Guo Ji Ri Bao Edisi 4 Mei 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 4 Mei 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Rio Lee, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Lebih Kuat Senin Pagi Seiring dengan Spekulasi Kebijakan Moneter Fed

Spekulasi ini dipicu oleh komentar dari Ketua Fed cabang Dallas – Robert Kaplan sekaligus anggota voting FOMC yang dalam pidato secara virtual di Kamar Dagang Area Montgomery membicarakan perlunya pengetatan moneter seiring dengan ketidakseimbangan dalam sistem keuangan saat ini dengan alasan pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Sementara Powell dan anggota voting FOMC lainnya masih terus menegaskan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter suku bunga rendah saat ini dan juga belum berencana untuk tapering. Pandangan yang berbeda dari Kaplan ini akan menjadikan pertemuan moneter FOMC berikutnya di bulan Juni mendatang menjadi menarik.

Dari fundamental ekonomi, setelah data GDP yang cukup solid disusul data personal income yang meningkat tajam dari-7.0% melonjak hingga 21.1% yang lebih baik dari perkiraan 20.1%. Hal ini diimbangi dengan spending yang juga naik 4.2% dari periode sebelumnya -1.0% walaupun masih dibawah perkiraan 4.3%. Data PMI Chicago juga meningkat 72.1 bending terbalik dari perkiraan turun 65.4 dari periode sebelumnya 66.3.

Sedangkan data survey dari University of Michigan kepercayaan konsumen naik 88.3 dari periode sebelumnya 86.5 dan lebih baik dari perkiraan 87.3 walaupun ekspektasi inflasi justru turun 3.4% dari periode sebelumnya 3.7%. Pekan ini akan dirilis data-data sektor tenaga kerja yang menjadi perhatian utama Fed sebelum mengambil keputusan moneter selain inflasi. Berupa laporan Non-Farm Payroll dengan perkiraan meningkat.

Euro mengalami koreksi sering dengan penguatan mata uang Dolar meskipun data pertumbuhan ekonomi di kawasan ini relatif masih membaik. Dengan GDP naik dari -0.7% menjadi hanya -0.6% dan tingkat pengangguran juga turun 8.1% dari periode sebelumnya 8.2%. Secara parsial di Prancis dan Itali data GDP lebih baik dari perkiraan, sedangkan di Jerman dan Spanyol yang masih terus turun. Namun karena Jerman ini negara dengan kontribusi terbesar maka ada kekhawatiran akan ancaman terjadinya resesi kedua di wilayah ini.

Guo Ji Ri Bao Edisi 3 Mei 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 3 Mei 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Ling JianQi, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Datar Hari Jumat Menahan Rally Kenaikan dari Pertumbuhan Ekonomi AS

Dolar datar pada Jumat pagi di sesi Asia setelah data pertumbuhan ekonomi cukup positif untuk kuartal pertama tahun ini serta data sektor tenaga kerja yang terus meningkat.

Data GDP AS kuartal pertama tahun ini meningkat cukup signifikan 6.4% walaupun masih dibawah perkiraan 6.8% dan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 4.0% menjadi 4.3%. Ini merupakan kenaikan terbanyak kedua setelah laporan data yang sama kwartal ketiga di tahun 2003 atau 18 tahun yang lalu.

Pertumbuhan ekonomi ini dipicu oleh belanja konsumen yang meningkat tajam dari 2.3% di kwartal 4 tahun lalu menjadi 10.7% kwartal pertaman tahun ini. Sementara laporan mingguan klaim pengangguran juga semakin berkurang 553K atau dibawah perkiraan 545K namun data periode sebelumnya juga di revisi naik dari 547K menjadi 566K.

Dengan data GDP yang solid tersebut diatas setidaknya menjadi permulaan yang baik sebelum data-data periode berikutnya yang memicu optimisme di pasar sehingga yield obligasi 10 tahun pemerintah AS kembali bergerak naik dan dolar ikut terangkat.

Meski demikian, kenaikan dolar terbatas karena rencana anggaran pendidikan dan keluarga Presiden Biden senilai $1.8 triliun akan dibiayai dengan kenaikan pajak dari pembayar pajak tertinggi dan penghasil margin laba diatas $1 milyar di AS.

Sementara Euro mengalami koreksi terhadap Dolar setelah sempat menyentuh harga 1.2148. Koreksi terjai menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi GDP kwartal pertama tahun ini sore nanti. Tidak seperti di AS yang dalam 3 kwartal terakhir pertumbuhan ekonomi terus membaik, GDP Uni Eropa kali ini diperkirakan justru turun dari -0.7% menjadi -0.8%.

Sedangkan data inflasi CPI flash meskipun diperkirakan naik sedikit dari 1.3% menjadi 1.6% namun data Core-nya yang tidak menyertakan komponen bahan makanan pokok, bbm, alkohol dan tembakau justru turun dari 0.9% menjadi 0.8%.

Sebelum itu akan dirilis data GDP masing-masing di negara Prancis, Jerman dan Spanyol. Kekhawatiran akan terjadinya resesi kedua dari ancaman gelombang pandemik ketiga kali ini menjadi pemicu utama pelemahan mata uang Euro. Namun jika tidak terbukti hal tersebut, Euro diperkirakan akan kembali menguat. 

Guo Ji Ri Bao Edisi 30 April 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 30 April 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Zhen QuanXi, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Melemah Kamis Pagi Setelah Hasil Mengecewakan dari Pertemuan Fed

Dolar melemah pada Kamis pagi setelah pertemuan moneter FOMC dengan hasil yang mengecewakan harapan pasar. Sesuai dengan perkiraan Fed masih tetap mempertahankan kebijakan moneter saat ini dan belum berencana untuk mengubahnya dalam jangka waktu hingga 2023 mendatang.

Pertemuan moneter FOMC kali ini mengakui aktivitas ekonomi meningkat dan sektor tenaga kerja terus menguat seiring dengan program vaksinasi dan dukungan penuh dari pemerintah. Aktivitas bisnis yang terus meningkat membuat harapan akan langkah moneter berupa tapering atau pengurangan program QE yang sedikit lebih cepat dari proyeksi sebelumnya namun hal ini dimentahkan oleh Ketua Fed.

Transisi inflasi di perkirakan akan malampaui target 2% tahun ini namun tidak bisa dijadikan patokan untuk perubahan kebijakan moneter selain karena Fed sendiri mengadopsi target inflasi yang fleksibel.

Menurut Fed perkembangan ekonomi masih tergantung pada perkembangan pandemik, krisis kesehatan publik masih belum berakhir dan menjadi masih menjadi risiko bagi ekonomi saat ini. Pasar perlu waktu lebih banyak lagi menunggu pertemuan moneter FOMC berikutnya masih 7 pekan lagi atau di bulan Juni mendatang.

Ditempat lain, hari ini Presiden Biden akan menyampaikan laporan 100 hari kerjanya di depan Kongres yang diperkirakan akan mengungkap rencana paket stimulus senilai $1.8 triliun untuk program pendidikan. Paket ini merupakan bagian dari rencana pembangunan senilai $4 triliun yang akan dibiayai dengan kenaikan pajak dari aturan pajak yang baru.

Pembayar pajak tertinggi dan penghasil laba modal di atas $1 juta akan dikenakan pemotongan pajak yang lebih tinggi dari sebelumnya. Pembahasan aturan pajak baru ini juga semakin mengurangi daya tarik mata uang dolar.

Sementara itu Poundsterling juga ikut menguat seiring dengan mata uang Dolar yang melemah tajam. Sentimen positif masih menyelimuti prospek ekonomi di Inggris seiring dengan rencana fase kedua pelonggaran sekaligus mengakhiri lockdown ketiga di negara ini. Satu-satunya sentimen negatif datang dari Skotlandia yang dalam waktu dekat akan mengadakan pemilu. Dimana partai mayoritas di parlemen Skotlandia sedang membahas peluang melepaskan diri dari United Kingdom.

Euro juga menguat hingga level tertinggi dalam 7 bulan terakhir seiring dengan berlanjutnya pelemahan mata uang dolar. Selain itu yield obligasi pemerintah Jerman juga menguat hingga level tertinggi dalam 2 bulan terakhir menjadi daya tarik terhadap mata uang Euro.

Guo Ji Ri Bao Edisi 29 April 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 29 April 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Ling JianQi, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Diperdagangkan Datar Pada Rabu Pagi Jelang Rilis Hasil Pertemuan FOMC

Dolar AS diperdagangkan datar pada Rabu pagi menjelang hasil pertemuan moneter FOMC lewat tengah malam nanti. Meskipun tidak diharapkan ada perubahan kebijakan moneter pada pertemuan kali ini, namun dengan sejumlah data fundamental ekonomi yang positif diharapkan Fed setidaknya akan mempertimbangkan untuk menggeser maju sedikit waktu untuk perubahan kebijakan moneternya.

Harapan ini muncul setelah beberapa pekan lalu Bank Sentral Kanada mengumumkan akan memulai melakukan tapering lebih awal dari proyeksi semula. Seiring dengan pemulihan ekonomi yang semakin nyata di AS seiring dengan program vaksinasi yang agresif sehingga sudah lebih dari separuh penduduk dewasa di AS mendapatkan suntikan vaksin tahap pertama.

Sektor pariwisata dan transportasi menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak seiring dengan kembali dibukanya industri perjalanan wisata di AS. Tercermin dari laporan ISM di sektor jasa yang tumbuh dengan laju tercepatnya begitu pula dengan ISM di sektor manufaktur yang mencapai rekor tertinggi dalam hampir 40 tahun terakhir. Selain sektor tenaga kerja kepercayaan konsumen juga meningkat hingga mencapai level tertinggi dalam 14 bulan terakhir atau menyamai sebelum pandemik lebih dari setahun yang lalu. Begitu pula dengan Retail Sales yang mencapai rekor tertinggi sejak Mei tahun lalu.

Namun jika Fed masih menunggu perkembangan yang lebih substansial lebih lanjut dan menunggu pertemuan moneter berikutnya di bulan Juni mendatang saat disampaikan proyeksi ekonomi diupdate, maka dolar akan kembali terkoreksi.

Sementara itu mata uang Euro masih terus bertahan stabil terhadap penguatan mata uang Dolar meskipun tidak ada data ekonomi yang dirilis. Hari ini akan dirilis data sentimen konsumen GfK di Jerman dengan perkiraan meningkat -4.1 dari periode seebelumnya -6.2. Data sebelumnya berupa iklim bisnis di Jerman menurut Ifo hanya mengalami sedikit peningkatan 96.8 dari periode sebelumnya 96.6 dan jauh dibawah perkiraan 97.8.

Guo Ji Ri Bao Edisi 28 April 2021

PT. Mentari Mulia Berjangka dengan bangga memberitahukan bahwa perusahaan kami diliput oleh harian Guo Ji Ri Bao edisi 28 April 2021! Dalam edisi kali ini, Guo Ji Ri Bao mengundang analis senior kami, Zhen QuanXi, untuk berbagi pandangannya.

Dolar Rebound Pada Perdagangan Selasa Menjelang Pertemuan Fed Minggu Ini

Dolar rebound pada perdagangan hari Selasa menjelang pertemuan Fed minggu ini. Meskipun berulang kali pejabat Fed menegaskan masih tetap akan mempertahankan suku bunga dan kebijakan moneter saat ini untuk sementara waktu.

Pasar masih berharap bahwa faktor fundamental yang terus membaik terutama di sektor tenaga kerja setidaknya akan menggeser maju sedikit waktu untuk merubah kebijakan moneternya setidaknya melakukan tapering lebih awal seperti yang dilakukan Bank Sentral Kanada pada pertemuan moneter mereka beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui program vaksinasi di AS mengalami sukses yang berdampak positif dengan pelonggaran pembatasan yang selama ini menjadi penghambat aktifitas ekonomi. Dengan pusat perbelanjaan, restoran dan sejumlah fasilitas publik yang kembali dibuka membuka juga peluang tersedianya lapangan kerja yang terus meningkat.

Sementara itu, program vaksinasi juga masih terus digalakkan setidaknya akan menjamin semakin terbatasnya penularan virus di negara ini. Ditambah dengan program infrastruktur dan investasi dari Presiden Biden yang diperkirakan akan berjalan dalam jangka waktu cukup panjang sehingga dapat menjamin tersedianya lapangan kerja.

Data ekonomi yang dirilis berupa Durable Goods Order juga meningkat 0.5% dibawah perkiraan 2.5% namun tetap lebih baik dari periode sebelumnya -1.2%. Sedangkan data core-nya naik sesuai perkiraan 1.6% dari periode sebelumnya -0.3%. Keduanya menunjukkan permintaan akan barang-barang industri meningkat cukup signifikan seiring dengan meningkatnya aktifitas ekonomi.

Sementara itu, Euro mengalami koreksi menjauh dari level 1.21 seiering dengan fundamental ekonomi yang mengecewakan. Data iklim bisnis di Jerman menurut Ifo hanya mengalami sedikit peningkatan 96.8 dari periode sebelumnya 96.6 dan jauh dibawah perkiraan 97.8. Kekhawatiran akan gelombang ketiga pandemik dan lockdown yang masih berlaku membatasi supply komponen sektor industri berpotensi menjadi penghambat pemulihan ekonomi di wilayah ini.