Indeks Dolar AS Mengukur Greenback Melemah 0,20%

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun tipis 0,20% di 107,84.

Dolar AS melemah pada awal pekan di Asia dan euro kehabisan bahan bakar dengan bergerak turun tipis. Ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve AS juga surut pasca rilis data penjualan ritel inti AS yang kuat.

Pasangan USD/JPY turun 0,24% ke 138,20.

Pasangan AUD/USD naik 0,24% menjadi 0,6808, dan NZD/USD naik tipis 0,09% di 0,6165.

Pasangan USD/CNY turun t0,17% ke 6,7458, sedangkan GBP/USD menguat 0,43% di 1,1903.

Pipa Nord Stream 1, pipa terbesar yang memasok gas alam Rusia ke Jerman, memulai pemeliharaan tahunannya pada 11 Juli silam, berlangsung hingga 10 hari.

Pasar khawatir penutupan itu dapat diperpanjang karena perang di Ukraina. Kehilangan pasokan gas akan melanda Jerman, negara ekonomi terbesar keempat di dunia.

Investor juga mengawasi angka inflasi AS dan kemungkinan resesi yang disebabkan oleh kebijakan pengetatan moneter. Ekspektasi Inflasi 5 Tahun Michigan Amerika Serikat yang dirilis pada hari Jumat turun menjadi 2,8% untuk Juli dari 3,1% pada Juni. Pejabat Fed mengisyaratkan mereka akan tetap pada kenaikan suku bunga 75 bps selama pertemuan 26-27 Juli untuk menurunkan inflasi.

Di Asia Pasifik, China melaporkan 691 kasus COVID pada hari Sabtu, naik dari 547 pada hari sebelumnya, menambah kekhawatiran pasar mengenai jalur pemulihan ekonomi negara itu.

Bank sentral China akan menggelar rapat kebijakan pada hari Rabu sementara Bank of Japan pada hari Kamis.

Di tempat lain, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan kebijakannya pekan ini.

Bagaimana memilih kasino Siklus sweet bonanza kostenlos spielen Anda salah satu yang paling banyak

Berkenaan dengan taruhan kasino, ada banyak orang yang memengaruhi peluang Anda untuk menang. Ini umumnya adalah keuntungan kamar dan tarif pembayaran awal. Syukurlah, faktor-faktor ini sebenarnya dikurangi setelah sedikit disiplin ilmu.

казино без депозитных депозитов

Untuk mengetahui komisi rumah judi mana yang paling banyak, cari konten pembayaran independen. Hampir semua kasino andal harus memposting artikel konten artikel ini untuk lokasinya. Continue reading “Bagaimana memilih kasino Siklus sweet bonanza kostenlos spielen Anda salah satu yang paling banyak”

Dolar AS Menguat di Akhir Pekan Ini Nih

Dolar AS naik pada akhir pekan ini di Asia. Ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga besar di bulan Juli redup.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya naik tipis 0,03% menjadi 108,57 .Dolar AS berada di jalur untuk mencatat penguatan minggu ketiga, naik 1,58% dari akhir pekan lalu.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,08% di 139,01. Bank of Japan telah berkomitmen pada kebijakan sangat longgar untuk mendukung perekonomian.

Pasangan AUD/USD turun tipis 0,04% di 0,6744, dan pasangan NZD/USD naik tipis 0,11% ke 0,6136.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,10% menjadi 6,7634, sedangkan pasangan GBP/USD naik 0,08% di 1,1832.

EUR/USD naik tipis 0,13% menjadi 1,0029. Zona euro menghadapi krisis energi yang kian memburuk karena Rusia menutup pasokan pipa gas dengan adanya pemeliharaan rutin selama seminggu.

Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan akan tetap mempertahankan kenaikan suku bunga 25 bps.

Investor telah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan memberikan kenaikan suku bunga super besar pada pertemuan Juli pada 26-27 setelah data Rabu menunjukkan inflasi Juni mencapai tingkat tertinggi 40 tahun.

Namun, ekspektasi pun surut usai Gubernur Fed Christopher Waller dan Presiden Fed St. Louis James Bullard keduanya mengatakan mereka mendukung kenaikan 75 basis poin lagi untuk bulan ini, terlepas dari tingginya angka inflasi.

Di Asia Pasifik, data dari Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan produk dimestik bruto (PDB) China tumbuh sebesar 0,4% pada kuartal II tahun 2022 untuk periode tahun ke tahun saat negara ekonomi terbesar kedua itu memberlakukan pembatasan COVID-19 yang ketat pada kuartal II.

Dolar AS Menguat Kamis Ini di Asia

Dolar AS naik pada Kamis di Asia. Inflasi AS tinggi mendorong ekspektasi pengetatan moneter lanjutan dari Federal Reserve AS dan arus masuk safe haven di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya naik 0,43% di 108,42.

Pasangan USD/JPY menguat 0,69% di 138,37.

Pasangan AUD/USD naik tipis 0,06% ke 0,6764, dan pasangan NZD/USD turun tipis 0,09% di 0,6126.

Pasangan USD/CNY naik 0,15% menjadi 6,7287, sedangkan pasangan GBP/USD turun 0,26% ke 1,1859.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS meningkat menjadi 9,1% di bulan Juni periode tahun ke tahun, tingkat tertinggi dalam empat dekade. Investing.com memperkirakan pembacaan sebesar 8,8% dan 8,6% tercatat di bulan Mei. Investor berspekulasi apakah pembacaan 9,1% menandai puncaknya inflasi.

Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga Fed 100 bps bersejarah pada bulan ini. Presiden Fed Bank of Atlanta Raphael Bostic mengatakan “semuanya ada dalam rencana” untuk memerangi tekanan harga.

Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester mengatakan kepada Bloomberg bahwa laporan IHSG yang seragam buruk dan bank sentral harus menaikkan tingkat suku bunga netral.

Bank sentral global lainnya melakukan pengetatan moneter untuk menurunkan harga komoditas yang melonjak.

Di Asia Pasifik, bank sentral Singapura tanpa diduga memperketat kebijakan moneter pada hari Kamis, dan ini mengirim mata uang bergerak lebih tinggi terhadap dolar AS.

Dolar AS Menguat Pada Hari Ini Di Wilayah Asia

Dolar AS naik pada Rabu pagi di Asia. Investor waspada terhadap rekor inflasi yang mencapai tingkat tertinggi dalam 40 tahun dapat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya naik tipis 0,10% di 108,18.

Pasangan USD/JPY naik 0,16% menjadi 137,09.

Pasangan AUD/USD menguat 0,25% di 0,6773, dan pasangan NZD/USD turun tipis 0,11% ke 0,6129. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 2,5% sebelumnya.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,01% menjadi 6,7258, sementara pasangan GBP/USD naik 0,19% ke 1,1908. Data resmi yang dirilis sebelumnya menunjukkan ekspor China dalam enam bulan pertama tahun 2022 tumbuh sebesar 13,2% tahun ke tahun, dan ini menambah kepercayaan pasar bahwa negara terbesar kedua di dunia itu memulai pemulihan ekonomi karena berkurangnya beberapa pembatasan ketat COVID-19.

EUR/USD naik tipis 0,03% ke 1,0039. Nilainya turun hampir 12% tahun ini dan jatuh ke level terendah 20 tahun pada hari Selasa karena perang di Ukraina telah memicu krisis energi yang akan merusak prospek ekonomi.

Di Inggris, delapan anggota Partai Konservatif berlomba-lomba untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Johnson.

Investor kini menunggu Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk mendapat petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kebijakan moneter Federal Reserve AS, yang akan dirilis hari ini. Analis memperkirakan angka tersebut akan mencapai level tertinggi 40 tahun pada bulan Juni dari tahun sebelumnya, lompatan terbesar sejak tahun 1981.

Dolar AS Menguat Ke Level Tertinggi Hari Ini

Dolar AS naik ke level tertinggi baru 20 tahun di awal perdagangan Eropa Selasa (12/07) petang, dengan euro jatuh mendekati tingkat paritas di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global, masalah energi Eropa dan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif lanjutan dari Federal Reserve.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya, diperdagangkan menguat 0,4% ke 108,225, setelah sebelumnya naik ke 108,47, level tertinggi sejak Oktober 2002.

Dolar AS telah melonjak tahun ini kala Federal Reserve AS telah terbukti menjadi salah satu bank sentral paling agresif dalam langkah pengetatan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi yang tinggi merajalela.

Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin di bulan Juni, kenaikan suku bunga terbesar sejak tahun 1994, dan rilis IHK hari Rabu diperkirakan akan naik menjadi 8,8% periode tahunan di bulan Juni, mengarah pada kenaikan besar lainnya

EUR/USD turun 0,2% ke 1,0021, setelah jatuh di 1.0006 Selasa sebelumnya, titik terlemah sejak Desember 2002.

Mata uang tunggal ini sedang dilanda krisis pasokan energi potensial di wilayah tersebut karena pipa tunggal terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman, pipa Nord Stream 1, telah memulai pemeliharaan tahunannya pada hari Senin, di mana pasokan diperkirakan akan berhenti selama 10 hari.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pada hari Senin bahwa Eropa harus bersiap menghadapi kondisi penutupan penuh pasokan gas dari Rusia, dan banyak yang khawatir Rusia dapat mengambil kesempatan ini untuk menghentikan atau memangkas ekspornya secara signifikan.

Perhatian akan beralih ke rilis nanti di sesi Indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman untuk bulan Juli, yang diperkirakan akan melemah secara substansial karena pertumbuhan melambat di ekonomi terkemuka Eropa.

Di tempat lain, USD/JPY beranjak turun ke 137,38, usai mencapai level tertinggi baru 24 tahun di 137,75 pada hari Senin. Tren ini terjadi setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda berjanji untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter longgarnya untuk mencoba dan meningkatkan stabilitas ekonomi negara yang bermasalah, bahkan ketika mata uangnya merosot.

GBP/USD turun 0,2% di 1,1865, sebelumnya tenggelam ke level terendah baru dua tahun di 1,1847. Partai Konservatif Inggris yang berkuasa mencoba untuk memutuskan pemimpin berikutnya dan dengan demikian juga menentukan posisi perdana menteri.

Aset sensitif terhadap risiko AUD/USD turun sedikit ke 0,6729, tepat di atas level terendah dua tahun yang dicapai pada hari Senin, sementara USD/CNY naik 0,2% menjadi 6,7304, dengan yuan terbebani oleh penyebaran wabah COVID di China.

Dolar AS Berjadi Ke Level Tertinggi Hari Ini

Dolar AS naik ke level tertinggi baru 20 tahun di awal perdagangan Eropa Selasa (12/07) petang, dengan euro jatuh mendekati tingkat paritas di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global, masalah energi Eropa dan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif lanjutan dari Federal Reserve.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya, diperdagangkan menguat 0,4% ke 108,225, setelah sebelumnya naik ke 108,47, level tertinggi sejak Oktober 2002.

Dolar AS telah melonjak tahun ini kala Federal Reserve AS telah terbukti menjadi salah satu bank sentral paling agresif dalam langkah pengetatan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi yang tinggi merajalela.

Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin di bulan Juni, kenaikan suku bunga terbesar sejak tahun 1994, dan rilis IHK hari Rabu diperkirakan akan naik menjadi 8,8% periode tahunan di bulan Juni, mengarah pada kenaikan besar lainnya

EUR/USD turun 0,2% ke 1,0021, setelah jatuh di 1.0006 Selasa sebelumnya, titik terlemah sejak Desember 2002.

Mata uang tunggal ini sedang dilanda krisis pasokan energi potensial di wilayah tersebut karena pipa tunggal terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman, pipa Nord Stream 1, telah memulai pemeliharaan tahunannya pada hari Senin, di mana pasokan diperkirakan akan berhenti selama 10 hari.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pada hari Senin bahwa Eropa harus bersiap menghadapi kondisi penutupan penuh pasokan gas dari Rusia, dan banyak yang khawatir Rusia dapat mengambil kesempatan ini untuk menghentikan atau memangkas ekspornya secara signifikan.

Perhatian akan beralih ke rilis nanti di sesi Indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman untuk bulan Juli, yang diperkirakan akan melemah secara substansial karena pertumbuhan melambat di ekonomi terkemuka Eropa.

Di tempat lain, USD/JPY beranjak turun ke 137,38, usai mencapai level tertinggi baru 24 tahun di 137,75 pada hari Senin. Tren ini terjadi setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda berjanji untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter longgarnya untuk mencoba dan meningkatkan stabilitas ekonomi negara yang bermasalah, bahkan ketika mata uangnya merosot.

GBP/USD turun 0,2% di 1,1865, sebelumnya tenggelam ke level terendah baru dua tahun di 1,1847. Partai Konservatif Inggris yang berkuasa mencoba untuk memutuskan pemimpin berikutnya dan dengan demikian juga menentukan posisi perdana menteri.

Aset sensitif terhadap risiko AUD/USD turun sedikit ke 0,6729, tepat di atas level terendah dua tahun yang dicapai pada hari Senin, sementara USD/CNY naik 0,2% menjadi 6,7304, dengan yuan terbebani oleh penyebaran wabah COVID di China.

Dividen Mingguan 11 – 15 Juli 2022

Untuk Para Nasabah,

Untuk minggu 11 juli 2022, menurut data bursa, tidak ada acara pembayaran dividen untuk produk ekuitas CFD yang ada.

Terima kasih

Salam Hangat
PT Mentari Mulia Berjangka

Dolar Menguat; Rupiah Anjlok Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini ambruk. Melansir RTI, rupiah terkoreksi -0,34% ke level Rp14.973 per dolar AS pada awal pekan ini. Sementara itu, rupiah menguat atas dolar Australia (0,21%), poundsterling (0,07%), dan euro (0,02%).

Rupiah hari ini bergerak variatif atas mata uang Asia dengan kecenderungan melemah. Rupiah tengah anjlok atas dolar Hong Kong (-0,26%), ringgit (-0,27%), won (-0,17%), dolar Singapura (-0,10%), dan baht (-0,10%). Sementara itu, rupiah menguat terhadap yen (0,38%) dan dolar Taiwan (0,36%). 

Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian tumbuh 372.000 pekerjaan pada bulan lalu, lebih tinggi daripada ekspektasi ekonom yang menilai pertumbuhan berkisar 268.000 pekerjaan. 

Pergerakan tertekan oleh tren penguatan dolar AS di tengah ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed). Dolar AS bergerak positif didorong oleh sentimen data pekerjaan yang tumbuh di atas ekspektasi di bulan Juli. 

Dolar AS dalam tren penguatannya di tengah pasar yang mempertimbangkan ekonomi AS menciptakan lebih banyak pekerjaan daripada ekspektasi di bulan Juli.

Dolar AS Melemah Yen Malah Naik Sekarang

Dolar AS melemah di awal perdagangan Eropa di akhir pekan petang dan yen Jepang safe haven mendapatkan permintaan yang kuat setelah mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dilaporkan tertembak.

Indeks Dolar AS , yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya, diperdagangkan turun 0,1% ke 106,895, tetap mendekati level tertinggi 20 tahun.

USD/JPY turun 0,3% di 135,63 lantaran trader valuta asing membeli mata uang Jepang, yang biasa dikenal sebagai perdagangan risk-averse (penghindaran aset risiko), menyusul berita Abe, perdana menteri Jepang yang menjabat paling lama, ditembak pada hari Jumat saat berkampanye untuk pemilihan parlemen. Abe dilaporkan dalam kondisi serius.

Jepang mengadakan pemilihan majelis tinggi pada hari Minggu, dan trader telah mempertimbangkan dampak dari kemungkinan perubahan dalam dukungan kebijakan untuk bank sentral meskipun efeknya bagi pasar kemungkinan bersifat sementara.

Yen memiliki bobot terbesar kedua dalam perhitungan dengan indeks dolar, hanya di belakang euro, dan kekuatannya telah membebani indeks pada hari Jumat. Meskipun demikian, penurunan indeks kecil lantaran Federal Reserve agresif memperketat kebijakan moneter usai risalah dari pertemuan terakhir bank sentral mengarah pada kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Gubernur Fed Christopher Waller dan Presiden Fed St. Louis James Bullard pada hari Kamis mendukung perlunya kebijakan restriktif untuk menurunkan harga yang melonjak tetapi mengisyaratkan bahwa AS masih dapat menghindar dari resesi.

Perhatian akan beralih kemudian di sesi nanti. Data bulanan terbaru laporan pekerjaan, yang diharapkan menunjukkan jumlah orang Amerika dalam pekerjaan berbayar meningkat sedikit pada bulan Juni meskipun tidak sebanyak jumlah pekerjaan yang ditambahkan pada bulan Mei.

EUR/USD diperdagangkan datar di 1,0159, masih di dekat level terendah dua dekade karena investor khawatir bahwa krisis energi yang disebabkan oleh Rusia dapat menekan benua itu ke dalam resesi.

Kepala Bank Sentral Eropa (ECB) Chrsitine Lagarde dijadwalkan berpidato nanti di sesi soal risiko yang dihadapi ekonomi global. Pidato ini akan diuraikan dengan hati-hati untuk mencari petunjuk pemikiran dalam bank sentral karena bank itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan ini tetapi pertumbuhan ekonomi tampaknya melambat di wilayah tersebut.

GBP/USD turun 0,2% di 1,2002, mengembalikan sebagian dari kenaikan Kamis setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengundurkan diri, mengakhiri ketidakpastian mengenai masa depannya. Saat langkah ini dapat mengakhiri kelumpuhan politik baru-baru ini, negara itu masih harus menghadapi kesulitan yang terkait dengan inflasi tinggi, kenaikan suku bunga, dan pertumbuhan yang melambat.

USD/HUF turun 0,2% di 395,31. Forint terus menguat setelah National Bank of Hungary pada hari Kamis menaikkan suku bunga deposito satu minggu utamanya sebesar 200 basis poin menjadi 9,75%, angka tertinggi dalam satu dekade.

USD/PLN sebagian besar diperdagangkan datar di 4,7065 usai Bank sentral Polandia menaikkan suku bunga pada hari Kamis sebesar 50 basis poin, kenaikan suku bunga ke-10 berturut-turut tetapi masih lebih kecil dari kenaikan 75 basis poin yang diharapkan.

Pengambil kebijakan di Hongaria dan Polandia tengah kesulitan menghadapi lonjakan tingka inflasi dan pertumbuhan yang melambat, tetapi juga perlu meningkatkan mata uang mereka untuk mengurangi tekanan harga.