Dividen Mingguan 08 – 12 Agustus 2022

Untuk Para Nasabah,

Menurut data bursa, terdapat 6 saham yang melakukan pembayaran dividen, berikut rincian pembayarannya:

SahamKode Saham CFDTanggal KadaluarsaDividen Per SahamMata Uang
International Business Machines Corp.#IBM 9/8/2022 1.65USD
Ford Motor COmpany#F 11/8/2022 0.15USD
Starbucks Corp.#SBUX 11/8/2022 0.49USD
Walmart Inc.#WMT 11/8/2022 0.56 USD
Visa Inc.#V 11/8/2022 0.375 USD
Exxon Mobil Corp.#XOM11/8/20220.88 USD

* Dividen akan disetorkan ke akun trading saat klien memegang posisi long (beli) dan akan dipotong dari akun trading jika klien memegang posisi short (jual).

* Dividen akan dihitung pada akhir tanggal perdagangan sebelum Tanggal Kadaluwarsa

* Produk saham CFD Jerman akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar EURUSD pasar saat ini.

* Produk saham CFD Hong Kong akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar USDHKD pasar saat ini.

Harap diperhatikan: Informasi yang dipublikasikan di atas adalah benar pada saat dipublikasikan dan dapat mengalami pembaruan dan perubahan tanpa pemberitahuan.

Investasi dan Strategi Untuk Pasar Emas dan Forex

Saran untuk Para Investor

Setelah pasang posisi, apabila pergerakan tidak mengikuti arah posisi yang telah diambil kemudian mengalami koreksi dan semakin mendekati harga masuk posisi, maka disarankan menutup posisinya untuk menghindari kerugian.

1. Strategi Emas     

Poin Pembelian: Jika menembus di atas (1785) bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi beli (Buy), terapkan stop loss (SL) sebesar $3, dan target take profit (TP) pada (1790/1793/1796).

Poin Penjualan I: Jika harga turun menembus (1773), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar $4, dan target take-profit (TP) pada (1765/1761/1758).

Poin Penjualan II: Jika harga turun menembus (1782), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar $3, dan target take-profit (TP) pada (1773/1770/176).

Poin Penjualan III: Jika harga turun menembus (1763), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar $5, dan target take-profit (TP) pada (1753/1748/1744).

Poin Penjualan IV: Jika harga turun menembus (1773), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar $5, dan target take-profit (TP) pada (1763/1758/1753).

Poin Penjualan V: Jika harga turun menembus (1783), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar $5, dan target take-profit (TP) pada (1770/1766/1760)

2. Strategi GBPUSD

Poin Pembelian: Jika menembus di atas (1.2083) bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy), terapkan stop-loss (SL) sebesar 16 poin dan target take-profit (TP) pada (1.2113/1.2123/1.2133).

Poin Penjualan: Jika harga turun menembus (1.2063), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar 16 poin dan target take-profit (TP) pada (1.2033/1.2013/1.2003).

Apabila setelah pukul 15:30 Waktu Indonesia Barat, harga pasar GBPUSD naik dan tidak dapat menembus (1.2083), saat pergerakan pasar tidak dapat naik lebih tinggi lagi maka dapat mencari titik koreksi untuk mengambil posisi Jual (Sell) dengan menetapkan stop-loss (SL) sebesar 18 poin. Setelah mendapatkan profit, segera menutup posisi Anda.

Apabila setelah pukul 15:30 Waktu Indonesia Barat, harga pasar turun dan tidak dapat menembus angka di atas atau terjadi false breakout, saat pergerkaan pasar tidak dapat menembus turun lebih rendah dan dengan jelas terjadi koreksi harga, maka dapat mencari titik koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy) dengan menetapkan stop-loss (SL) sebesar 18 poin. Setelah mendapatkan profit, segera menutup posisi Anda.

3. Strategi EURUSD

Poin Pembelian: Jika menembus di atas (1.0189), bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy), terapkan stop-loss (SL) sebesar 10 poin dan target take-profit (TP) berada di (1.0213/1.0223/1.0233).

Poin Penjualan: Jika turun dan menembus (1.0173), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar 13 poin dan target take-profit (TP) berada di (1.0143/1.0133/1.0123).

Apabila setelah pukul 15:00 Waktu Indonesia, harga naik namun masih tidak dapat menembus target EURUSD (1.0189), saat pergerakan pasar tidak dapat naik lebih tinggi lagi maka dapat mengambil posisi Jual (Sell) dengan menetapkan stop-loss (SL) sebesar 18 poin. Setelah mendapatkan profit, segera menutup posisi Anda.

Apabila setelah pukul 15:00 Waktu Indonesia Barat, harga pasar turun dan tidak dapat menembus angka di atas atau terjadi false breakout, saat pergerakan pasar tidak dapat menembus turun lebih rendah dan dengan jelas terjadi koreksi harga, maka dapat mencari titik koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy) dengan menetapkan stop-loss (SL) sebesar 18 poin. Setelah mendapatkan profit, segera menutup posisi Anda.

4. Strategi USDJPY

Poin Pembelian: Pada (135.43), bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy), terapkan stop-loss (SL) sebesar 13 poin dan target take-profit (TP) berada di (135.73/135.83/135.93).

Poin Penjualan: Pada (135.03) bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar 10 poin dan target take-profit (TP) berada di (132.83\132.73\132.63).

5. Strategi USDCAD

Poin Pembelian: Pada (1.2946), bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy), terapkan stop-loss (SL) sebesar 10 poin dan target take-profit (TP) berada di (1.2973/1.2983/1.2993).

Poin Penjualan: Pada (1.2930), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar 16 poin dan target take-profit (TP) berada di (1.2903/1.2893/1.2883).

6. Strategi USDCHF

Poin Pembelian: Pada (0.9623), bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy), terapkan stop-loss (SL) sebesar 10 poin dan target take-profit (TP) berada di (0.9643/0.9653/0.9663).

Poin Penjualan: Pada (0.9607), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar 10 poin dan target take-profit (TP) berada di (0.9583/0.9573/0.9563).

7. Strategi AUDUSD

Poin Pembelian: Pada (0.6939), bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy), terapkan stop-loss (SL) sebesar 10 poin dan target take-profit (TP) berada di (0.6973/0.6983/0.6993).

Poin Penjualan: Jika turun dan harga menembus (0.6913) bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar 16 poin dan target take-profit (TP) berada di (0.6883/0.6873/0.6863).

8. Strategi NZDUSD

Poin Pembelian: Pada (0.6259), bisa mencari koreksi untuk mengambil posisi Beli (Buy), terapkan stop-loss (SL) sebesar 10 poin dan target take-profit (TP) berada di (0.6283/0.6293/0.6303).

Poin Penjualan: Pada (0.6240), bisa mencari rebound untuk mengambil posisi Jual (Sell), terapkan stop-loss (SL) sebesar 16 poin dan target take-profit (TP) berada di (0.6203/0.6193/0.6183).

Perhatikan baik-baik strategi di atas, posisi take profit (TP) 1, 2, dan 3, jika harga tidak dapat menembus secara efektif, maka segera ambil posisi jual (jika tidak dapat secara efektif menembus turun maka segera ambil posisi beli). Terapkan stop loss (SL) sebesar 18-23 poin sudah cukup, setelah mendapatkan profit boleh tutup posisi. Cepat masuk dan keluar dari pasar. Ketika perubahan pasar sudah dikonformasi, dapat ubah stop loss dan untuk mendapatkan profit hingga 30-7 poin bukanlah masalah besar.

Strategi untuk Mengeksekusi Posisi

  • Menggunakan prioritas dari waktu ke waktu, disarankan untuk membuka posisi berdasarkan produk yang terpenting. Secara teori, kecuali untuk hari khusus seperti data Upah Non-Pertanian (NFP) di Amerika Serikat, waktu acuan setiap komoditas tidak seragam. Ada waktu yang cukup untuk memperhatikan strategi dari setiap komoditas. Apakah strategi tersebut memenuhi persyaratan untuk membuka posisi.
  • Untuk mendapatkan keuntungan setiap harinya, jangan hanya fokus pada 1 komoditas, tetapi terapkan strategi untuk semua produk yang memenuhi syarat untuk melakukan pembukaan posisi. Hanya dengan cara ini kita dapat mencapai keuntungan yang besar dan juga dapat melindungi nilai dari risiko.
  • Investasi terbesar dalam pengendalian risiko modal yaitu dengan hanya menggunakan 10% dari modal. Menggunakan modal untuk investasi dengan dialokasikan secara merata sesuai dengan sejumlah strategi, dengan demikian investor tidak akan kehilangan kesempatan potensi dari pasar dan juga dapat melakukan lindung nilai untuk mengurangi resiko secara keseluruhan.

Yen Kembali Melemah Pagi Ini, Imbas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Sebagian besar mata uang Asia turun pada Senin setelah data penjualan China yang beragam melonjakkan kekhawatiran atas permintaan di negara itu, sementara Dolar AS meningkat dalam ekspektasi Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga besar bulan depan.

Dolar Australia melonjak 0,4 persen ke 0,68 terhadap Dolar usai data menunjukkan meskipun impor lesu, minat China untuk logam industri – ekspor utama Australia ke negara itu – tetap stabil. Australia baru-baru ini mencatat rekor surplus penjualan karena ekspor komoditas yang besar ke China. Harga logam Nikel berjangka ditutup meningkat 1,18 persen di 22.480,00 hingga penjualan Sabtu, Tiimah menurun 0,38 persen ke 24.456,00 di ICE London pada penutupan Jum’at.

Sementara itu, Yen Jepang menurun 0,4 persen terhadap greenback di 135,35, dan merupakan pergerakan terburuk di antara mata uang lain di Asia.

Jepang mencatat defisit transaksi berjalan pertamanya dalam lima bulan di bulan Juni, pasalnya melonjaknya harga komoditas mendorong nilai impor sebagian besar melampaui tingkat ekspor. Sementara Karet menyentuh 152,80 pada penutupan Jumat di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London berakhir di level 362,00, dan Kakao AS merosot 1,88 persen di 2.306,00.

Yen, bersama dengan sebagian besar mata uang lainnya, juga tertekan oleh ekspektasi Fed akan meningkatkan suku bunga besar ketika bertemu pada bulan September. Indeks Dolar melonjak 0,8 persen pada hari Jumat, seperti halnya Indeks Dolar berjangka.

Yuan China sebagian besar stabil di 6,76230. Investor menimbang tingkat ekspor yang kuat terhadap kenaikan kecil dari impor China.

Meski neraca penjualan China meningkat ke rekor tertinggi pada bulan Juli, peningkatan impor kecil dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran atas lesunya permintaan di negara tersebut, yang merupakan tujuan ekspor utama bagi sebagian besar Asia.

Mata uang negara dengan eksposur penjualan tinggi ke China turun saat data, misalnya; Peso Filipina menurun 0,2 persen.

Data ketenagakerjaan AS yang kuat pekan lalu telah mendukung gagasan ini. Dengan upah AS yang juga melonjak dalam laju stabil, investor khawatir bahwa Fed dapat didorong untuk meningkatkan suku bunga lebih besar daripada yang diharapkan, untuk mencegah tekanan inflasi.

Fokus kini juga pada data inflasi AS pada hari Rabu, yang kemungkinan akan menjadi faktor dalam sikap Fed terhadap suku bunga.

Kabar Kripto Senin pagi, Bitcoin melonjak 1,45 persen di 23.318,0 pukul 10.56 WIB.

Harga Emas Mengalami Kenaikan, Dipicu Dolar Yang Lebih Lemah

Harga Emas melonjak tajam pada akhir penjualan di hari Jum’at, berbalik meningkat dari kerugian sehari sebelumnya dipicu oleh Dolar AS yang lebih lemah karena para pelaku pasar menunggu laporan pekerjaan AS untuk petunjuk arah lintasan kebijakan Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

Kontrak harga Emas paling aktif untuk pengiriman di bulan Desember di Divisi Comex New York Exchange, meningkat 30,6 Dolar AS atau 1,73 persen menjadi ditutup pada 1.806,80 Dolar AS per ounce, kembali bertengger di atas level psikologis 1.800 dolar AS setelah beberapa hari tersandung penguatan Dolar.

Harga Emas berjangka merosot 13,40 Dolar AS atau 0,75 persen menjadi 1.776,50 Dolar AS pada Rabu, setelah terdongkrak 3,0 Dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.789,80 Dolar AS pada Selasa, dan meningkat 5,8 Dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.787,80 Dolar AS pada Senin. Harga Emas berakhir pada penutupan tertinggi sejak 30 Juni, naik di atas angka kunci 1.800 Dolar AS, karena investor fokus pada kemungkinan ekonomi AS merosot ke dalam resesi, kata analis pasar.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis bahwa klaim pengangguran awal AS melonjak dari 6.000 menjadi 260.000 dalam pekan yang berakhir 30 Juli. Pekan yang berakhir pada 23 Juli melihat peningkatan permintaan yang berkelanjutan untuk tunjangan negara menjadi 1,43 juta, angka tertinggi sejak awal April.Investor juga mempertimbangkan kemungkinan mundurnya pasar tenaga kerja yang kuat, menurut analis pasar, terutama karena Federal Reserve meningkatkan perjuangannya melawan inflasi pada level tertinggi empat dekade.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan September meningkat 22,9 sen atau 1,16 persen, menjadi ditutup pada 20,123 Dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman di bulan Oktober melonjak 36,5 Dolar AS atau 4,2 persen, menjadi ditutup pada 924,80 Dolar AS per ounce.

Harga Emas Mengalami Penurunan Imbas Penguatan Greenback

Harga Emas menurun tajam pada akhir penjualan Kamis pagi, memberhentikan keuntungan selama lima hari berturut-turut setelah Dolar AS yang lebih kuat menghalangi peningkatan logam kuning ini menuju level psikologis 1.800 Dolar per ounce.

Kontrak Emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, merosot 13,40 Dolar AS atau 0,75 persen, menjadi ditutup pada 1.776,50 Dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Emas sempat menembus level psikologis 1.800 Dolar AS di 1.804,96 Dolar AS per ounce.

Emas berjangka terdongkrak 3,0 Dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.789,80 Dolar AS pada Selasa, setelah meningkat 5,8 Dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.787,80 Dolar AS pada Senin, dan meningkat 12,7 Dolar AS atau 0,72 persen menjadi 1,781,90 Dolar AS pada Jumat.

Emas menurun karena indeks Dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya yang dipimpin oleh Euro, mencapai level tertinggi satu minggu di hampir 106,8, rebound dari level terendah tiga minggu di 104,8 pada Selasa.

Dolar mendapatkan kembali kekuatannya setelah pernyataan beberapa kepala regional Federal Reserve seperti James Bullard dari St. Louis, Mary Daly dari San Francisco dan Loretta Mester dari Cleveland dalam beberapa hari terakhir bahwa bank sentral belum selesai meningkatkan suku bunga untuk mengatasi inflasi yang tetap bercokol di level tertinggi empat dekade.

Kepala Fed San Francisco mengatakan di Rabu bahwa Amerika Serikat dapat mempertimbangkan peningkatan suku bunga 75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut jika perlu, karena ekonomi tidak menghadapi risiko ‘Resesi Hebat’ lainnya.

“Kenaikan 50 basis poin akan masuk akal pada bulan September. Namun, jika kita melihat inflasi berlari kencang ke depan tanpa henti, kenaikan 75 basis poin mungkin lebih tepat,” kata Daly dalam pidato streaming langsung yang membahas kuantum kemungkinan peningkatan suku bunga Fed berikutnya.

Peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengurangi daya tarik emas.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Rabu semakin mengurangi daya tarik Emas. Indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa-jasa AS dari S&P Global menurun menjadi 47,4 pada Juli dari 52,8 pada Juni, lebih tinggi dari 48,0 yang diperkirakan oleh para ekonom.

Sementara itu, indeks jasa-jasa AS dari Institute for Supply Management (ISM) tercatat di 56,8 persen, 1,5 poin persentase yang lebih tinggi dari pembacaan Juni 55,4 persen.

Departemen Penjualan AS melaporkan bahwa pesanan pabrik-pabrik AS melonjak 3,0 persen pada Juni setelah menguat 1,9 persen pada Mei. Lebih baik dari proyeksi para ekonom yang memperkirakan pesanan pabrik-pabrik akan melonjak 1,2 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan September menurun 24,6 sen atau 1,23 persen, menjadi ditutup pada 19,895 Dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan Oktober turun 16,6 Dolar AS atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada 888,60 dolar AS per ounce.

Emas Menurun, Isyarat Fed Hawkish Mendorong Penguatan Dolar

Harga emas menurun pada Rabu pagi. Kontrak emas berjangka menurun hampir 1 persen setelah komentar hawkish dari beberapa petinggi Federal Reserve mendorong Dolar dengan potensi kenaikan suku bunga yang lebih besar

Pada pukul 08.06 WIB, harga Emas berjangka menurun 0,8 persen di $1.774,21/oz. Harga Emas spot turun 0,3 persen di $1.758,12. Kontrak berjangka untuk logam kuning sempat mengalami kenaikan di atas $1.800 pada hari Selasa di tengah kekhawatiran atas melonjaknya tensi AS-China mendorong permintaan safe haven.

Tetapi kenaikan tersebut terhenti setelah dua petinggi Fed menguraikan kemungkinan meningkatnya suku bunga yang lebih besar untuk memerangi inflasi yang tinggi.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan The Fed memiliki “jalan panjang” sebelum inflasi dapat dijinakkan, yang kemungkinan mengarah pada lebih banyak kenaikan suku bunga.

Terpisah, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengisyaratkan kenaikan suku bunga besar lainnya, tetapi menyatakan harapan bahwa langkah seperti itu dapat dihindari.

Komentar mereka memicu kenaikan 1 persen untuk Dolar AS pada hari Selasa, sementara Indeks Dolar AS Futures meningkat 0,8 persen ke $106,19. Imbal hasil Treasury AS 10 Tahun juga melonjak setelah munculnya pernyataan itu, dan mengakhiri Selasa di 2,748.

Dolar AS sebagian besar telah melampaui Emas sebagai pembelian safe haven tahun ini, dengan daya tariknya didorong oleh prospek melonjaknya suku bunga lanjutan.

Setelah meningkatkan suku bunga empat kali tahun ini, The Fed sekarang akan bertemu pada akhir September untuk memutuskan tindakan selanjutnya. Inflasi telah mencapai tingkat tahunan yang mengejutkan di AS sebesar 9,2 persen, memberikan tekanan pada bank sentral untuk bersikap lebih hawkish.

Data grup CME kini menunjukkan mayoritas investor memposisikan untuk kenaikan sebesar 0,6 persen di bulan September, yang akan menempatkan suku bunga berkisar 2,76 persen hingga 3,1 persen.

Penguatan Dolar membebani sebagian besar logam utama lainnya pada hari Rabu. Perak dan Platinum masing-masing jatuh 2 persen. Sedangkan, Timah masih ditutup naik 2,86 persen ke 25.048,00 di ICE London pada penutupan Jumat.

Di antara logam industri, Tembaga futures di London menurun 0,7 persen di $7,775.51 setelah menurun 1,2 persen di hari Selasa. Nikel Berjangka anjlok 9 persen, mengkonsolidasikan kenaikan pesat baru-baru ini, sementara Aluminium menurun 1,8 persen.

Logam industri, khususnya tembaga, terpukul keras minggu ini oleh data manufaktur yang melemah dari seluruh dunia. Dengan aktivitas ekonomi yang terus merosot tahun ini, prospek harga logam tetap buram ke depannya.

Sementara, Karet stagnan di 158,00 pada penutupan Jumat di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London ditutup di level 407,91, dan Kakao AS ditutup turun 0,61 persen ke 2.326,00 hingga dini hari tadi.

Dolar AS Melemah Memicu Harga Emas Mengalami Kenaikan di Tengah Resesi

Harga Emas mengalami kenaikan pada penjualan di hari Selasa.

kontrak Emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak lagi USD5,8 atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada USD1.787,71 per ounce, setelah menyentuh angka tertinggi di USD1.791,91.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan September mengalami kenaikan 16,6 sen atau 0,83 persen, menjadi ditutup pada USD20,363 Dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman pada bulan Oktober naik USD11,9 atau 1,34 persen, menjadi ditutup pada USD901,7 per ounce.

Emas telah anjlok ke posisi terendah 11-bulan di USD1.678,41 pada 21 Juli.

Ini terjadi karena reli untuk hari keempat berturut-turut ditopang oleh Dolar AS yang lebih turun dan imbal hasil obligasi yang menurun di tengah pembicaraan tentang resesi ekonomi Amerika Serikat.

Adapun Dolar yang diperjualkan berlawanan dengan Emas, jatuh untuk hari keempat berturut-turut. Indeks Dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menyentuh level terendah hampir tiga minggu di 105,12, setelah menyentuh level tertinggi dalam dua dekade di 109,15 pada 14 Juli.

Kemudian, pada hasil obligasi AS juga menurun, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan mencapai level terendah lima bulan di 2,585 persen.

Emas telah menunjukkan kekuatan menggembirakan sejak data produk domestik bruto AS kuartal kedua pada Jumat, secara teknis menempatkan ekonomi dalam resesi.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur S&P Global AS yang disesuaikan secara musiman tercatat 52,3 pada Juli, menurun dari 52,3 pada Juni dan secara umum sejalan dengan perkiraan yang dirilis sebelumnya di 52,4.

Dividen Mingguan 01 – 05 Agustus 2022

Untuk Para Nasabah,

Menurut data bursa, terdapat 3 saham yang melakukan pembayaran dividen, berikut rincian pembayarannya:

SahamKode Saham CFDTanggal KadaluarsaDividen Per SahamMata Uang
Intel Corp.#INTC04 – Agustus – 20220.365USD
Wells Fargo & Company#WFC04 – Agustus – 20220.30USD
Apple Inc. #AAPL05 – Agustus – 20220.23USD

* Dividen akan disetorkan ke akun trading saat klien memegang posisi long (beli) dan akan dipotong dari akun trading jika klien memegang posisi short (jual).

* Dividen akan dihitung pada akhir tanggal perdagangan sebelum Tanggal Kadaluwarsa

* Produk saham CFD Jerman akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar EURUSD pasar saat ini.

* Produk saham CFD Hong Kong akan dihitung dalam USD sesuai dengan nilai tukar USDHKD pasar saat ini.

Harap diperhatikan: Informasi yang dipublikasikan di atas adalah benar pada saat dipublikasikan dan dapat mengalami pembaruan dan perubahan tanpa pemberitahuan.

Harga Emas Menguat Lagi, Didorong Meningkatnya Inflasi di AS

Harga Emas dunia Melonjak pada Penjualan akhir pekan lalu. Daya pikat safe haven Emas mendapat dorongan karena USD (greenback) bergerak lemas menyusul inflasi USA naik lagi.

Kisaran harga saat ini tampaknya juga menarik tawaran beli terhadap Emas batangan.

Pada hari Senin harga Emas di pasar spot melonjak 0,5 persen ke harga USD1.761,58 per ounce. Sedangkan harga Emas berjangka AS naik 0,8 persen menjadi USD1.762,8.

Pengeluaran konsumen AS melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, dengan inflasi bulanan mengalami kenaikan paling tinggi sejak 2005. Dolar AS dengan cepat menyerah setelah rilis data tersebut, dan terakhir turun 0,4 persen, memungkinkan Emas untuk melonjak.

“Pembalikan dolar, karena pasar menggali lebih dalam data, mendorong logam lebih meningkat lagi,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar di RJO Futures.

“Ada beberapa di antaranya bisa menjadi pembelian safe-haven, tetapi secara keseluruhan, itu hanya dorongan ke logam, yang cukup murah saat ini,” tambah Pavilonis.

Emas masih terikat untuk penurunan bulanan keempat berturut-turut. Ini telah menurun lebih dari USD 300 sejak melonjak melewati level USD2.000 per ons pada bulan Maret.

Hal ini terjadi karena The Fed memulai jalur kenaikan suku bunga yang cepat sementara Dolar juga muncul sebagai perlindungan pilihan di tengah melonjaknya risiko resesi.

“Jika kita mendapatkan angka inflasi harga yang lebih bermasalah, The Fed harus lebih agresif,” kata Jim Wyckoff, analis senior, Kitco Metals.

Suku bunga yang lebih tinggi melonjaknya biaya peluang memegang Emas yang tidak menghasilkan. Tetapi Emas mendapat kelonggaran, memantul lebih dari 1 persen, dari persepsi sikap yang relatif kurang agresif dari Ketua Fed Jerome Powell pada hari Rabu menyusul perkiraan melonjak 75 basis poin.

Sementara itu untuk harga logam berharga lainnya, Perak naik 1,5 persen menjadi USD20,27 per ounce, platinum melonjak 0,9 persen pada USD894,89 dan paladium naik 2,3 persen menjadi USD2,122,59.

Harga Emas Melonjak Pasca Hasil Laporan PDB AS Yang Mengecewakan

Harga Emas melonjak tajam pada akhir penjualan pada Kamis kemarin, membukukan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut dikarenakan investor bereaksi terhadap laporan produk domestik (PDB) Amerika serikat yang mengecewakan serta didukung pula oleh Dolar AS yang lebih menurun.

Kontrak harga Emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus di Divisi Comex New York Exchange menyelesaikan sesi terakhirnya dengan 31,21 Dolar AS atau 1,9 persen, sehingga menetap di 1.750,31 dolar AS per ounce, setelah mencapai level teratas sesi di 1.756 Dolar AS.

Sementara itu kontrak harga Emas paling aktif untuk pengiriman di bulan Desember mengalami kenaikan yang tajam 31,71 Dolar AS atau 1,83 persen, sehingga ditutup pada 1.769,21 Dolar AS per ounce.

Harga Emas berjangka untuk bulan Agustus terangkat 1,41 Dolar AS atau 0,09 persen menjadi 1.719,11 Dolar AS pada Rabu, setelah menurun 1,41 Dolar AS atau 0,09 persen menjadi 1.717,71 Dolar AS pada Selasa, dan jatuh 8,31 Dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.719,11 Dolar AS pada Senin.

Laporan yang dirilis pada hari Kamis  menunjukkan bahwa PDB AS turun 0,9 persen pada kecepatan tahunan di kuartal kedua, menyusul pelemahan 1,7 persen pada kuartal pertama dan lebih buruk dari perkiraan pasar untuk kenaikan 0,4 persen.

Ekonomi AS telah berkontraksi untuk kuartal kedua berturut-turut dan telah mencapai aturan praktis yang diterima secara luas untuk resesi, yang mendukung harga Emas.

Ekonomi AS sedang menuju resesi dan selama Wall Street percaya The Fed akan memberikan laju pengetatan yang lebih lama, harga Emas akan mulai melihat aliran safe-haven lagi.

“Risiko terbesar Emas adalah ekonomi tetap kuat dan The Fed mungkin perlu lebih agresif dengan menaiknya suku bunga,” kata Ed Moya, Analis di platform penjualan online OANDA.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis bahwa klaim pengangguran awal AS dalam sepekan yang berakhir 23 Juli turun 5.000 menjadi 256.000 dari 261.000 pada minggu sebelumnya.

Logam mulia lainnya, Perak untuk pengiriman pada bulan September naik 1,269 Dolar AS atau 6,83 persen, sehingga ditutup pada 19,869 Dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman bulan Oktober turun 41 sen atau 0,06 persen, sehingga ditutup pada 876,81 Dolar AS per ounce.