PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 4 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Eldo J, untuk berbagi pandangannya.

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 4 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Eldo J, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Amerika Serikat kembali melemah pada Selasa (03/08) pagi di sesi Asia, yang mengakibatkan kerugian terhadap nilai safe haven yen Jepang. Kekhawatiran atas munculnya virus COVID-19 varian delta, jumlah korban yang semakin meningkat, pada akhirnya dari sektor manufaktur mengalami penurunan yang signifikan. Kebanyakan investor yang mulai pesimis dengan proyeksi pemulihan ekonomi di masa-masa sulit seperti ini.
Berikut pantauan pergerakan terkini:
Indeks dolar AS turun tipis 0,07% di 91,987 pukul 11.41 WIB.
USD/JPY juga melemah hingga titik terlemah di bulan Mei yaitu 0,11% di 109,16
USD/CNY naik tipis 0,04% ke 6,4648
GBP/USD naik 0,12% ke 1,3895 pukul 11.45 WIB.
AUD/USD menguat 0,56% di 0,7403
Dari data-data di atas, tampaknya pasar cenderung mengurangi resiko dengan melihat data hasil obligasi yang cenderung turun sejak perdagangan Eropa kemarin. Semua hal ini berawal dari kekhawatiran terhadap virus varian Delta yang mulai menyebar di banyak tempat.
Kini China sedang berjuang untuk melawan wabah varian delta terbaru ini, yang sudah menyebar hingga ke wilayah pedalaman. Negara-negara lain di kawasan Asia pun masih berjuang melawan virus varian baru ini. Jepang kini sudah memperpanjang status keadaan darurat, mulai dari Tokyo dan Okinawa pada hari Senin kemarin.
Kini, jumlah kasus harian di Tokyo sudah mencapai rekor tertingginya.
Varian Delta juga berkontribusi pada meningkatnya jumlah kasus di AS yang kini jumlahnya semakin meningkat. Kekhawatiran COVID-19 ini akhirnya mengesampingkan kemajuan RUU investasi infrastruktur AS senilai $1 triliun yang dapat siap untuk dilakukan pemungutan suara terakhir dalam seminggu.
Sementara itu, data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan angka PMI manufaktur dari Institute of Supply Management (ISM) lebih rendah dari perkiraan 59,5, indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) lebih baik dari perkiraan 63,4 di bulan Juli, sedangkan . Indeks ketenagakerjaan manufaktur ISM dirilis lebih baik dari perkiraan 52,9 di bulan Juli.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 3 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Rio Lee, untuk berbagi pandangannya.

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 2 Agustus 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Zhen QuanXi, untuk berbagi pandangannya.

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 30 Juli 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Ling JianQi, untuk berbagi pandangannya.

Dolar turun tajam pada perdagangan hari Kamis setelah hasil pertemuan FOMC minggu ini yang mencatatkan tidak adanya perubahan pada kebijakan moneter.
Fed masih tetap yakin bahwa pemulihan ekonomi masih berjalan walau varian delta covid-19 semakin meningkat. Sejak pertemuan moneter di bulan Juni lalu jumlah pencerita covid-19 meningkat hingga 4x lipat di AS namun Fed tetap optimis program vaksinasi akan mengurangi dampak krisis kesehatan ini terhadap ekonomi secara keseluruhan.
Dalam konferensi pers-nya Ketua Fed – Jerome Powell mengatakan perkembangan dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan semakin berkurangnya dampak ekonomi dari gelombang pandemik ini. Diharapkan hal yang sama terjadi pada varian delta ini yaitu semakin kecil dampaknya terhadap pemulihan ekonomi. Selain itu lonjakan inflasi yang terjadi saat ini masih dianggap sebagai transisi yang akan kembali mereda dan kembali normal. Perihal tapering, Powell mengatakan Fed sedang mempelajari cara dan saat terbaik untuk mengurangi program QE-nya yang saat ini.
Powell menambahkan meskipun pemulihan ekonomi terus berjalan namun masih banyaknya pengangguran membuat pemulihan ekonomi belum mencapai substansi-nya sebelum inflasi mereda dan sektor tenaga kerja terpenuhi maksimum. Secara umum pernyataan Fed dalam pertemuan ini tidak ada yang menjadi penggerak pasar karena masih belum ditentukannya kapan akan melakukan tapering.
Diperkirakan pembahasan hal ini akan lebih komprehensif pada pertemuan Jackson Hole di Wyoming pada bulan Agustus mendatang. Terkait dengan ketidakpastian seputar varian delta covid-19, Fed sepertinya masih akan menunggu perkembangan dalam beberapa waktu mendatang apakah akan berdampak terhadap ekonomi seperti yang diharapkan sebelum mengambil keputusan untuk tapering.
Di lain tempat, mata uang Euro terus menguat hingga harga tertinggi mingguan terhadap Dolar. Meskipun data fundamental amsih cenderung menurun dengan data kepercayaan konsumen dari GfK menunjukkan masih sama seperti periode sebelumny -0.3 yang artinya meleset dari perkiraan membaik menjadi +0.9.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 29 Juli 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Indra Gozali, untuk berbagi pandangannya.

Dolar AS diperdagangkan lebih rendah pada Rabu pagi di sesi Asia menjelang diumumkannya hasil pertemuan moneter FOMC malam nanti. Tidak diharapkan akan ada perubahan kebijakan moneter dalam pertemuan ini, begitu juga pembahasan tapering seperti yang diperkirakan oleh pasar.
Pembahasan tapering yang menjadi fokus pasar namun seiring dengan meningkatnya kembali penularan varian delta covid-19 di AS dan secara global membuat harapan ini menipis. Meskipun Gedung Putih mengatakan varian delta ini tidak berdampak pada ekonomi, namun dengan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di AS menganjurkan kembali pemakaian masker meskipun sudah mendapat vaksinasi lengkap menandakan tingkat waspada yang tinggi dan memungkinkan akan mengalami pembatasan lagi yang akan berakibat pada ekonomi. Tapering merupakan pengurangan pembelian surat berharga dalam program QE yang merupakan sinyal kepercayaan Fed terhadap pemulihan ekonomi di AS.
Hal serupa sudah dijalankan oleh sejumlah bank sentral di negara lain, sehingga pasar berharap Fed akan melakukan hal yang sama. Pertemuan moneter kali ini juga dianggap kurang penting karena di bulan Agustus mendatang akan ada pertemuan tatap muka pertama pejabat Fed sejak pandemi dalam simposium Jackson Hole di Wyoming AS.
Dari set data ekonomi AS, Durable Goods Order menunjukkan penurunan tajam ke 0.8% dari periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari 2.3% menjadi 3.2%. Data ini jauh dari perkiraan hanya turun ke 2.1%. Sementara data Core-nya yang tidak menyertakan komponen transportasi juga menurun ke 0.3% dari periode sebelumnya 0.5% dan meleset jauh dari perkiraan meningkat 0.8%.
Euro masih terus menguat seiring dengan pelemahan mata uang Dolar secara umum. Mata uang Euro merupakan alternatif utama investor setelah dolar sehingga pertemuan moneter FOMC malam ini akan berpengaruh banyak pada pergerakan Euro pada perdagangan hari ini.
PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 28 Juli 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Ardhita W, untuk berbagi pandangannya.

Dolar AS terus melemah pada perdagangan hari Selasa seiring dengan kekhawatiran pasar seputar langkah tapering dalam pertemuan moneter FOMC.
Meningkatnya penularan varian delta covid-19 yang mencapai 4x lipat hampir menyamai level seperti pada musim panas tahun lalu membuat peluang perubahan kebijakan moneter oleh Fed menjadi semakin tipis. Belum lagi data-data fundamental yang belakangan ini dirilis yang masih bervariasi juga membuat keraguan akan peluang perubahan tersebut. Meskipun tingkat vaksinasi yang semakin meluas mendorong aktifitas ekonomi terutama pada tingkat belanja dan frekuensi perjalanan.
Dari rilis data ekonomi, Retail Sales juga masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan hanya meningkat 0.6%. Sementara itu juga mendekati kadaluarsanya program bantuan langsung dari stimulus fiskal yang akan berakhir di bulan Agustus mendatang. Termasuk program bantuan sewa tempat bagi pengusaha juga akan segera berakhir. Sedangkan program penerusnya masih belum ada kepastian bahkan belum ada pembahasan di Senat maupun DPR AS.
Hal ini menjadi faktor resiko ekonomi dan akan semakin menekan Fed untuk tetap mempertahankan kebijakan moneternya saat ini untuk beberapa waktu yang akan datang. Terlebih pada bulan Agustus mendatang akan ada pertemuan Jackson Hole yang merupakan pertemuan tatap muka pejabat Fed pertama sejak pandemik dan akan membahas kondisi ekonomi secara lebih komprehensif membuat pertemuan moneter FOMC bulan ini menjadi kurang berarti.
Di lain tempat, Euro rebound terhadap greenback meskipun data fundamental juga masih cenderung turun seiring dengan keraguan pasar akan pertemuan moneter FOMC pekan ini. Data indeks iklim bisnis IFO di Jerman turun 100.8 meleset dari perkiraan meningkat 102.3 dari periode sebelumnya 101.7. Dengan menyinggung meningkatnya penyebaran varian delta covid-19 dan juga terkendala oleh terbatasnya persediaan obat dan vaksin.