadakan pertemuan kebijakan pada minggu depan, di mana diharapkan akan memberikan rincian lanjutan tentang rencana untuk kenaikan suku bunga.

Indeks Dolar AS Melanjutkan Pelemahannya Pada Akhir Perdagangan Awal Pekan

Indeks dollar AS melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan awal pekan. Dolar melemah karena selera risiko di seluruh pasar sementara menguat, didukung oleh data ekonomi yang menggembirakan dan taruhan bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan pada kecepatan yang lebih lambat.

Indeks dolar berada di jalur untuk penurunan lebih dari 1,5% pada Mei – meskipun tetap naik sekitar 6,0% pada tahun ini. Terakhir turun 0,3% hari ini di 101,440.

Data pada akhir pekan kemarin menunjukkan bahwa belanja konsumen AS naik lebih besar dari yang diharapkan pada April karena rumah tangga mendorong pembelian barang-barang dan jasa-jasa, dan kenaikan inflasi melambat.

Para analis mengatakan data yang menggembirakan, ditambah dengan taruhan pada jalur pengetatan yang lebih hati-hati oleh The Fed, melemahkan dolar.

Perdagangan kemungkinan akan ringan karena pasar saham dan obligasi AS tutup untuk libur umum Memorial Day.

Pasar saham dunia naik pada awal pekan ini, karena pelonggaran pembatasan COVID-19 dan stimulus baru di China membantu mempertahankan rebound minggu lalu.

Yuan China yang diperdagangkan di luar negeri menguat sebanyak satu% terhadap dolar di tengah berita pembukaan kembali pembatasan Covid-19, dan terakhir naik 0,7% pada 6,6771 yuan per dolar.

Data inflasi dari Jerman dan Spanyol pada awal pekan menunjukkan kenaikan harga-harga mengalami percepatan pada Mei, didorong oleh melonjaknya harga energi, menjelang angka inflasi zona euro pada Selasa waktu setempat.

Sejumlah data ekonomi lebih lanjut akan dirilis minggu ini yang dapat memberikan petunjuk tentang prospek pertumbuhan global, termasuk angka pekerjaan AS dan angka Indeks Manajer Pembelian (PMI) China.

Angka inflasi membantu membatasi kenaikan euro, dengan mata uang tunggal naik 0,3% pada 1,07700 dolar AS, setelah sebelumnya mencapai tertinggi bulanan di 1,07810 dolar AS.

Mata uang safe-haven yen turun kembali 0,5% menjadi 127,715 yen per dolar. Sterling naik tipis 0,1% menjadi 1,26405 dolar AS.

Kinerja Dolar AS Yang Tidak Bisa Mempertahankan di Atas Harga 102,00 Akhirnya Berangsur Membawanya Turun Sampai Ke Harga 101,70.

Mengawali hari di bulan baru Juni ini, pegerakan indeks dolar AS yang masih lesu untuk sesi Asia ini. Setelah sebelumnya dihantam penurunan tajam.

Berawal dari pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden setelah bertatap muka dengan petinggi bank sentral AS Jerome Powell. Dalam pertemuan tersebut ada bahasan tentang penerapan Langkah-langkah kuantitatif melawan inflasi yang terjadi.

Kinerja Dolar AS yang tidak bisa mempertahankan di atas harga 102,00 akhirnya berangsur membawanya turun sampai ke harga 101,70.

Walaupun dalam diskusi tersebut tidak menghasilkan suatu sinyal yang potensial, namun dalam penegasannya kedua orang petinggi tersebut masih bersusah payah melawan kenaikan dari tekanan harga.

Hari ini fokus para pelaku pasar menantikan laporan dari Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur ISM. Dimana dalam perkiraan para ekonom, laporan bakal buruk dibandingkan dengan laporan bulan sebelumnya. Ada di angka 54,5 untuk estimasinya, dibandingkan 55,4 pada bulan sebelumnya.

Ketakutan terhadap inflasi sangat nyata dan perlu ditangai dengan tegas lebih dini.

Christopher Waller, petinggi The Fed juga mengatakan mendukung kenaikan suku bunga 50 bps sampai mendapatkan pengurangan di dalam tingkat inflasi.

Dividen Mingguan 30 Mei – 03 Juni 2022

Untuk Para Nasabah,

Menurut data bursa, terdapat 6 saham yang melakukan pembayaran dividen, berikut rincian pembayarannya:

SahamKode Saham CFDTanggal KadaluarsaDividen Per SahamMata Uang
The Goldman Sachs Group Inc.#GS31-05-20222.00USD
Ebay inc.#EBAY 31-05-2022 0.22USD
Nike Inc.#NKE 3-06-2022 0.305USD
McDonald’s Corp.#MCD 3-06-2022 1.38USD
Ping An Insurance Group Company of China, Ltd.#PINGAN 1-06-2022 1.50CNY
Geely Automobile Holdings Limited#GEELY 2-06-2022 0.21HKD

* Dividen akan disetorkan ke akun trading saat klien memegang posisi long (beli) dan akan dipotong dari akun trading jika klien memegang posisi short (jual).

* Dividen akan dihitung pada akhir tanggal perdagangan sebelum Tanggal Kadaluwarsa

* Produk saham CFD Jerman akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar EURUSD pasar saat ini.

* Produk saham CFD Hong Kong akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar USDHKD pasar saat ini.

Harap diperhatikan: Informasi yang dipublikasikan di atas adalah benar pada saat dipublikasikan dan dapat mengalami pembaruan dan perubahan tanpa pemberitahuan.

Dolar AS Sedikit Anjlok, Menyebabkan Turunnya Kepercayaan Pasar Terhadap The Fed

Pergerakan dari dolar AS kini kembali melemah di akhir pekan kemarin. Pelemahan USD ini disebabkan bahwa beberapa spekulan menyebutkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan memperlambat atau menghentikan sementara keputusan kenaikan suku bunga. Setelah rencana sebelumnya pada pertengahan tahun ini.

Dalam rapat the Fed, dimana menjelaskan bahwa beberapa peserta rapat anggap keputusan menaikkan lagi suku bunga 50 basis poin pada pertengahan tahun ini layak. Harapannya untuk memerangi inflasi yang membuat perekonomian masih runyam.

Dalam penutupan hari kemarin, pergerakan indes dolar uang mengukur kekuatan dari mata uang negara AS tersebut turun 0,28%. Penurunan melawan mata uang mayor ini bergerak ke kisaran 101.77 berada di penutupan.

Diketahui sebelumnya kenaikan pada Greenback menyentuh tingkat tertingginya dalam dua dekade di harga 105. Akan tetapi saat ini para pelaku pasar melihat ada perlambatan pada langkah the Fed. Mereka sedikit percaya kalau nantinya the Fed bakal memperlambat keputusan kenaikan suku bunga. Bukan lagi di pertengahan tahun ini. 

Data ekonomi AS yang baru saja di rilis, seperti tingkat PDB (preliminary GDP) berada di tingkat -1,5% turun dari data yang dilaporkan sebelumnya di 1,4%. Menegaskan bahwa perekonomian AS mengalami kontraksi di kuartal pertama tahun ini.

Ada pendapat dari Ed Moya, seorang analis dari Oanda, sebutkan bahwa kini para pelaku pasar beranggapan kalau bank sentral AS tidak terlalu agresif untuk jangka pendek ini.

Dolar AS Melemah Pada Akhir Pekan di Asia

Dolar AS melemah pada akhir pekan di Asia. Mata uang AS jatuh ke level terendah satu bulan, dengan investor menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan tanda-tanda bahwa bank sentral dapat memperlambat atau bahkan menghentikan siklus pengetatannya pada paruh kedua tahun 2022.

Pasangan USD/JPY turun 0,22% menjadi 126,86. USD/IDR terus naik 0,37% di 14.576,0 per dolar AS.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun 0,34% ke 101,32.

Greenback mencapai level tertinggi hampir dua dekade di atas 105 pada pertengahan bulan tetapi turun di tengah tanda-tanda bahwa pengetatan kebijakan moneter Fed sudah bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil Treasury AS juga turun dari level tertinggi multi tahun, yang selanjutnya melemahkan dolar.

Pasangan AUD/USD naik 0,63% di 0,7143 dan NZD/USD naik 0,70% di 0,6522.

Pasangan USD/CNY turun tipis 0,08% ke 6,7335 dan GBP/USD naik 0,48% menjadi 1,2655.

Indeks dolar AS turun ke 101,43 untuk pertama kalinya sejak 25 April 2022, dan akan mengalami penurunan 1,5% untuk minggu ini, setelah turun sekitar 1,37% minggu lalu. Ini akan menjadi penurunan dua minggu pertama sejak pergantian tahun. Reli hari Jumat untuk saham-saham Asia Pasifik juga membuat investor mundur dari dolar safe haven.

Mata uang AS juga jatuh terhadap euro ke level terlemah sejak 25 April di $1. 0765. Dolar juga jatuh ke level terendah terhadap pound sejak 26 April 2022.

Kerugian dolar adalah keuntungan mata uang Antipodean yang sensitif terhadap risiko, di mana dolar Australia dan Selandia Baru keduanya dalam tren naik.

Dalam cryptocurrency, sentimen risiko yang lebih baik tidak membantu bitcoin, yang turun 0,9% ke sekitar $28.908 dan melanjutkan penurunan bertahap minggu ini dari $30.000.

Dolar AS melemah terhadap yen, jatuh bertahap selama tiga minggu dari level tertinggi dua dekade di 131,35.

Risalah dari pertemuan terbaru The Fed, yang dirilis awal pekan ini, menunjukkan sebagian besar peserta percaya kenaikan 50 basis poin akan sesuai pada pertemuan kebijakan Juni dan Juli 2022. Namun, banyak pengambil kebijakan berpikir besar, kenaikan suku bunga awal akan memberikan ruang untuk jeda nanti pada tahun 2022 untuk menilai dampak dari pengetatan kebijakan tersebut.