Pandangan Mingguan EURUSD

Dolar AS naik pada hari Jumat ke level tertinggi dalam hampir sebulan terhadap Euro. Hal ini terjadi karena para traders menantikan pertemuan dari bank sentral AS (Fed) pada pekan depan.

Pada penutupan pasar pada hari Jumat, EUR/USD naik 0,49 persen ke titik 1,2108. Hal ini terjadi setelah EUR/USD mencapai titik $1,2193 pada sesi tersebut, dimana ini merupakan titik tertinggi sejak pertengahan Mei.

Setelah ragu-ragu, Dolar AS mengakhiri pekan dengan catatan yang baik. Dolar diuntungkan dari kenaikan data inflasi di Amerika Serikat.

Indeks harga konsumen CPI, yang dirilis pada Kamis, meningkat sebesar 5% selama satu tahun pada bulan Mei. Ini merupakan kenaikan yang pertama kalinya terlihat dalam kurun waktu 13 tahun.

Percepatan inflasi ini membuat para traders Forex bertanya-tanya apakah Federal Reserve tidak akan memperketat kebijakan moneternya, yang akan membuat Dolar lebih menarik.

Namun, tidak semua analis setuju dengan hipotesis ini.

“Inflasi tampaknya bersifat sementara, dan bank sentral pun telah meyakinkan investor bahwa mereka tidak akan menanggapi kenaikan yang tidak akan bertahan lama” komentar Mark Haefele, analis di UBS.

Komite kebijakan moneter dari The Fed (FOMC) akan bertemu pada Selasa dan Rabu yang akan datang.

Di sisi lain Atlantik, presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde, pada hari Kamis lalu mempertanyakan kemungkinan pengurangan dukungan moneternya terhadap ekonomi: “Tidak ada gunanya kita hilang dalam dugaan; terlalu awal, terlalu dini, dan tidak ada gunanya  untuk membahas pertanyaan-pertanyaan ini dalam jangka panjang, dan pertanyaan-pertanyaan ini pun juga belum dibahas oleh dewan gubernur,” ujarnya.

Dalam hal analisis teknikal, breakout EUR/USD dari bawah Bollinger Bands pada timeframe harian menyiapkan pair tersebut untuk koreksi yang lebih curam yang ditunjukkan oleh penurunan ke titik terendah minggu lalu di sekitar $1,21. Pergerakan di bawah support ini akan membuka jalan untuk penurunan lebih lanjut ke titik terendah pertengahan Mei di sekitar $1,2050.

Meskipun pandangan bearish ini tampaknya dikonfirmasi, hal ini tidak akan berlaku jika terjadi rebound di atas batas Bollinger atas di titik $1,2195. Traders mungkin melihat untuk menjual pair ini karena melintasi di bawah support langsung yakni di 1,21 untuk bergerak lebih dekat ke level psikologis 1,20.

Level Support dan Resistance:

R3       1.23451
R2       1.22312
R1       1.21608
S1        1.20500
S2        1.19659
S3        1.18627

Sumber Grafik: Tradingview 13.06.2021

EURUSD Kembali Melanjutkan Konsolidasi Setelah Pengumuman Bank Sentral Eropa

Bank Sentral Eropa mempertahankan paket dukungan ekonomi utamanya untuk memerangi pandemi yang berjalan dengan kecepatan penuh, bahkan ketika ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan , berkat lebih sedikitnya kasus virus Corona dan lebih sedikit pembatasan aktivitas di 19 negara yang menggunakan mata uang Euro.

Bank Sentral Eropa mengharapkan “peningkatan yang signifikan” pada kuartal kedua tahun ini, Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde berujar pada Kamis setelah keputusan itu dirilis. Tetapi dia memperingatkan bahwa rebound “terus bergantung pada bagaimana kondisi pandemi berkembang dan bagaimana ekonomi merespons setelah pembukaan kembali.”

Lagarde mengatakan ada “beberapa pandangan yang berbeda” tentang langkah untuk melanjutkan pembelian obligasi, menambahkan bahwa masih “terlalu dini” untuk membahas kapan program darurat harus diakhiri

Sementara itu, rilis angka inflasi menunjukkan harga telah naik lagi di atas ekspektasi traders, naik 0,6% dari bulan April dan 5% dari tahun lalu, yang merupakan lonjakan dari tingkat inflasi 12 bulan terbesar sejak 2008.

The Fed, yang dipimpin oleh ketuanya saat ini, yaitu Jerome Powell, telah berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa inflasi akan bersifat sementara karena kemacetan pasokan akan tidak lagi diblokir dan uang akan mengalir secara normal. Tetapi beberapa ekonom khawatir, ketika pemulihan ekonomi mengumpulkan momentum, didorong oleh peningkatan permintaan dari konsumen yang sekali lagi berbelanja dengan bebas, inflasi juga tentunya akan meningkat.

Perdebatan tentang kebijakan Fed kemungkinan akan meningkat. Meskipun demikian, Euro hanya turun sedikit. Pasangan Euro terhadap Dolar masih tetap dalam konsolidasi horizontal antara 1,2100 dan 1,22244. Breakout dari titik terendah terakhir ini akan mengeksposnya untuk kembali ke titik 1,1990.

Namun, mata uang Eropa tetap dalam momentum positif di atas moving average 34 hari dan moving average 200 hari. Sekarang perlu menembus titik tertinggi terakhir di 1,2267 untuk kembali ke titik tertinggi selama tahun 2021 di 1,2350.

Sumber Grafik: Tradingview 10.06.2021

Bank Sentral Eropa Diharapkan Mempertahankan Kebijakan Pembelian Obligasi

Harga EUR/USD datar karena menunggu pengumuman dari Bank Sentral Eropa pada hari Kamis. Pelaku pasar sedang menunggu rincian jumlah pembelian aset obligasi karena inflasi naik di atas target, “mendekati, tetapi lebih rendah 2%” dari Bank Sentral Eropa pada bulan Mei.

Namun, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan laju pembelian aset saat ini di bawah Program Pembelian Pandemi Darurat (EPPP/Emergency Pandemic Purchasing Program). Hal ini dilakukan meskipun ada kemungkinan revisi ke atas dari proyeksi pertumbuhan dan inflasi.

Bank sentral sangat fokus untuk menjaga kondisi pembiayaan yang mudah dan tidak ingin mengganggu pemulihan dengan rebound imbal hasil obligasi. Pengetatan kondisi pendanaan yang tidak beralasan, sebagian karena kenaikan imbal hasil obligasi AS awal tahun ini, mendorong Bank Sentral Eropa untuk mempercepat laju pembelian obligasinya di bulan Maret.

Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif untuk beberapa tahun lagi. Hal ini dikarenakan ekspektasi inflasi investor dan Bank Sentral Eropa masih di bawah target dari Bank Sentral Eropa.

Pada bulan Maret, Bank Sentral Eropa memperkirakan inflasi (HICP/Harmonised Index of Consumer Prices) akan meningkat tajam tahun ini, dari 0,3% pada tahun 2020 menjadi rata-rata 1,5% pada tahun 2021, memuncak di angka 2% pada kuartal keempat tahun ini. Kemudian, melambat menjadi 1,2% pada tahun 2022 sebelum meningkat menjadi 1,4% pada tahun 2023.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters juga memperkirakan inflasi mencapai puncaknya di angka 2% pada akhir tahun dan akan tetap stabil selanjutnya, di bawah target Bank Sentral Eropa pada 2022.

Dari analisis teknikal, pandangan EUR/USD akan tetap bullish meskipun baru-baru ini konsolidasi di bawah resistance pada bulan Februari di sekitar 1,2250. Pandangan tren akan berubah bearish lagi dalam waktu dekat jika EUR/USD menembus kembali kebawah channel moving average 20-hari saat ini di 1,2160.

Di masa lalu, pelanggaran batas tengah biasanya mendahului kelanjutan koreksi ke batas yang berlawanan. Ada ekspektasi dari pasar agar dapat kembali ke titik 1,2050. Adanya breakout pada resistance di 1,2250 akan memperkuat pandangan bullish dan membuka jalan bagi kelanjutan tren naik ke titik tertinggi pada bulan Januari di sekitar 1,2350.

Sumber Grafik: Tradingview 09.06.2021

BTCUSD Breakout Hingga Menembus Pola Segitiga

Harga Bitcoin kembali jatuh pada hari Selasa. Namun tidak diketahui pasti alasan kenapa Bitcoin jatuh. Tetapi, hal ini mungkin terkait dengan kekhawatiran tentang keamanan mata uang kripto setelah pejabat AS berhasil memulihkan sebagian besar uang tebusan yang dibayarkan kepada peretas yang menargetkan Colonial Pipeline. Pejabat penegak hukum AS mengatakan bahwa mereka menyita $2,3 juta dalam bentuk Bitcoin yang dibayarkan kepada DarkSide, ‘geng penjahat’ dunia maya di balik serangan cyber.

Menurut dokumen pengadilan, penyelidik dapat mengakses kata sandi ke salah satu dompet Bitcoin para peretas. Uang itu ditemukan oleh satuan tugas yang baru-baru ini diluncurkan di Washington, D.C., yang dibentuk sebagai bagian dari tanggapan pemerintah terhadap meningkatnya serangan cyber.

Penurunan Bitcoin telah menyeret semua mata uang kripto lainnya kembali menjadi sorotan. Hal ini membawa masalah keamanan dan tautan ke kejahatan dunia maya kembali muncul ke permukaan.

Ada sejumlah masalah yang membebani mata uang kripto, termasuk kekhawatiran akan tindakan keras regulasi dan tweet terbaru dari CEO Tesla, Elon Musk.

Bulan lalu, otoritas Cina menyerukan tindakan keras terhadap penambangan dan perdagangan mata uang kripto. Setelah menjadi pemain utama di pasar, Cina telah mengambil langkah-langkah untuk membasmi investasi spekulatif dalam mata uang kripto. Cina juga melarang metode penggalangan dana yang dikenal sebagai penawaran koin awal dan menutup bursa lokal. Trump, yang kembali ke panggung politik, juga mengecam mata uang kripto, yang menurutnya telah menghukum Dolar.

Sementara itu, Elon Musk yang mendukung Bitcoin, tampaknya menjadi tidak menyukai Bitcoin lagi hanya dalam hitungan bulan. Tesla berhenti menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran pada bulan lalu, karena khawatir tentang dampak lingkungannya, yang menyebabkan gelombang penjualan di pasar kripto.

Dari perspektif teknis, BTCUSD mengalami breakout dari segitiga tren naik kemarin dan telah mengalihkan fokus menuju batas bawah. Hal ini sejalan dengan tren turun yang telah berlaku sejak breakout USD 42.000. Probabilitas kembalinya ke level psikologis yang pernah menjadi support di 30.000 USD pun menjadi tinggi. Tujuan teknis sebenarnya adalah bagaimana harga bereaksi setelah pengujian titik 30.000 USD, dengan perpanjangan 25.000 USD yang kemungkinan akan menjadi target bearish yang sebenarnya.

Untuk membuat skenario negatif ini agar tidak berlaku, Bitcoin perlu menangkap kembali grafik miring tinggi berpola segitiga dan naik hingga menembus 42.000 USD untuk membalikkan tren.

Sumber Grafik: Tradingview 08.06.2021

Emas Kembali Menguat setelah Data NFP yang Mengecewakan

Harga emas telah rebound sejak Jumat menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan. Jumlah pekerjaan baru yang tercipta sekali lagi lebih rendah dari yang diharapkan, yaitu 559.000 dibandingkan dengan ekspektasi 650.000.

Selain itu, tingkat partisipasi, yang mengukur jumlah orang yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan dibandingkan dengan angkatan kerja, turun menjadi 61,6% dari 61,7%, sedangkan rata-rata dalam beberapa tahun terakhir sebelum pandemi tercatat sekitar 63%.

Laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan ini mengurangi kekhawatiran akan ekonomi yang overheating dan oleh karenanya, terjadi normalisasi pada kebijakan moneter The Fed. Memang, The Fed seharusnya tidak mulai melakukan normalisasi pada kebijakannya sampai pasar ketenagakerjaan telah kembali ke tingkat sebelum krisis.

Probabilitas akan kenaikan suku bunga Fed pada akhir tahun turun dari 11% pada awal bulan menjadi 6% pada hari Jumat, setelah data NFP dirilis. Akibatnya, harga buy telah jatuh. Imbal hasil obligasi 10-tahun AS juga turun 7 basis poin menjadi 1,55%.

Harga emas memanfaatkan hal ini untuk rebound, berkat penurunan imbal hasil obligasi riil dan dolar. Memang, kurs riil AS, yang disesuaikan dengan ekspektasi inflasi, terus mendorong harga emas. Korelasi antara keduanya negatif. Penurunan suku bunga riil berarti imbal hasil obligasi terkikis, sehingga investor lebih memilih emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Perilisan data ekonomi berikutnya akan sangat penting bagi pasar. Semakin baik statistiknya, semakin cepat ekonomi akan kembali ke tingkat sebelum krisis dan semakin cepat The Fed akan menormalkan kebijakan moneternya. Normalisasi kebijakan moneter akan bermanfaat untuk uang tunai dan negatif untuk pasar lain (saham, obligasi, logam mulia).

Laporan penting berikutnya adalah laporan ketenagakerjaan, yaitu laporan JOLTS yang akan dirilis besok, dan juga laporan pendaftaran tunjangan pengangguran yang dirilis setiap hari Kamis. Indeks Harga Konsumen AS untuk Mei juga akan dirilis pada hari Kamis.

Dari sisi analisis teknikal, tren emas akan terus bullish. Harga emas memantul dari dasar channel naik pada hari Jumat berkat NFP yang mengecewakan. Selama emas tidak keluar dari dasar channel-nya, pandangan secara teknis tetap bullish. Batas resistansi utama berikutnya akan menjadi titik tertinggi tahun ini di bulan Januari di sekitar $1960.

Jika channel keluar dari bawah dan jatuh di titik terendah pada hari Jumat di $1,855, pandangannya akan berubah menjadi bearish. Koreksi ke titik rendah pada pertengahan Mei di posisi $1,808 pun juga diharapkan untuk dicapai.

(Sumber grafik: Tradingview 07.06.2021)

EURUSD : Dolar Menurun Setelah Emas Pulih dan Laporan Ketenagakerjaan AS Serta Bitcoin Melemah

Dolar melemah terhadap Euro pada hari Jumat. Dolar terbebani oleh sejumlah klaim pengangguran AS yang mengecewakan investor selama dua bulan berturut-turut, dimana ini menjadi sebuah pertanda bahwa pemulihan ekonomi belum terjadi.

Pada penutupan pasar pada hari Jumat, Dolar turun 0,33% menjadi $1,21664/EUR.

Jumlah pekerjaan yang tercipta di AS naik dua kali lipat pada bulan Mei dibandingkan dengan bulan April, menjadi 559.000 pekerjaan. Tetapi angka ini tetap jauh di bawah ekspektasi sebesar 720.000.

Setelah memulai sesi di zona hijau, Dolar pun segera menggelepar setelah data dirilis.

“Laporan tersebut membuktikan bahwa perekonomian masih jauh dari kemajuan yang nyata” komentar Edward Moya, analis di Oanda.

Bagi para traders, pesannya jelas: ekonomi AS jauh dari fenomena overheating dan Bank Sentral AS (Fed) mungkin akan menunggu sebelum melakukan normalisasi pada kebijakan moneternya, bahkan jika itu berarti harus menoleransi kenaikan inflasi.

Pada awal sesi, dolar telah naik ke level tertinggi sejak pertengahan bulan Mei, menjadi 1,2104 dolar.

Dari perspektif teknis, EUR/USD telah rebound tetapi gagal melintasi moving average 20-hari. Ini menunjukkan bahwa potensi pelemahan tetap ada. Untuk saat ini, level retracement Fibonacci 0,5 di 1,2099 akan berfungsi sebagai level support terdekat.

Jika EUR/USD berhasil bangkit kembali di atas moving average jangka pendek, konsolidasi menuju 1,2240 adalah skenario yang kuat. Traders mungkin terlihat bermain di channel 1,21 dan 1,22 pada awal pekan.

Sementara itu, di bidang mata uang kripto, ‘bos’ Tesla, Elon Musk, membuat suatu penurunan lagi di Bitcoin, yang turun 4,01% menjadi $37.154. Dalam tweet yang diilustrasikan dengan foto montase putus cinta, dia hanya menulis “Bitcoin” diikuti dengan patah hati.

Tesla sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka membatalkan keputusannya untuk menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk kendaraan listriknya. Tetapi, penggemar mata uang kripto bertanya-tanya di hari Jumat, apakah grup tersebut juga telah memutuskan untuk berpisah dengan Bitcoin yang telah dibelinya awal tahun ini.

Di pasar yang sangat bergejolak ini, tweet Elon Musk, terkadang memuji dan terkadang mengkritik mata uang kripto, dan secara teratur membuat harga jatuh. Dalam berita lain, laporan Non-Farm Payroll yang mengecewakan juga berkontribusi pada pemulihan nilai emas yang kuat. Emas didorong oleh ekspektasi yang berkurang dari kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Emas diperdagangkan lebih tinggi 1,02% di titik 1.889,90 pada penutupan pasar Jumat.

Sumber Grafik: Tradingview 07.06.2021

Harga Emas Jatuh setelah Laporan Ketenagakerjaan AS

Harga emas memulai koreksi setelah rilis dua indikator yang lebih baik dari perkiraan di pasar ketenagakerjaan Amerika Serikat. Data ini memicu kekhawatiran bahwa Fed akan bergerak lebih cepat dari yang diharapkan dalam pengetatan kebijakan moneter.

Survei ketenagakerjaan swasta bulanan dari ADP menunjukkan peningkatan tak terduga dalam penciptaan lapangan kerja bulan lalu, menjadi 978.000, angka tertinggi yang tercatat sejak Juni 2020. Weekly Jobless Claim turun ke level terendah sejak dimulainya pandemi COVID-19, menunjukkan pemulihan di pasar ketenagakerjaan meskipun terdapat kekurangan tenaga kerja.

Sementara indikator yang lebih baik dari perkiraan ini menjadi pertanda baik menjelang laporan Upah Non-Pertanian (NFP) di hari Jumat, mereka dapat memberikan argumen bagi Federal Reserve untuk mulai mempertimbangkan normalisasi kebijakan moneter ultra-akomodatifnya, sebuah retorika yang mulai terdengar dari beberapa di lembaga tersebut.

Setelah rilis, dolar menguat dan imbal hasil Treasury 10-tahun naik lebih dari dua basis poin menjadi 1,616%. Di sisi lain, emas turun tajam menuju titik $1.865.

Setelah beberapa minggu naik, emas mengalami koreksi besar pada hari Kamis. Memang, harga telah mengkonfirmasi sinyal pemulihan bullish pada awal April ketika mereka melewati batas atas channel mereka.

Untuk saat ini, ini adalah gerakan korektif sederhana, pasar berkembang dalam channel yang bullish, sehingga pengembalian ke batas bawah untuk support di sekitar $ 1.850 tidak akan dikecualikan. Sinyal peringatan untuk penjual hanya akan diberikan jika harga emas menembus level $1.850 ditambah dengan moving average 200 hari. Breakout di bawah level ini akan melemahkan tren saat ini dan risiko penurunan menuju $1.790 akan menjadi skenario yang mungkin terjadi.

Namun demikian, kami percaya bahwa titik support $1.850 adalah titik pivot utama, jadi pembeli harus mempertahankan level ini untuk memulai kembali momentum kenaikan menuju titik $1.960. Sementara emas mengalami aksi profit-taking jangka pendek, perak mulai kembali fokus dan pola grafiknya berdebat untuk kenaikan baru.

Pandangan ke depan, laporan ketenagakerjaan bulanan yang sangat dinanti-nantikan, yang disebut NFP, akan menjadi sangat penting untuk emas. Konsensusnya adalah untuk 650.000 pekerjaan yang akan diciptakan dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,9%.

Sumber Grafik: Tradingview 03.06.2021

EURUSD : Euro Hampir Stabil Terhadap Dolar Sementara Para Trader Menunggu NFP Dirilis

EURUSD bergerak tanpa arah yang jelas dalam jangka pendek, mengambang di kisaran antara 1,2250 dan 1,2160 setelah naik kembali ke titik tertinggi Februari pada pertengahan Mei.

Trader forex terbagi antara data inflasi AS baru-baru ini yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi dan kejutan ekonomi positif di Zona Euro. EURUSD juga didukung oleh pandangan ekonomi yang membaik di Zona Euro berkat percepatan tajam dari program vaksinasi sejak April.

Rilis PMI kemarin gagal memberi pasar arah yang jelas, tetapi ini mungkin bisa terjadi dengan NFP pada hari Jumat karena evolusi pasar tenaga kerja akan menjadi kunci dari kebijakan moneter Fed.

Memang, kebijakan Fed sekarang terutama bergantung pada data ketenagakerjaan. The Fed akan lebih toleran terhadap inflasi jika pasar ketenagakerjaan tidak pada puncaknya, yang terjadi saat ini.

Menurut data NFP, 8 juta orang Amerika lainnya belum kembali ke pekerjaan mereka sebelum pandemi. Semakin cepat pasar ketenagakerjaan kembali ke tingkat sebelum krisis, semakin cepat The Fed akan menormalkan kebijakan moneternya.

Langkah pertama mungkin akan dimulai awal tahun depan dan akan mengurangi jumlah pembelian asetnya, yang saat ini mencapai $120 miliar per bulan. Pada tahap kedua, The Fed mungkin akan mencoba mengurangi neracanya, yang saat ini mencapai $8 triliun, sebelum melanjutkan kenaikan suku bunga pertamanya.

Konsensusnya adalah untuk 650.000 pekerjaan baru tercipta di bulan Mei, naik dari 266.000 pada bulan April. Tingkat pengangguran diharapkan menjadi 5,9% dibandingkan dengan 6,1% pada bulan April.

Sambil menunggu laporan ketenagakerjaan bulanan pada hari Jumat, pasar akan mendengar Beige Book dari The Fed malam ini dan PMI untuk sektor jasa pada hari Kamis.

Dari perspektif teknis, prospek EURUSD terus bullish selama nilai tukar tidak menembus support utama (titik tinggi dan rendah masih akan naik semakin tinggi).

Evolusi EURUSD dalam kisarannya antara 1,2160 dan 1,2250 akan menjadi sangat penting. Jalan keluar dari upside akan memperkuat prospek bullish dan membuka jalan bagi kelanjutan ke titik tertinggi pada Januari di 1,2350. Sebaliknya, jalan keluar dari downside akan membuka jalan untuk koreksi. Diperkirakan akan kembali ke terendah pertengahan Mei di 1,2050.

Perhatikan pergerakan EURUSD dalam grafik wedge yang cenderung naik selama beberapa minggu. Breakout dari bawah akan menjadi sinyal teknis pertama bahwa buyers sudah kehabisan tenaga. EURUSD saat ini sedang menguji batas bawah dari wedge ini.

Sumber Grafik: Tradingview 02.06.2021

USOIL Menembus Titik Tertinggi dalam 3 Tahun

OPEC+ tampaknya akan meningkatkan produksi pada bulan Juli seperti yang direncanakan, karena para menteri bersiap untuk mengatasi masalah yang lebih sulit dalam mengelola pasar minyak yang ketat untuk sisa tahun ini.

Komite pemantauan kementerian gabungan dari kelompok itu merekomendasikan untuk melanjutkan rencana kenaikan pada Juli, dengan OPEC+ diperkirakan akan menambah 841.000 barel per hari setelah kenaikan pada Mei dan Juni, kata para delegasi. Tidak ada diskusi tentang kebijakan di luar itu, tetapi pertemuan tingkat menteri akan segera menyusul.

Permintaan minyak meningkat karena program vaksinasi berkembang dan pemulihan ekonomi- dan indeks Brent berada di atas $71, sehingga memicu kekhawatiran inflasi. Tapi pandangan mengenai kartel, yang merekayasa pemulihan harga dari kehancuran bersejarah tahun lalu, terus terperosok dalam ketidakpastian karena perhatian beralih dengan bagaimana cara untuk mengelola pasar yang semakin ketat akhir tahun ini.

“Kompas kami terus mengarah ke arah pemulihan yang berkelanjutan,” kata Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo. Tetapi dia memperingatkan agar tidak berpuas diri, memperingatkan bahwa “Covid-19 adalah musuh yang gigih dan tidak dapat diprediksi, dan mutasi ganas tetap menjadi ancaman.”

Selain risiko varian baru virus, potensi kembalinya Iran ke pasar internasional adalah faktor lain yang membebani keputusan para menteri. Dengan pasar menghadapi defisit yang signifikan untuk mengisi paruh kedua tahun ini, kedua pertimbangan ini dapat mendorong beberapa produsen untuk berhenti sejenak sebelum peningkatan produksi lebih lanjut.

Setelah kenaikan di bulan Juli, OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan pasokan pada level ini hingga April 2022, sejalan dengan kesepakatan yang ditandatangani setahun lalu untuk menyelamatkan produsen dari perang harga yang pahit. Sementara kesepakatan dapat dinegosiasikan ulang – dan akan ada tekanan untuk melakukannya jika permintaan terus pulih – ini adalah posisi mundur bagi grup.

Minyak menembus area resistance yang telah memblokir kenaikan harga 3 kali sejak awal 2019. Harga didukung oleh moving average 13 hari, yang mendukung kekuatan pergerakan. Target black gold berikutnya adalah naik menuju titik tertinggi pada 2018 di 76,81 USD.

Kembali dengan penutupan mingguan di bawah 67 USD akan menantang sinyal yang dipicu oleh penembusan resistance. Pencapaian ke fase konsolidasi 62 USD akan terjadi tetapi skenario positif akan dibatalkan secara teknis jika berada di bawah titik support di 58 USD.

Sumber Grafik: Tradingview 01.06.2021

DXY Tetap Stabil sambil Menunggu Data NFP

Indeks Dolar (DXY) telah mencoba untuk rebound sejak Rabu lalu setelah jatuh ke titik terendah selama 5 bulan, di bawah 90 poin minggu lalu. Dolar telah berhasil naik kembali menuju tanda simbolis di posisi 90 poin di bawah penurunan, melemah karena indikator makroekonomi yang lemah dan penurunan ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga the Fed.

Memang, kemungkinan kenaikan suku bunga the Fed pada akhir tahun telah turun dari 15% pada akhir April menjadi 6% minggu lalu diikuti dengan data ekonomi yang beragam, seperti yang terjadi di Citigroup Economic Surprise Index, yang baru-baru ini turun mendekati 0 untuk pertama kalinya sejak awal pandemi.

Laporan Upah Non-Pertanian (NFP) yang akan dirilis pada hari Jumat mendatang sangatlah penting bagi dolar, karena pemulihan pada pasar kerja adalah kunci dari kebijakan moneter the Fed. Semakin cepat pasar kerja kembali ke tingkat sebelum krisis, semakin cepat pihak Federal Reserve akan mulai menormalkan kebijakan moneter. Konsensus saat ini mengumumkan sebesar 650.000 pekerjaan diciptakan pada bulan Mei, 600.000 di antaranya berada di sektor swasta.

Saat kita menunggu data Upah Non-Pertanian (NFP)  pada hari Jumat, Indeks Dolar (DXY) kemungkinan akan tetap stabil kecuali indeks manufaktur dan Non-Manufaktur ISM, revisi IMP flash, serta produksi industri dan penjualan ritel Zona Euro berbeda terlalu jauh dari konsensus.

Dari sisi analisis teknikal, keluarnya DXY dari pola descending wedge di posisi atas tanpa momentum bullish yang signifikan memerlukan perhatian. DXY mencoba untuk memperpanjang kenaikannya pada hari Jumat setelah perilisan inflasi inti PCE, tetapi dolar kehilangan keuntungannya di penghujung hari.

Akan lebih baik jika menunggu penutupan harian di atas rata-rata pergerakan (MACD) 20 hari, yang saat ini berada di posisi 90,27 poin, untuk mengantisipasi rebound pada dolar. Jika demikian, prospek akan menjadi bullish dalam jangka pendek ke titik tertinggi selama bulan Mei di posisi 91,41 poin, kemudian titik tertinggi selama bulan April di posisi 93,47 poin.

Penurunan hingga ke bawah titik terendah selama bulan Januari di sekitar 89,16 poin akan membatalkan prospek bullish dan melanjutkan tren turun.

(Sumber grafik: Tradingview 31.05.2021)